google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Trans Jatim Dongkrak Penumpang Angkot di Kota Batu

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com – Operasional Bus Trans Jatim koridor Malang Raya membawa dampak positif bagi transportasi lokal di Kota Batu. Angkutan kota (angkot) di Terminal Kota Batu justru ikut diserbu wisatawan dan warga yang melanjutkan perjalanan setelah turun dari bus berwarna biru tersebut. Aktivitas penumpang yang meningkat membuat sejumlah sopir angkot merasakan berkah di tengah persaingan moda transportasi.

Lonjakan Penumpang Terjadi Setelah Trans Jatim Digratiskan

Koordinator Sopir Angkot Jalur Batu–Landungsari, Aro Sujarwo, menyampaikan bahwa peningkatan penumpang terasa signifikan dalam sepekan terakhir. Menurutnya, jumlah penumpang bertambah sejak Trans Jatim diterapkan secara gratis bagi masyarakat. Banyak penumpang memilih turun di Terminal Batu sebelum melanjutkan perjalanan wisata ke kawasan Songgoriti, Selecta, dan destinasi populer lainnya.

“Ada peningkatan cukup signifikan meski belum merata di semua jalur,” kata Aro, Kamis (27/11/2025).

Ia mengungkapkan mayoritas penumpang memanfaatkan angkot sebagai moda lanjutan setelah Trans Jatim mengantar mereka hingga perbatasan Kota Batu.

Sopir Mulai Legowo, Banyak yang Ingin Alih ke Trans Jatim

Aro menegaskan kehadiran Trans Jatim tidak lagi dipandang sebagai ancaman. Sebaliknya, banyak sopir angkot mulai menerima dan melihat peluang baru dari transportasi publik terintegrasi tersebut. Bahkan, minat sopir untuk bergabung sebagai pengemudi Trans Jatim meningkat.

“Saya cukup kewalahan menampung minat rekan-rekan sopir angkot. Sayangnya kuotanya sudah habis. Kalau nanti dibuka lagi, banyak yang berminat,” ujarnya.

Ia berharap Trans Jatim terus memberikan efek domino yang positif, tidak hanya bagi penumpang, tetapi juga bagi pelaku transportasi lain. Menurutnya, transportasi publik yang murah, eksklusif, dan dapat diakses semua kalangan adalah kebutuhan mendesak bagi kota wisata.

Dishub Jatim: Kekhawatiran Berkurangnya Penumpang Tidak Terjadi

Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur memastikan tidak ada konflik atau penurunan penumpang angkot setelah kehadiran Trans Jatim. Staf Bidang Angkutan Dishub Jatim, Tio Alam Firmansyah, mengatakan bahwa justru yang terjadi adalah sebaliknya.

“Saat weekend saja angkot-angkot penuh dipadati rombongan,” ungkap Tio.

Ia menjelaskan operasional Trans Jatim memberikan dampak lanjutan berupa meningkatnya kunjungan wisatawan ke Kota Batu. Hal itu menurutnya berimbas pada bergeraknya kembali angkutan dalam kota yang sebelumnya sempat sepi.

Sinergi Transportasi untuk Hidupkan Pariwisata Batu

Tio menilai kehadiran Trans Jatim bukan hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga menghidupkan ekosistem transportasi lokal. Integrasi antar moda dinilai mampu mendukung geliat pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi Kota Batu.

“Yang diupayakan tidak hanya memudahkan masyarakat, namun menghidupkan kembali sarana transportasi dan meramaikan objek wisata di Kota Batu,” jelasnya.

“Dengan keadaan yang berbalik dari kekhawatiran awal, Dishub Jatim optimistis sinergi antara Trans Jatim dan angkot akan terus membaik serta memberikan manfaat lebih luas bagi warga, sopir, dan pelaku wisata di Kota Batu,” pungkas Tio.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *