google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Universitas Ma Chung Bongkar Realita Promosi Kerja, Mahasiswa Diajak Siap Hadapi Dunia Profesional

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Universitas Ma Chung menggelar kelas karier bertajuk The Talent Lab: Menguak Misteri di Balik Jenjang Promosi pada Kamis (12/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Balai Pertiwi kampus tersebut menghadirkan praktisi sumber daya manusia untuk membedah realitas dunia kerja sekaligus strategi meniti karier bagi generasi muda.

Dalam forum tersebut, mahasiswa diingatkan bahwa keberhasilan di dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik. Lebih dari itu, kesiapan mental, kemampuan beradaptasi, serta sikap profesional menjadi faktor kunci dalam menentukan perkembangan karier.

Rektor Universitas Ma Chung, Stefanus Yufra M. Taneo, menegaskan masa kuliah merupakan fase penting yang harus dimanfaatkan secara maksimal.

“Empat tahun masa kuliah adalah kesempatan berharga yang tidak akan terulang. Gunakan waktu ini untuk memperkaya pengalaman dan belajar dari praktisi, karena itu akan menentukan masa depan karier,” kata Stefanus.

Kegiatan ini menghadirkan Fanny Darsono, Commissioner & Human Resources Manager PT Arthawenasakti Gemilang, sebagai narasumber utama. Ia membagikan pengalaman sekaligus fakta lapangan terkait dinamika dunia kerja yang dihadapi generasi muda, khususnya generasi Z.

Dalam pemaparannya, Fanny mengungkap data yang cukup mencengangkan. Berdasarkan riset PwC tahun 2026, hanya sekitar 10,2 persen generasi Z yang mampu meraih promosi jabatan dalam 18 bulan pertama bekerja. Angka tersebut menjadi sinyal kuat persaingan di dunia kerja semakin ketat dan menuntut kesiapan lebih dari sekadar kemampuan akademik.

“Ini menunjukkan pentingnya pengembangan kompetensi secara konsisten. Tidak cukup hanya pintar, tapi juga harus adaptif dan terus belajar,” jelasnya.

Fanny juga menekankan pentingnya sikap rendah hati bagi karyawan baru. Menurutnya, kemampuan untuk mendengarkan, mengamati, dan memahami budaya kerja menjadi bekal penting agar individu dapat berkembang lebih cepat.

Ia menilai, perubahan pasar yang berlangsung cepat menuntut setiap individu untuk terus beradaptasi dengan berbagai dinamika yang ada.

“Dengan kemampuan menyesuaikan diri, seseorang akan lebih siap menghadapi tantangan sekaligus menangkap peluang di dunia kerja,” katanya.

Tak hanya soal kompetensi, aspek kesehatan mental dan fisik juga menjadi perhatian dalam kelas karier tersebut. Fanny mengingatkan mahasiswa agar mampu menjaga keseimbangan selama masa perkuliahan. Kondisi cemas atau anxious, menurutnya, dapat berdampak langsung terhadap performa belajar maupun kerja.

“Kalau kalian anxious, itu bisa memengaruhi kesehatan dan fokus. Jangan sampai mengalami brain fog, karena itu akan menghambat kemampuan menerima dan mengolah informasi,” terang Fanny.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan Fanny memiliki gambaran yang lebih realistis mengenai dunia kerja. Tidak hanya memahami peluang, tetapi juga tantangan yang harus dihadapi sejak awal karier.

“Kelas karier ini sekaligus menjadi upaya kampus dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan mental, keterampilan adaptif, dan daya saing tinggi di dunia profesional,” pungkas Fanny.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *