google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Video Viral Tolak Salam, Hasyim Djojohadikusumo Kecewa dengan Maruarar Sirait

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, iKoneksi.com – Sebuah video yang menunjukkan Utusan Khusus Presiden untuk Iklim, Hashim Djojohadikusumo, menolak untuk bersalaman dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Kejadian ini terjadi pada Rabu (8/1/2025), di Istana Merdeka, Jakarta, saat acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) 1 Juta Rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah, sebuah proyek besar yang melibatkan kerjasama antara Indonesia dan Qatar.

Video tersebut kini viral dan mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Salah satu yang menyoroti kejadian ini adalah Pegiat Media Sosial, Palti Hutabarat. Dalam unggahannya di X, Palti menyebut bahwa sikap Hashim yang menolak bersalaman dengan Maruarar menunjukkan adanya ketegangan yang mungkin terjadi di balik layar.

“Video heboh Hasyim dan Ara tidak bersalaman ternyata peristiwa tanggal 8 Januari waktu MoU dengan Qatar soal bantuan perumahan,” tulis Palti dalam unggahannya, Senin (13/1/2025).

Menurut Palti, penolakan salaman tersebut mungkin terkait dengan kekecewaan Hashim terhadap Maruarar, khususnya mengenai kinerja menteri tersebut dalam acara yang berkaitan dengan investor perumahan. Palti berspekulasi sikap tersebut muncul setelah Hashim mendengar presentasi dari Maruarar yang dianggap kurang meyakinkan.

“Hasyim sepertinya sangat kecewa dengan kualitas penyampaian Ara kepada Investor. Mungkin Hasyim waktu dengar bacotnya Ara kayak hebat kali tahunya cuma omongan orang di lapo tuak yang jago ngomong kalau sudah mabok,” ujar Palti dalam cuitannya.

Kekecewaan tersebut semakin jelas ketika Palti menjelaskan bahwa investor yang hadir dalam acara tersebut berasal dari jejaring Hashim, bukan dari Maruarar sebagai menteri.

“Parahnya, investor Qatar tersebut didapatkan Hashim bukan dari Ara,” sebut Palti.

Dengan kata lain, menurut Palti, kontribusi Maruarar dalam membawa investor untuk proyek besar ini dipertanyakan. Selain itu, Palti juga mencurigai adanya ketidakjelasan dari beberapa investor dalam negeri yang disebut-sebut oleh Maruarar, termasuk yang dikenal dengan sebutan 9 naga, yang belakangan disebut-sebut berinvestasi dalam proyek perumahan.

“Sementara investor dalam negeri seperti 9 naga yang jadi jualan Ara untuk jadi Menteri Perumahan ternyata gak jelas. Padahal Ara dikenal sebagai penghubung,” jelasnya.

Palti mempertanyakan apakah memang ada bantuan nyata dari investor tersebut atau justru hanya menjadi klaim yang tidak terbukti. Lebih jauh, Palti memprediksi peristiwa ini dapat berujung pada karir politik Maruarar yang terancam. Ia bahkan menyebut reaksi marah yang ditunjukkan oleh Hashim dalam video tersebut menunjukkan ketegangan yang cukup serius antara keduanya.

“Kalau melihat respon marah Hasyim, tamat karier Ara. Mana nipu lagi soal sudah bangun 40 ribu rumah. Buat malu aja si Ara ini,” lugasnya.

“Peristiwa ini semakin menarik perhatian karena dapat mencerminkan dinamika internal dalam kabinet Indonesia yang tidak selalu terlihat oleh publik. Meskipun acara penandatanganan MoU tersebut tampaknya berjalan lancar di depan umum, ketegangan di balik layar menggambarkan adanya perbedaan pandangan dan kemungkinan ketidaksepakatan yang mendalam antara beberapa tokoh penting,” tutupnya.

Hingga saat ini, baik Hashim Djojohadikusumo maupun Maruarar Sirait belum memberikan klarifikasi resmi terkait insiden tersebut. Warga net pun terus memperbincangkan video tersebut, dengan banyak yang berspekulasi tentang hubungan yang semakin buruk antara dua tokoh penting di pemerintahan ini. Apakah peristiwa ini akan berdampak besar pada karir Maruarar sebagai Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman? Ataukah ini hanya sekadar dinamika politik yang sementara? Hanya waktu yang akan memberikan jawabannya. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *