google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Tiga Santri Hilang Diterjang Ombak Pantai Balekambang

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Malang, iKoneksi.com – Musibah kembali menghantam dunia pariwisata Jawa Timur. Lima santri dari Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, terseret ombak saat berenang di Pantai Balekambang, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Rabu (9/4/2025) siang. Tiga di antaranya hingga kini masih dinyatakan hilang, sementara dua lainnya berhasil diselamatkan berkat aksi heroik seorang turis asal Jerman dan seorang pemandu wisata lokal.

Ombak Menjadi Petaka di Tengah Keceriaan

Insiden memilukan itu terjadi saat rombongan tujuh santri tiba di Pantai Balekambang menggunakan mobil Toyota Sigra bernomor polisi N 1855 AAM. Mereka sebelumnya sempat menikmati wisata di Kota Batu sebelum melanjutkan perjalanan ke pantai selatan yang memang terkenal akan pesona lautnya—namun juga menyimpan bahaya karena ombak yang kerap tak terduga. Setibanya di pantai, enam santri memutuskan untuk berenang. Salah satu dari mereka keluar lebih dulu dari air untuk menunaikan salat. Namun tak berselang lama, lima lainnya terseret ombak besar yang datang tiba-tiba.

AKP Totok Suprapto, Kapolsek Bantur, menjelaskan saat insiden terjadi, suasana pantai sedang cukup ramai. Namun, gelombang laut mendadak ganas dan menyeret lima santri ke tengah laut.

“Ombaknya cukup besar. Tiba-tiba mereka terseret ke tengah, dan situasi berubah menjadi panik,” ungkapnya.

Aksi Heroik Turis dan Pemandu Selamatkan Dua Santri

Di tengah kepanikan itu, Totok menyebutkan dua penyelamat tak terduga muncul dari keramaian wisatawan. Mereka adalah Helena Lindner, seorang turis asal Jerman, dan Rio Candra Hidayat, pemandu wisata asal Kabupaten Probolinggo. Tanpa pikir panjang, keduanya langsung terjun ke laut untuk menolong para korban.

“Berkat keberanian dan kesigapan mereka, dua santri berhasil ditarik ke tepian dalam keadaan selamat. Keduanya diketahui bernama Andi Khoirul Raffi (16) dan Kayy Yugo (15). Mereka langsung dilarikan ke Puskesmas Bantur untuk mendapatkan perawatan medis. Alhamdulillah, kondisi mereka mulai membaik dan kini sedang dalam pengawasan medis,” ujar Totok.

“Sayangnya, tiga santri lainnya masih belum ditemukan. Mereka adalah Lutfi Munawar (15), Yasir Arafat Inninawa (15), dan Fahmi Sirilah (15),” sambungnya.

Tim Gabungan Kerahkan Segala Upaya Pencarian

Pasca kejadian, tim gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan relawan segera dikerahkan untuk melakukan pencarian. Perahu karet dan drone digunakan untuk menyisir wilayah perairan sekitar Pantai Balekambang. Fokus pencarian juga diperluas ke area yang diyakini sebagai zona pusaran ombak.

Namun, hingga berita ini diturunkan, hasil pencarian masih nihil. Kondisi cuaca yang mulai memburuk turut menyulitkan proses pencarian.
“Kami masih terus melakukan pencarian hingga batas waktu maksimal operasi. Doakan semoga ketiganya bisa segera ditemukan,” kata salah satu petugas Basarnas di lokasi.

Perhatian Terhadap Keamanan Wisata Bahari

Peristiwa ini disebutkan Totok kembali mengingatkan publik akan pentingnya keselamatan di kawasan wisata bahari, terutama pantai-pantai selatan Jawa yang dikenal memiliki arus bawah laut sangat kuat.

“Banyak pengunjung yang masih abai terhadap peringatan atau tanda bahaya yang telah disediakan pengelola pantai,” serunya.

Beberapa pegiat wisata bahkan mengkritisi lemahnya pengawasan dan regulasi keselamatan di kawasan pantai populer seperti Balekambang. Minimnya petugas pengawas di lapangan disebut menjadi faktor yang memperbesar risiko kecelakaan.

“Wisatawan domestik dan luar negeri seharusnya dilindungi dengan sistem keamanan yang jelas, bukan sekadar papan peringatan,” ujar seorang pengelola travel yang enggan disebut namanya.

Dukungan dan Doa Terus Mengalir

Mendengar kabar ini, keluarga korban yang berada di Mojokerto langsung menuju lokasi untuk menunggu perkembangan pencarian. Suasana haru menyelimuti tepi pantai, di mana beberapa kerabat terlihat tak kuasa menahan tangis.

Para santri yang selamat, termasuk rekan-rekan mereka di pondok pesantren, kini dalam pendampingan dan diberikan bantuan trauma healing oleh tim psikolog. Sementara pihak ponpes berharap masyarakat ikut mendoakan agar ketiga santri yang hilang bisa ditemukan dalam keadaan selamat.

Kisah ini menyisakan pelajaran penting tentang kehati-hatian saat berwisata di alam terbuka. Keindahan Pantai Balekambang memang menawan, tetapi alam juga bisa berubah menjadi bencana dalam sekejap. Semoga tragedi ini membuka mata semua pihak tentang pentingnya keselamatan, dan mendorong pengelolaan wisata yang lebih berorientasi pada perlindungan pengunjung. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *