google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Saifudin Tegaskan Jupel Punden Pilar Harmoni Sosial Batu

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com – Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur sekaligus Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Kota Batu, Saifudin Zuhri, menggelar sosialisasi penguatan nilai sosial dan etika bermasyarakat melalui media yang bertanggung jawab, di Kota Batu.

Kegiatan tersebut melibatkan para juru pelihara (jupel) atau juru kunci punden-punden dari seluruh wilayah Kota Batu. Mereka dinilai Saifudin memiliki peran strategis dalam menjaga warisan budaya sekaligus menjadi penghubung nilai-nilai tradisi dengan kehidupan masyarakat modern.

“Prinsipnya, kami ingin menjadikan juru kunci atau jupel ini sebagai bagian terpenting dalam proses pelestarian warisan budaya,” kata Saifudin.

Ia menegaskan, peran juru kunci tidak hanya sebatas menjaga situs budaya, tetapi juga menjaga narasi dan nilai yang hidup di tengah masyarakat. Dalam konteks itu, media yang bertanggung jawab diperlukan agar nilai-nilai sosial tidak terdistorsi oleh informasi yang tidak akurat.

Penguatan Nilai Toleransi

Saifudin juga menekankan pentingnya toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, tradisi dan kearifan lokal yang dijaga para juru kunci merupakan bukti bahwa religiusitas bangsa Indonesia bersifat inklusif dan tidak perlu diragukan.

“Bangsa ini sejak dulu punya nilai religiusitas yang sejati. Karena itulah Pancasila layak dan penting dijadikan dasar berpikir dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ungkap dia.

Ia menilai, penguatan nilai sosial harus berjalan beriringan dengan literasi media, agar masyarakat mampu memilah informasi serta menjaga harmoni sosial.

Perspektif Budaya

Narasumber kegiatan, Ir Zaenul Arifin, menyebut juru kunci memiliki fungsi sosial yang lebih luas dari sekadar penjaga situs.

“Juru pelihara adalah penjaga memori kolektif. Mereka merawat sejarah, tradisi, sekaligus menjadi rujukan moral bagi masyarakat sekitar,” katanya.

Menurutnya, di tengah arus digitalisasi dan derasnya informasi media sosial, keberadaan figur-figur kultural seperti juru kunci menjadi penyeimbang yang menguatkan identitas lokal.

Dimensi Kebangsaan

Sementara itu, Tenaga Ahli Anggota Komisi XII DPR RI sekaligus Ketua Fraksi MPR RI, Ahmad Basarah, Prasetyo Marhaen, menekankan pentingnya merawat kebudayaan sebagai bagian dari konsolidasi kebangsaan.

“Warisan budaya bukan hanya aset daerah, tetapi fondasi kebangsaan. Ketika nilai sosial dan etika dijaga, maka persatuan bangsa akan semakin kokoh,” ujar Prasetyo membacakan pandangan Ahmad Basarah.

Ia menambahkan, penguatan nilai melalui media yang bertanggung jawab menjadi tantangan sekaligus kebutuhan di era informasi terbuka.

Ruang Dialog Budaya

Kegiatan sosialisasi berlangsung dialogis. Para juru kunci menyampaikan pengalaman mereka menjaga situs punden dan merawat tradisi di tengah perubahan sosial.

Saifudin berharap forum tersebut menjadi langkah awal membangun jejaring juru pelihara yang lebih solid, sekaligus memperkuat posisi mereka dalam kebijakan pelestarian budaya di tingkat daerah.

“Warisan budaya tidak boleh berhenti sebagai simbol. Ia harus hidup dalam praktik sosial masyarakat,” harap Saifudin.

“Dengan melibatkan juru kunci sebagai aktor utama, sosialisasi ini diharapkan memperkuat nilai sosial, toleransi, serta etika bermasyarakat di Kota Batu, sejalan dengan semangat Pancasila sebagai dasar negara,” pungkas alumni GMNI itu.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *