google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

TPS3R Dadaprejo Latih Warga Olah Sampah Jadi Eco-Enzim

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com – TPS3R Kelurahan Dadaprejo, Kota Batu, menggelar pelatihan pembuatan eco-enzim dengan melibatkan praktisi lingkungan dan dukungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu. Kegiatan ini menjadi langkah konkret pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus upaya menekan polusi dan bau di tempat pengolahan sampah.

Ketua TPS3R Dadaprejo, Sunarto, mengatakan pelatihan ini menghadirkan praktisi sekaligus mentor eco-enzim, Bukung Ida, yang telah berpengalaman memberikan edukasi di berbagai daerah.

“Hari ini kita praktik langsung pembuatan eco-enzim. Harapannya bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari karena manfaatnya banyak sekali,” ujar Sunarto.

Eco-enzim merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik seperti kulit buah dan sayur yang dicampur gula dan air. Proses pembuatannya membutuhkan waktu sekitar tiga bulan hingga siap pakai. Untuk peserta pelatihan, panitia menyiapkan contoh eco-enzim yang sudah jadi agar bisa langsung digunakan di rumah.

“Setiap peserta kita beri contoh dalam botol kecil. Bahkan sudah disiapkan satu galon eco-enzim matang untuk dibawa pulang,” katanya.

Multifungsi dan Ramah Lingkungan

Sunarto menjelaskan eco-enzim memiliki banyak kegunaan, mulai dari pembersih lantai, pencuci pakaian, peralatan makan, hingga pupuk cair untuk tanaman. Di TPS3R Dadaprejo, cairan ini juga dimanfaatkan untuk mengurangi asap dari insinerator, menekan bau sampah, serta mengendalikan populasi lalat.

“Setengah liter eco-enzim dicampur air bisa membantu mengurangi kepadatan asap pembakaran. Untuk lalat dan bau sampah organik juga sangat efektif,” sebut Sunarto.

Ia menilai inovasi ini relevan terutama saat musim hujan, ketika lalat dan bau sampah meningkat. Eco-enzim bahkan dinilai bisa dimanfaatkan di toko buah atau pusat kuliner untuk mengurangi gangguan lalat.

Sistem Pilah Sampah dari Rumah

Sunarto membeberkan Dadaprejo dikenal sebagai kelurahan yang telah menerapkan pemilahan sampah dari sumbernya. Warga sepakat memisahkan sampah organik dan anorganik sebelum diangkut ke TPS3R.

Pengangkutan sampah organik dilakukan setiap Senin, Rabu, dan Jumat. Sementara sampah anorganik diambil Selasa, Kamis, Jumat, dan Sabtu. Meski masih ada sampah tercampur, petugas tetap menoleransi dalam batas tertentu.

“Kesepakatannya sudah jelas, sampah dipilah dari rumah. Ini jadi modal penting untuk pengolahan lebih lanjut,” tutur Sunarto.

Libatkan 17 Bank Sampah

Sunarto menjelaskan pelatihan ini melibatkan kelompok swadaya masyarakat (KSM), pengelola TPS se-Kota Batu, serta masyarakat sekitar. Di Dadaprejo sendiri terdapat 17 kelompok bank sampah yang mayoritas dikelola ibu-ibu PKK.

“Rata-rata setiap RW memiliki satu hingga tiga bank sampah, tergantung luas wilayah dan jumlah RT. Setiap bulan, bank sampah menyetorkan hasil pilahan ke TPS3R untuk kemudian dikelola atau dijual kembali sebagai barang daur ulang. Setahun kemarin dari 17 bank sampah, total yang kami bayarkan sekitar Rp11 juta dari hasil penjualan plastik, kertas, kardus, hingga besi,” papar Sunarto.

“Dana tersebut biasanya dicairkan menjelang hari raya sebagai tabungan warga,” sambungnya.

Produksi Kompos untuk Tanaman Tahunan

Selain eco-enzim, TPS3R Dadaprejo juga memproduksi kompos dari sampah organik. Rencananya kompos akan dipasarkan kepada petani, terutama untuk tanaman tahunan seperti jeruk dan apel yang banyak dibudidayakan di Batu.

“Kompos dari sini cocok untuk tanaman jangka panjang. Kalau tanaman panen tiga bulan sekali kurang maksimal serapannya,” terang Sunarto.

“Proses produksi kompos dilakukan bertahap, mulai dari pengeringan hingga penggilingan agar lebih halus sebelum dipasarkan,” imbuhnya.

Inisiatif Lokal, Dukungan Kota

Sunarto menegaskan pelatihan eco-enzim merupakan inisiatif TPS3R Dadaprejo yang kemudian mengajak TPS lain di Kota Batu untuk ikut belajar bersama. DLH Kota Batu turut memberikan dukungan agar praktik ini bisa direplikasi.

“Kalau ini berhasil, bisa jadi contoh untuk TPS lain. Yang paling penting, manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” harapnya.

“Dengan pendekatan edukasi dan praktik langsung, TPS3R Dadaprejo berupaya menjadikan pengelolaan sampah bukan sekadar kewajiban, melainkan gerakan bersama yang bernilai ekonomi dan ramah lingkungan,” tandas dia.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *