google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Soetarto Soroti Dampak Krisis Global dalam Sarasehan PA GMNI Sumut

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Medan, iKoneksi.com — Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD PA GMNI) Sumatera Utara menggelar sarasehan dan buka puasa bersama yang berlangsung hangat dan penuh keakraban di Mauliate Coffee Tasbih-2, Sabtu (14/3/2026). Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus diskusi strategis terkait kondisi sosial, ekonomi, hingga isu hak asasi manusia di tengah dinamika global.

Ketua DPD PA GMNI Sumatera Utara, Soetarto, menegaskan momentum Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai ibadah spiritual semata, tetapi juga harus menjadi titik tolak meningkatkan kepedulian terhadap kondisi masyarakat.

“Bulan puasa ini harus menjadi momentum bagi kita untuk lebih peduli terhadap nasib rakyat, sekaligus membangun optimisme di tengah tekanan sosial ekonomi yang kita hadapi,” kata Soetarto.

Ia menyoroti kondisi global yang turut memengaruhi stabilitas dalam negeri, termasuk dampak konflik internasional yang berimbas pada sektor ekonomi. Menurutnya, situasi tersebut tidak boleh membuat masyarakat kehilangan harapan, melainkan harus menjadi dorongan untuk memperkuat solidaritas dan kebersamaan.

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Keluarga Besar Marhaeninis (KBM) Sumut Prof. Kusbianto, Sekretaris KBM Sumut Dr. Hisar Siregar, serta jajaran pengurus PA GMNI Sumut dan para senior organisasi. Hadir pula Komisioner Komnas HAM, Saurlin Siagian, yang memberikan perspektif terkait kondisi nasional, khususnya di bidang sosial, ekonomi, dan hak asasi manusia.

Dalam sambutannya, Ketua Keluarga Besar Marhaeninis (KBM) Sumut Prof. Kusbianto, menekankan pentingnya menjaga eksistensi dan soliditas KBM Sumut. Ia mengingatkan bahwa nilai-nilai marhaenisme yang diajarkan Bung Karno harus terus diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Nilai kebersamaan dan gotong royong harus terus kita perkuat sebagai identitas bangsa Indonesia,” tutur Kusbianto.

Sementara itu, Komisioner Komnas HAM, Saurlin Siagian, menguraikan dampak konflik global terhadap kondisi dalam negeri, termasuk potensi tekanan ekonomi dan berbagai persoalan HAM yang dapat muncul sebagai efek lanjutan. Ia menegaskan bahwa situasi global yang tidak stabil akan selalu membawa implikasi bagi Indonesia.

“Kita semua elemen bangsa harus tetap bahu-membahu, menjaga semangat, dan terlibat aktif dalam pembangunan demi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Menurut Soetarto sarasehan ini menjadi forum penting untuk menyatukan pandangan dan memperkuat komitmen para alumni GMNI dalam menghadapi tantangan zaman.

“Diskusi yang berlangsung tidak hanya menyoroti persoalan, tetapi juga menghadirkan semangat solusi berbasis nilai kebangsaan,” terang Wakil Ketua II DPRD Sumut itu.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang semakin mempererat tali silaturahmi antar peserta. Soetarto membeberkan suasana kekeluargaan yang terbangun menjadi simbol kuat bahwa di tengah berbagai tantangan, persatuan tetap menjadi fondasi utama.

“Melalui kegiatan ini, PA GMNI Sumatera Utara menegaskan perannya sebagai bagian dari elemen bangsa yang aktif dalam merespons isu-isu strategis, sekaligus menjaga nilai-nilai ideologis agar tetap relevan di tengah perubahan zaman,” pungkas Soetarto.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *