Kab Malang, iKoneksi.com – Jumlah korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di wilayah Malang terus mengalami peningkatan yang mengkhawatirkan. Dalam waktu singkat, hanya delapan jam, dua orang tewas dalam dua kecelakaan berbeda yang terjadi di Jalan Raya Songsong, Singosari dan Jalan Raya Kurnia, Bululawang pada Selasa (2/6/2025). Insiden ini menjadi pengingat keras betapa pentingnya kewaspadaan di jalan demi keselamatan bersama.
Evakuasi dan Penanganan Korban
Setelah kejadian, warga sekitar sigap melakukan evakuasi jenazah kedua korban kecelakaan di lokasi. Mereka membawa korban untuk mendapatkan pertolongan awal sebelum akhirnya jenazah diserahkan kepada tenaga medis. Proses evakuasi ini sangat penting untuk memastikan korban mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat. Kedua jenazah kemudian dibawa ke RSUD Kanjuruhan untuk tindakan medis lanjutan dan pemeriksaan lebih mendalam.
Kecelakaan Pertama di Jalan Raya Songsong, Singosari
Kecelakaan pertama terjadi sekitar pukul 00.15 dini hari di Jalan Raya Songsong, Desa Ardimulyo, Kecamatan Singosari. Mobil Nissan Grand Livina bernopol B 1135 TKJ yang dikendarai Muhammad Bagus Setiawan (24), warga Blitar, mengalami kecelakaan menabrak bagian belakang truk Isuzu yang sedang mogok.
Menurut Kepala Unit Penegakan Hukum Satlantas Polres Malang, Ipda Samsul Khoirudin, Bagus mengendarai mobil dengan kecepatan sedang dari arah utara menuju selatan, tepatnya dari Lawang menuju Kota Malang. Saat tiba di lokasi, truk Isuzu bernopol N 8440 GB yang dikemudikan Doni Setiawan dari Dampit sedang berhenti di lajur kiri karena mogok akibat kerusakan pada bak perseneleng.
“Pengemudi sudah menyalakan lampu hazard, tapi jarak antara mobil dan truk terlalu dekat sehingga tabrakan tidak terhindarkan,” jelas Samsul.
Akibat tabrakan tersebut, Bagus mengalami luka di tangan kiri, Nia Asmara (26) asal Bengkulu luka di dahi dan bahu kiri, serta Endang Sulistiani (47) dari Kedungkandang, Kota Malang mengalami luka di bahu kiri.
“Ketiganya langsung dilarikan ke RS Prima Husada Singosari untuk perawatan intensif,” tutur Samsul.
Kecelakaan Kedua di Jalan Raya Kurnia, Bululawang
Hanya beberapa jam setelah kecelakaan pertama, sekitar pukul 08.30 pagi, kecelakaan tragis kembali terjadi di Jalan Raya Kurnia, Kecamatan Bululawang. Samsul menyebutkan kali ini, kecelakaan melibatkan sepeda motor Honda Vario bernopol N 3411 LJ yang dikendarai oleh Made Supono (32), warga Karangploso, bersama dua penumpangnya, Nur Suaibah (30) dan Arsyla Putri Umma (2), anggota keluarganya.
Kecelakaan bermula saat sepeda motor tergelincir karena batu di pinggir jalan, menyebabkan motor jatuh ke sebelah kanan. Pada saat yang bersamaan, truk Nissan bernopol L 8962 UO yang dikemudikan Choirul Huda melintas di lokasi dengan jarak yang sangat dekat.
“Motor yang jatuh langsung terseret dan menghantam sisi samping truk,” jelas Samsul.
Benturan keras tersebut mengakibatkan luka serius di kepala Nur Suaibah dan Arsyla Putri, yang sayangnya meninggal dunia di lokasi kejadian.
Faktor Penyebab dan Imbauan Keselamatan
Dari dua kecelakaan ini, dapat disimpulkan Samsul faktor utama penyebab adalah kurangnya kehati-hatian pengendara saat berkendara di jalan raya. Baik mobil maupun motor tidak mampu mengantisipasi kondisi di sekitar sehingga terjadi tabrakan yang fatal.
Samsul mengingatkan pentingnya menjaga jarak aman dengan kendaraan lain, mengendalikan kecepatan sesuai kondisi jalan, dan selalu waspada terhadap situasi di sekitar. Terlebih, pengendara harus selalu siap menghadapi kemungkinan adanya kendaraan mogok atau hambatan lain di lajur jalan.
“Kecelakaan di jalan raya bukan hanya persoalan kerugian materi, tetapi yang paling tragis adalah hilangnya nyawa manusia. Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pengendara agar lebih disiplin dan berhati-hati saat mengemudi. Keselamatan di jalan harus menjadi prioritas utama untuk menghindari insiden serupa yang berulang dan merugikan banyak pihak,” tukas Samsul. (04/iKoneksi.com)




















