google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Rusunawa di Asahan Diduga Jadi Sarang Korupsi dan Prostitusi Online, Pemuda Bergerak!

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Asahan, iKoneksi.com – Puluhan pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Kabupaten Asahan turun ke jalan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Asahan. Mereka datang dengan satu tuntutan utama: usut tuntas dugaan korupsi dalam pengelolaan Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Kabupaten Asahan yang melibatkan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Asahan.

Aksi ini mencerminkan kegeraman masyarakat terhadap dugaan penyalahgunaan anggaran dalam pembangunan dan pengelolaan rusunawa. Syaiful Amri Nasution, salah satu orator dalam aksi tersebut, menyampaikan tuduhan yang mengejutkan. Ia menuding selain menjadi proyek yang diduga dikorupsi, rusunawa tersebut kini berubah fungsi menjadi tempat prostitusi online.

“Kami menduga ada tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Kadis Perkim Kabupaten Asahan, terutama terkait anggaran rusunawa,” seru Syaiful dalam orasinya.

“Selain itu, kami sangat menyayangkan dugaan bahwa rusunawa yang seharusnya menjadi tempat tinggal layak, kini malah menjadi tempat prostitusi online,” lanjutnya.

Tudingan ini semakin memperkuat desakan publik agar pemerintah daerah segera bertindak.

‘Bagaimana mungkin fasilitas yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat malah menjadi tempat praktik ilegal?,” ucapnya sambil menunjukkan gestur wajah bertanya.

Demonstrasi Sebelumnya Ditanggapi dengan Cacian

Aksi di depan Kantor Bupati Asahan bukanlah yang pertama. Ricky Sencaka, salah satu peserta aksi, mengungkapkan sebelumnya mereka sudah melakukan unjuk rasa di Kantor Dinas Perkim Kabupaten Asahan pada 13 Maret 2025. Namun, yang mereka dapatkan justru perlakuan yang tidak pantas dari salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Perkim.

“Kami sudah melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Perkim Kabupaten Asahan, tapi yang kami terima justru makian dari salah satu ASN,” ungkap Ricky dengan nada kecewa.

“Ini menunjukkan mereka anti-kritik! Kami menuntut agar oknum yang bersikap arogan tersebut segera ditindak, kalau perlu dipecat!,” tegasnya.

Sikap arogan dari aparatur pemerintahan ini justru semakin memperkuat kecurigaan bahwa ada sesuatu yang sengaja ditutupi.

“Jika memang tidak ada kesalahan dalam pengelolaan rusunawa, mengapa reaksi yang muncul justru kemarahan dan bukan transparansi?,” tekan Ricky.

Bupati Asahan Akhirnya Angkat Bicara

Aksi demonstrasi yang berlangsung dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian akhirnya mendapat tanggapan langsung dari Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar. Ia berjanji akan segera mengusut permasalahan ini dan memanggil pihak-pihak terkait untuk memberikan klarifikasi.

“Kami akan segera memanggil oknum-oknum yang terkait untuk mengklarifikasi tuduhan ini,” kata Taufik kepada massa aksi.

“Kami berkomitmen untuk menuntaskan permasalahan ini secepatnya dan secara transparan,” tekan Taufik.

Pernyataan ini sedikit menenangkan massa aksi. Namun, publik tentu akan menunggu apakah janji ini benar-benar direalisasikan atau hanya sekadar ucapan politis untuk meredam kemarahan.

Tuntutan Pemuda: Hukum Harus Tegas, Pejabat Harus Bersih!

Kasus dugaan korupsi yang dibarengi dengan penyalahgunaan fasilitas publik bukanlah hal baru di Indonesia. Namun, pemuda dan mahasiswa Asahan menegaskan bahwa mereka tidak akan tinggal diam. Mereka akan terus mengawal kasus ini hingga ada kejelasan hukum dan tindakan tegas dari pemerintah.

“Kami tidak ingin kasus ini menguap begitu saja. Jika terbukti ada korupsi, Kadis Perkim harus diproses hukum! Jika benar rusunawa menjadi tempat prostitusi online, maka pengelolaannya harus segera dievaluasi total,” tegas Ricky.

Aksi unjuk rasa ini akhirnya berakhir dengan damai setelah massa mendapatkan tanggapan dari Bupati Asahan.

“Namun, pertanyaan besar masih menggantung: Apakah janji pengusutan ini akan benar-benar ditepati? Atau justru akan berakhir seperti banyak kasus lain yang menghilang ditelan waktu Masyarakat Asahan kini menunggu, dan kami pemuda Asahan bersiap untuk terus bergerak jika keadilan tak juga ditegakkan,” pungkasnya. (04/iKoneksi.com)

 

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *