google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Runner-up Porprov 2025, KONI Kota Malang Pasang Target 222 Emas di Porprov 2027

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Setelah mencatat prestasi gemilang sebagai runner-up Porprov Jawa Timur IX 2025 dengan raihan 136 emas, 127 perak, dan 118 perunggu, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang langsung memasang target ambisius. Pada Porprov Jawa Timur X 2027 yang akan digelar di Surabaya sebagai tuan rumah, Kota Malang membidik 222 medali emas.

Target tersebut disampaikan Sekretaris Umum KONI Kota Malang, Joko Purwosusanto, di sela pembukaan Kejuaraan Pencak Silat Pelajar di GOR Ken Arok, Malang, beberapa waktu lalu. Menurut Joko, capaian Porprov 2025 menjadi modal kuat sekaligus pijakan realistis untuk melompat lebih tinggi pada edisi berikutnya.

“Kami masih memiliki banyak peluang di Porprov 2027. Dengan sisa waktu sekitar 1,5 tahun, persiapan akan dimaksimalkan sejak dini,” kata Joko.

Sebagai bagian dari strategi, Joko menyebutkan KONI Kota Malang akan menggelar Pra-Pemusatan Latihan Kota (Prapuslatkot) pada 2026. Program ini berfungsi sebagai ajang seleksi atlet sekaligus pematangan kesiapan sebelum memasuki Puslatkot 2027, jelang Porprov digelar.

“Dalam peta persiapan, KONI Kota Malang menyiapkan sekitar 1.300 atlet dan 200 pelatih yang akan diterjunkan pada Porprov X 2027. Jumlah ini disesuaikan dengan perluasan partisipasi cabang olahraga (cabor) dan nomor pertandingan yang akan diikuti,” terang Joko.

Optimisme KONI bukan tanpa dasar. Joko menilai masih banyak nomor pertandingan yang belum diikuti pada Porprov 2025 dan berpotensi menyumbang emas pada 2027. Salah satunya atletik (PASI) yang memiliki 44 nomor pertandingan, namun Kota Malang baru mengikuti 24 nomor pada Porprov IX.

“Kondisi serupa juga terjadi di beberapa cabor lain. Artinya, ruang penambahan peluang medali masih sangat besar,” kata Joko.

Selain optimalisasi nomor pertandingan, KONI Kota Malang juga menyiapkan cabor yang belum diikutkan pada Porprov 2025 untuk tampil pada 2027. Di antaranya drumband, gantole, dan dayung, yang dinilai memiliki potensi kompetitif jika dipersiapkan dengan serius.

Dukungan Pemerintah Kota Malang disebut Joko memiliki pengaruh signifikan terhadap performa atlet dan pelatih. Pada Porprov 2025, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengawal cabor-cabor yang bertanding. Kebijakan ini dinilai efektif meningkatkan motivasi dan rasa percaya diri kontingen.

“Dukungan pemerintah terbukti berdampak positif. Atlet dan pelatih merasa diperhatikan dan didampingi secara serius,” ujarnya.

Tak hanya pemerintah, Joko menegaskan peran dunia usaha di Kota Malang juga sangat dibutuhkan. Keterlibatan pengusaha melalui dukungan pada cabor-cabor diyakini mampu memperkuat pembinaan atlet, baik dari sisi fasilitas, kompetisi, hingga kesejahteraan.

“Kami berharap pengusaha di Kota Malang dapat ikut mensuport atlet melalui cabor yang ada. Kolaborasi semua pihak menjadi kunci untuk mencapai target besar ini,” ungkap Joko.

“Dengan rekam jejak konsisten meraih lebih dari 100 medali sejak Porprov I hingga IX dan menjadi kota kedua setelah Surabaya yang mencapainya KONI Kota Malang optimistis target 222 emas pada Porprov 2027 bukan sekadar ambisi, melainkan sasaran yang terukur dan realistis,” tukasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *