google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Sampah Diolah Jadi Energi, DLH Kabupaten Malang Gandeng Industri

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Malang, iKoneksi.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang menunjukkan optimisme dalam meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungan, khususnya di sektor persampahan. Sejumlah terobosan terus dilakukan untuk menjawab tantangan penanganan sampah yang kian kompleks dan membutuhkan solusi berkelanjutan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kabupaten Malang, Ahmad Dzulfikar Nurrahman, mengatakan pengelolaan sampah di Kabupaten Malang kini diarahkan tidak hanya pada pengurangan volume, tetapi juga pada peningkatan nilai guna dan perubahan perilaku masyarakat.

“Salah satu terobosan yang telah berjalan adalah pengembangan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Wisata Edukasi Talangagung di Desa Talangagung, Kecamatan Kepanjen. TPA ini tidak hanya berfungsi sebagai lokasi pengolahan sampah, tetapi juga menjadi sarana edukasi publik mengenai pengelolaan sampah terpadu,” kata Dzulfikar kepada iKoneksi.com, Ahad (4/1/2025)

“TPA Talangagung selama ini telah menjadi rujukan banyak daerah di Indonesia untuk mempelajari sistem pengelolaan sampah terpadu,” ujar Dzulfikar.

Menurutnya, upaya tersebut tidak berhenti di Talangagung. DLH Kabupaten Malang juga mengembangkan sistem pengelolaan sampah terpadu di TPA Paras, Desa Karangnongko, Kecamatan Poncokusumo. Di lokasi ini, berbagai fasilitas pengolahan sampah modern telah dibangun sebagai bagian dari transformasi pengelolaan persampahan.

“Di TPA Paras, DLH telah mengoperasikan mesin Refuse Derived Fuel (RDF) yang mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif. Produk RDF tersebut kini telah dipasarkan ke PT Semen Indonesia Group melalui Solusi Bangun Indonesia, sebagai bentuk pemanfaatan sampah menjadi sumber energi alternatif,” ucap dia.

Dzulfikar menyebut, langkah ini menjadi bukti bahwa sampah dapat dikelola secara produktif dan memberikan manfaat ekonomi jika ditangani dengan pendekatan yang tepat. Namun, ia mengakui bahwa untuk mencapai pengelolaan sampah modern dan berkelanjutan, dibutuhkan dukungan anggaran yang tidak kecil.

“Tidak hanya dibutuhkan anggaran, tetapi juga kolaborasi lintas sektor yang kuat agar program-program DLH dapat berjalan berkelanjutan,” tuturnya.

Selain dukungan anggaran dan kolaborasi, DLH Kabupaten Malang juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat. Keterlibatan publik dinilai menjadi faktor kunci dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang efektif, salah satunya melalui Program Bersih Indonesia.

Dzulfikar menegaskan, pihaknya kini mengubah pendekatan dalam memaknai penghargaan lingkungan. Menurutnya, penghargaan tidak boleh berhenti sebagai capaian seremonial, melainkan harus menjadi instrumen untuk mendorong perubahan perilaku dan keberlanjutan program.

“Penghargaan lingkungan harus berdampak nyata, mendorong keberlanjutan program setelah penilaian selesai, dan terintegrasi dalam perencanaan pembangunan daerah,” serunya.

Dalam mendukung target tersebut, DLH Kabupaten Malang membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan berbagai pihak, mulai dari komunitas, akademisi, dunia usaha, hingga media. Pengelolaan lingkungan hidup, menurut Dzulfikar, tidak dapat berjalan efektif tanpa kerja sama lintas sektor.

“Kami mengarahkan kolaborasi pada inovasi pengelolaan lingkungan dari komunitas dan masyarakat, riset terapan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terkait penanaman pohon di lahan bekas tambang, penguatan pembiayaan melalui CSR sektor usaha, hingga penyediaan bibit tanaman untuk penghijauan TPA,” tutupnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *