google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Setya Novanto Muncul Lagi di Golkar, Ada Apa?

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, iKoneksi.com – Kehadiran mantan Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto, dalam acara peresmian lapangan padel di Kantor DPP Partai Golkar kembali memantik perhatian publik. Sosok yang sempat menjadi pusat sorotan akibat kasus korupsi e-KTP itu kini kembali melangkah masuk ke kantor partai beringin setelah sekian lama absen dari aktivitas politik arus utama. Banyak yang bertanya-tanya: apakah kemunculan ini sekadar memenuhi undangan, atau ada manuver politik yang tengah disiapkan?

Acara peresmian fasilitas olahraga yang digelar pada Minggu (9/11) itu dipimpin langsung oleh Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dan dihadiri sejumlah tokoh besar Golkar lainnya. Namun, kehadiran Setya Novanto yang baru bebas bersyarat pada Agustus 2025 menjadi sorotan utama karena bertepatan dengan momentum konsolidasi internal Golkar di bawah pimpinan Bahlil.

Undangan Khusus dari DPP: Bentuk Penghormatan atau Sinyal Politik?

Ketua DPP Golkar, Dito Ariotedjo, mengonfirmasi bahwa kehadiran Setya Novanto merupakan undangan resmi dari pimpinan partai. Menurutnya, acara tersebut memang ditujukan untuk meresmikan fasilitas olahraga sekaligus mempererat silaturahmi di internal partai.

“Pak Setnov diundang dalam kapasitas beliau sebagai mantan Ketua Umum Golkar dalam acara peresmian fasilitas olahraga DPP Golkar oleh Ketum Pak Bahlil,” kata Dito.

Dito juga menyebut tidak hanya Setnov yang menerima undangan, tetapi juga beberapa mantan ketua umum lainnya, termasuk Aburizal Bakrie. Langkah ini disebut sebagai tradisi penghormatan terhadap para tokoh senior yang pernah menjadi nahkoda partai.

Namun, kehadiran Setnov dalam momentum penting ini tetap menimbulkan spekulasi. Di tengah upaya Golkar membangun soliditas di bawah Bahlil, munculnya kembali tokoh yang memiliki rekam jejak kontroversial tentu menghidupkan kembali perbincangan publik tentang masa depan partai.

Ditegaskan: Tidak Ada Pembahasan Soal Jabatan DPP untuk Setnov

Dito menepis anggapan kemunculan Setya Novanto terkait pembicaraan mengenai peluang dirinya kembali masuk jajaran pengurus DPP Golkar. Menurutnya, hal itu sama sekali tidak dibahas dalam pertemuan tersebut.

“Tidak ada. Beliau ini sangat cinta Golkar. Ada di pengurus atau tidak, pasti masih ingin men-support Golkar bersama Pak Bahlil,” tegas Dito.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa Golkar ingin menegaskan garis batas yang jelas: Setnov hadir sebagai tamu, bukan sebagai aktor politik yang langsung kembali berkegiatan penuh. Meski begitu, loyalitas Setnov terhadap Golkar diakui masih kuat.

Yahya Zaini: Setnov Hadir Sebagai Tamu, Bukan Aktifis Partai

Ketua Bidang Organisasi DPP Golkar, Yahya Zaini, menguatkan pernyataan Dito. Ia menekankan bahwa undangan untuk Setya Novanto diberikan sebagai bentuk penghormatan atas posisi yang pernah diembannya.

“Beliau hanya menghadiri undangan DPP sebagai tamu, sebagai bentuk penghormatan kepada beliau sebagai mantan Ketua Umum Golkar,” kata Yahya.

Yahya kemudian menambahkan bahwa Setnov sepenuhnya memahami batasan hukum dan etika. Meski telah bebas bersyarat, ia belum dapat aktif kembali dalam struktur kepengurusan partai.

“Beliau paham belum bisa aktif lagi di Partai Golkar sebagai pengurus. Forum itu sekaligus sebagai silaturahmi dengan ketua umum dan para pengurus DPP,” ujarnya.

Pernyataan ini mempertegas bahwa kehadiran Setnov masih dalam koridor sosial, bukan struktural. Meski begitu, ruang silaturahmi politik terkadang menjadi pintu bagi pembicaraan yang lebih besar di kemudian hari.

Momentum Strategis: Golkar Bersiap Menyongsong Arah Baru

Peresmian lapangan padel di kantor DPP bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini merupakan bagian dari agenda pembaruan internal yang dilakukan Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia untuk memperkuat solidaritas kader dan modernisasi fasilitas partai. Di tengah upaya pembaruan itu, kehadiran tokoh-tokoh senior seperti Setnov dan Aburizal Bakrie memiliki simbol tersendiri.

Pertanyaannya kini: apakah ini menjadi tanda bahwa Golkar sedang membangun kembali jembatan politik dengan figur-figur masa lalu?

Meski pimpinan partai telah menegaskan bahwa Setnov tidak akan masuk dalam kepengurusan, sejarah politik Indonesia menunjukkan bahwa simbol, kedekatan, dan gestur sering kali menjadi indikator perubahan yang lebih besar.

Masyarakat Masih Mengamati: Antara Penerimaan dan Keraguan

Publik tentu masih mengingat jelas kasus korupsi e-KTP yang menjerat Setnov. Kebebasannya pun tidak lepas dari sorotan, termasuk gugatan terkait status bebas bersyarat yang masih menuai polemik.

Kehadirannya di acara resmi DPP Golkar memunculkan dua reaksi: sebagian melihatnya sebagai langkah konsolidasi biasa, tetapi sebagian lainnya menilai ini sebagai tanda “pemanasan mesin politik” seorang Setya Novanto yang pernah sangat berpengaruh di tubuh Golkar.

Di tengah situasi politik menuju pemantapan kepemimpinan Bahlil, kemunculan tokoh sebesar Setnov walau hanya sebagai tamu tetap saja menimbulkan tanda tanya besar di balik dinamika internal partai.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *