google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Sidang AD-ART BEM UM Tegaskan Komitmen Kelembagaan Mahasiswa

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Malang (BEM UM) periode 2025/2026 membuka lembaran kepemimpinannya dengan menyelenggarakan Sidang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART), Ahad (2/3/2025), di Sekretariat Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) UM. Sidang yang berlangsung dari pukul 13.30 hingga 20.00 WIB ini bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi awal pembentukan sistem kelembagaan yang lebih transparan, akuntabel, dan responsif terhadap dinamika mahasiswa.

Membahas Poin Kritis Kelembagaan
Rosa, ketua pelaksana Sidang AD-ART BEM UM 2025/2026, menyebutkan agenda sidang kali ini berfokus pada pembahasan mendalam berbagai poin strategis dalam struktur kelembagaan BEM UM. Mulai dari struktur organisasi, pembagian tugas dan fungsi setiap kementerian, hingga mekanisme pelaksanaan program kerja dan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) bagi tiap unit kerja.

“Poin-poin tersebut tak hanya penting dari segi administratif, tetapi juga menjadi panduan utama dalam mewujudkan tata kelola organisasi yang sistematis dan adaptif terhadap tantangan masa kini. Sidang ini bukan hanya membahas aturan, tapi juga merumuskan arah gerak BEM ke depan,” ungkap Rosa.

Hadir Lengkap, Komitmen Menyala

Meski digelar di bulan Ramadan, partisipasi peserta tetap tinggi. Seluruh anggota BEM UM 2025/2026, termasuk Badan Pengurus Harian (BPH), tujuh kementerian, dan satu biro, hadir dalam sidang.

“Alhamdulillah hampir semua kementerian hadir. Mungkin hanya satu dua yang berhalangan,” kata Rosa.

“Kehadiran hampir penuh ini menjadi bukti nyata akan komitmen kolektif seluruh elemen organisasi untuk membangun pondasi kelembagaan yang kokoh sejak awal masa kepengurusan,” seru Rosa.

Penyusunan Draf oleh Tim Internal

Menurutnya proses penyusunan draf AD-ART dilakukan secara kolaboratif oleh Kementerian Agitasi dan Advokasi Propaganda bersama BPH BEM UM. Draf tersebut kemudian dipaparkan di hadapan forum oleh presidium dari DPM UM, sebelum dibuka untuk diskusi terbuka. Setiap pasal dibahas satu per satu secara rinci. Forum diberi ruang seluas-luasnya untuk menyampaikan kritik, saran, maupun usulan perbaikan atas draf yang diajukan.

“Mekanisme ini mencerminkan semangat demokrasi deliberatif yang ingin dijunjung oleh BEM UM dalam menjalankan roda organisasi,” tegas Rosa.

Pengambilan Keputusan Secara Musyawarah

Salah satu ciri khas dari Sidang AD-ART ini diungkapkan Rosa adalah pengambilan keputusan yang dilakukan melalui mekanisme musyawarah mufakat. Pendekatan ini dianggap penting agar keputusan yang dihasilkan benar-benar inklusif dan disepakati oleh seluruh peserta sidang.

“Dalam proses diskusi yang cukup panjang, tidak jarang muncul perbedaan pendapat. Namun semua peserta menunjukkan kedewasaan berorganisasi dengan tetap menjaga suasana sidang yang kondusif dan produktif,” terangnya.

Dedikasi Tinggi Meski Berpuasa

Menariknya, meskipun sidang berlangsung di tengah suasana puasa Ramadan, semangat para peserta tak surut sedikit pun. Mereka tetap aktif berdiskusi hingga larut malam. Bahkan ketika beberapa pasal menimbulkan perdebatan cukup panjang, para peserta tetap fokus dan menjaga integritas forum.

“Dedikasi ini mencerminkan komitmen serius dari BEM UM untuk mengelola organisasi dengan penuh tanggung jawab dan semangat kolektif. Bahwa pengabdian terhadap mahasiswa tak mengenal batas waktu atau situasi,” tekan Rosa.

Landasan Kuat untuk Masa Kepengurusan

Dokumen AD-ART yang disahkan dalam sidang ini akan menjadi landasan hukum bagi seluruh program dan kebijakan yang diambil BEM UM selama periode 2025/2026. Di dalamnya tercermin semangat pembaruan, kesetaraan, dan kepekaan terhadap kebutuhan mahasiswa.

“Lebih dari itu, AD-ART ini akan menjadi alat evaluasi dan kontrol untuk menjaga arah gerak organisasi agar tetap sesuai visi misi dan harapan mahasiswa UM. Dengan disahkannya dokumen ini, BEM UM resmi memulai babak baru dalam perjalanannya sebagai organisasi mahasiswa yang progresif dan berintegritas,” jelas Rosa.

“Melalui sidang ini, BEM UM menunjukkan pembangunan kelembagaan yang solid harus dimulai dari tata kelola yang rapi dan demokratis. Dan semua itu dimulai dari keberanian menyusun, mendiskusikan, serta menetapkan AD-ART secara kolektif dan terbuka,” pungkas Rosa. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *