google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Segel Kantor Dibuka, Golkar Kota Malang Satukan Barisan

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Malang resmi membuka segel kantor partai yang terpasang lebih dari satu bulan. Pembukaan segel dilakukan secara simbolis pada Minggu (1/2/2026) sore dan berlangsung tanpa dinamika berarti. Momen ini menandai dimulainya kembali seluruh aktivitas kepartaian Golkar Kota Malang secara penuh.

Usai pembukaan segel, agenda dilanjutkan dengan pembacaan susunan pengurus serta rapat pleno perdana DPD Partai Golkar Kota Malang. Rapat tersebut menjadi penegasan bahwa seluruh rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) telah tuntas dan kepengurusan baru dinyatakan sah secara organisasi.

Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang, Djoko Prihatin, menegaskan Musda yang digelar pada 14 Desember 2025 telah menghasilkan kepengurusan definitif periode 2025–2030. Legalitas kepengurusan tersebut ditandai dengan terbitnya Surat Keputusan (SK) dari DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Timur yang diketahui oleh DPP Partai Golkar pada 28 Januari 2026.

“Musda telah menghasilkan kepengurusan definitif. Setelah formatur menyusun struktur, SK diterbitkan oleh DPD Golkar Jawa Timur dan diketahui DPP. Ini menjadi dasar kami mulai bekerja,” ucap Djoko.

Ia menjelaskan, pasca-Musda, tahapan organisasi dilanjutkan dengan penetapan formatur kepengurusan pada 14 Januari 2026. Usulan formatur tersebut kemudian diproses hingga terbitnya SK kepengurusan sebagai produk final Musda.

Dengan dibukanya kembali kantor partai, Djoko memastikan Golkar Kota Malang langsung bergerak. Rapat pleno perdana digelar bersama jajaran pengurus harian serta Fraksi Golkar DPRD Kota Malang sebagai langkah awal konsolidasi internal.

“Kami ingin membangun Golkar yang maju, modern, dan solutif. Golkar harus hadir memberi kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kota Malang,” tegas Djoko.

Djoko juga menekankan komitmennya untuk menuntaskan seluruh dinamika internal yang sempat terjadi, termasuk persoalan perselisihan dan penyegelan kantor. Menurutnya, kantor DPD Golkar adalah rumah bersama seluruh kader yang harus kembali menjadi pusat aktivitas dan konsolidasi.

“Kantor ini rumah bersama. Setelah dibuka, kami langsung bekerja dan merangkul seluruh kader tanpa kecuali,” katanya.

Terkait proses Musda, Djoko mengungkapkan sempat muncul tiga kandidat ketua, yakni dirinya, Rudi, dan Abah Anton. Namun melalui mekanisme organisasi dan rapat formatur, akhirnya ditetapkan satu ketua terpilih sesuai aturan partai.

“Golkar adalah rumah besar. Tidak boleh ada kader yang merasa lebih besar dari partai. Target kami jelas, meningkatkan perolehan suara dan kursi di DPRD Kota Malang serta berkontribusi maksimal pada Pilkada dan Pemilu mendatang,” seru mantan ketua HIPMI Kota Malang itu.

Sementara itu, Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Malang, Suryadi, menyatakan kepengurusan periode 2025–2030 akan langsung tancap gas dengan agenda utama konsolidasi internal. Ia menegaskan Golkar selalu membuka ruang dialog bagi seluruh kader.

“Langkah awal kami adalah konsolidasi dan menyatukan barisan. Dinamika yang terjadi justru menunjukkan Golkar sebagai partai yang hidup dan terbuka. Beban kita pik encourage bersama,” ujar alumni HMI UB itu.

“Dengan kepengurusan baru dan dibukanya kembali kantor partai, Golkar Kota Malang menargetkan soliditas organisasi sebagai fondasi menghadapi agenda politik ke depan,” tandasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *