google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

UB Kembali Tembus Peringkat Dunia, Bukti Transformasi Menuju Kampus Riset Global

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Universitas Brawijaya (UB) kembali menorehkan prestasi gemilang di panggung internasional. Dalam pemeringkatan Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2026, UB berhasil masuk dalam klaster 1501+ dunia, sejajar dengan universitas besar seperti IPB University, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Diponegoro (Undip). Pencapaian ini menandai langkah maju UB sebagai salah satu universitas riset paling progresif di Indonesia.

Lonjakan Skor yang Mengesankan

Dalam pemeringkatan tersebut, UB mencatat skor rata-rata 26,9, yang terdiri atas lima pilar utama: Teaching (24,9), Research Environment (13,3), Research Quality (23,7), Industry (36,2), dan International Outlook (43,8).

Capaian ini bukan sekadar angka, tetapi cerminan nyata dari transformasi UB selama enam tahun terakhir. Berdasarkan data THE, seluruh indikator UB menunjukkan tren peningkatan positif sejak 2020.

Peningkatan paling menonjol terjadi pada Research Quality, yang melonjak hampir 186 persen dari skor 8,3 pada 2020 menjadi 23,7 pada 2026. Lonjakan ini menandakan peningkatan kualitas riset, publikasi, dan kolaborasi internasional yang dilakukan oleh sivitas akademika UB.

“Ini bukti UB kini bukan hanya produktif menulis, tetapi juga diakui secara global karena kualitas dan dampaknya,” kata Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc, kepada iKoneksi.com

Kualitas Pembelajaran Semakin Kompetitif

Pilar Teaching juga menunjukkan kemajuan signifikan. Skornya naik dari 16,0 menjadi 24,9, meningkat 55,6 persen dalam enam tahun terakhir. Kenaikan ini menandakan penguatan sistem pembelajaran berbasis riset di seluruh fakultas.

UB secara konsisten meningkatkan kualitas tenaga pengajar, memperluas program internasional, serta memperkuat sistem pembelajaran berbasis inovasi dan teknologi digital.

“UB kini tidak hanya berfokus pada kuantitas mahasiswa dan lulusan, tetapi juga memastikan kualitas pembelajaran yang setara dengan universitas global,” tutur Widodo.

Riset dan Industri Berjalan Beriringan

Widodo menyebutkan salah satu indikator yang paling menarik perhatian adalah Industry, yang sempat menurun akibat pandemi COVID-19. Skor yang anjlok menjadi 20,4 pada 2024 kini berhasil bangkit menjadi 36,2 pada 2026 hampir menyamai rekor pra-pandemi (36,3 pada 2020).

“Capaian ini menunjukkan pulihnya hubungan kemitraan antara UB dengan dunia industri, baik dalam bidang riset terapan, teknologi, maupun inkubasi bisnis mahasiswa,” jelasnya.

Menurut Prof. Imam Santoso, Wakil Rektor Bidang Akademik, capaian UB adalah hasil dari keseimbangan antara riset dan inovasi.

“Tren positif di lima pilar ini membuktikan UB semakin matang sebagai universitas riset. Tantangan kami berikutnya adalah menjaga konsistensi mutu agar UB bisa menembus klaster 1201–1500 global dalam dua tahun ke depan,” ujarnya.

Jejaring Internasional Kian Kuat

Imam menuturkan tak kalah penting, International Outlook tetap menjadi pilar terkuat UB dengan skor 43,8, naik 22,7 persen sejak 2020. Indikator ini mencerminkan meningkatnya jumlah kolaborasi riset internasional, mahasiswa asing, dan program pertukaran akademik. UB kini menjadi salah satu universitas dengan jejaring global terluas di kawasan ASEAN, berkat kemitraan dengan kampus-kampus dari Jepang, Belanda, Australia, dan Korea Selatan.

“UB juga aktif dalam proyek riset lintas negara dan menjadi tuan rumah sejumlah konferensi akademik internasional. Hal ini mempertegas posisi UB sebagai motor akademik di Indonesia timur dan pusat kolaborasi riset global di Asia Tenggara,” terang Imam.

Menuju Kampus Riset Kelas Dunia

Widodo membeberkan peningkatan di semua aspek tersebut menandai arah transformasi UB menuju World Class Research University. Dengan konsistensi kenaikan skor dari tahun ke tahun, UB optimistis dapat menembus klaster 1000+ global pada THE WUR mendatang.
Bagi UB, capaian ini bukan hanya tentang peringkat, tetapi tentang membangun ekosistem akademik yang berdampak—baik bagi masyarakat, industri, maupun masa depan pendidikan tinggi Indonesia.

“UB kini bukan sekadar kampus besar di Malang. UB sedang membuktikan diri sebagai pusat inovasi yang memberi kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan dan daya saing bangsa,” ungkap Widodo.

“Dengan prestasi yang terus menanjak, Universitas Brawijaya menegaskan eksistensinya di panggung dunia dari jantung Kota Malang, melangkah menjadi universitas riset kelas global yang membanggakan Indonesia,” pungkas Widodo. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *