google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Semangat Kolektif IMM di UMM, Bahlil Ajak Mahasiswa Jadi Mitra Kritis

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Malang, iKoneksi.com – Tanwir XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) resmi dibuka dengan gegap gempita di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (29/10/2025) sore. Ribuan kader IMM dari berbagai penjuru Indonesia memadati ruangan besar itu, menandai dimulainya salah satu agenda strategis terbesar organisasi mahasiswa Islam tersebut tahun ini.

Dengan tema Energi Kolektif untuk Negeri”, acara tersebut menjadi panggung semangat kolaboratif kaum muda Islam yang berkomitmen untuk berperan aktif dalam pembangunan bangsa. Tidak hanya menjadi ajang konsolidasi ide dan gagasan, Tanwir kali ini juga menggambarkan bagaimana mahasiswa Muhammadiyah berupaya menyalakan api kebangsaan di tengah dinamika sosial dan politik yang kian kompleks.

Acara dibuka secara resmi oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Bahlil Lahadalia, yang hadir sebagai keynote speaker. Turut hadir pula Ketua PP Muhammadiyah Agung Danarto, Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najmudin, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik. Deretan tokoh nasional ini menjadi bukti kuat bahwa Tanwir IMM bukan sekadar agenda internal, tetapi juga ruang pertemuan gagasan antara pemerintah, akademisi, dan generasi muda.

Fokus Energi Bersih dan Kemandirian Bangsa

Dalam pidatonya, Bahlil Lahadalia menekankan pentingnya arah kebijakan energi nasional yang kini berorientasi pada transisi energi bersih dan kemandirian produksi dalam negeri. Ia menjelaskan bahwa pemerintah tengah memperkuat program pencampuran bahan bakar berbasis etanol dari hasil bumi seperti jagung, tebu, dan singkong sebuah langkah nyata mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak mentah.

“Kita tidak boleh terus bergantung pada impor. Indonesia punya sumber daya alam yang melimpah. Sudah saatnya rakyat menjadi tuan di negerinya sendiri,” tegas Bahlil di hadapan ribuan mahasiswa yang menyimak antusias.

Menurutnya, hingga Oktober 2025, produksi minyak nasional telah mencapai 650 ribu barel per hari, sejalan dengan target dalam APBN. Pemerintah menargetkan pada tahun 2029 angka tersebut meningkat menjadi 900 ribu barel per hari.

Tidak hanya fokus pada minyak dan gas, Bahlil juga menyinggung program elektrifikasi nasional yang ditujukan untuk menjangkau seluruh pelosok Tanah Air.

“Program elektrifikasi ini akan menjangkau hingga pelosok Papua, NTT, dan Maluku. Tidak boleh ada lagi desa tanpa listrik,” ujarnya penuh optimisme.

Bahlil: Kritik Diterima, Tapi Datanglah dengan Data

Salah satu bagian yang paling menyita perhatian peserta adalah ketika Bahlil berbicara langsung kepada mahasiswa tentang pentingnya menjadi mitra kritis pemerintah. Ia menegaskan, pemerintah tidak anti kritik, bahkan terbuka untuk berdialog secara terbuka dan intelektual.

“Silakan kritik saya. Tapi datanglah dengan data, bukan emosi,” ujarnya disambut tepuk tangan dan tawa peserta.
“Saya terbuka untuk dialog, bahkan kalau mau diskusi dari jam tujuh pagi sampai tujuh pagi lagi, saya siap,” ungkapnya, membuat suasana Dome UMM semakin hangat.

Pernyataan itu sontak menimbulkan semangat tersendiri di kalangan mahasiswa. Dalam konteks politik yang kerap diwarnai polarisasi dan disinformasi, ajakan Bahlil untuk berdialog dengan basis data dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap nalar kritis kaum muda.

Apresiasi untuk IMM dan Harapan untuk Negeri

Di penghujung acara, Bahlil menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader IMM yang hadir dengan semangat tinggi. Ia menilai IMM memiliki peran historis dalam menjaga nilai-nilai Islam, nasionalisme, dan kebangsaan.

“Selamat bermusyawarah, teruslah berkontribusi dengan energi kolektif untuk negeri,” lugasnya.

Momen pembukaan Tanwir kemudian ditandai dengan pemukulan Kecambi, simbol dimulainya forum tertinggi IMM tersebut. Bahlil melakukan pemukulan itu bersama Ketua PP Muhammadiyah Agung Danarto, BPH UMM, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, serta Ketua Umum DPP IMM Riyan Betra Delza.

Semangat Baru dari Kampus Putih

Kehangatan sore itu di Dome UMM bukan hanya karena kehadiran pejabat dan tokoh penting, tetapi juga oleh energi luar biasa dari ribuan kader IMM yang datang dengan satu semangat: menyatukan energi kolektif untuk kemajuan Indonesia.

Dari Tanwir XXXIII ini, harapan besar kembali dinyalakan mahasiswa bukan sekadar pengkritik, melainkan juga mitra aktif dalam membangun masa depan bangsa yang mandiri, berdaulat energi, dan berkeadilan sosial.

“Tanwir IMM 2025 di Malang bukan sekadar forum. Ia adalah cermin semangat generasi muda Islam untuk menjadi pelita di tengah perubahan zaman,” tandasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *