google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Wakil Ketua DPRD Kota Malang Soroti Marak Bundir Jembatan Soehat, Kampus Diminta Evaluasi

  • Bagikan
filter: 0; jpegRotation: 180; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Auto; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 0.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Rentetan kasus bunuh diri di Jembatan Soekarno-Hatta (Soehat), Kota Malang, kembali menjadi perhatian serius DPRD Kota Malang. Wakil Ketua II DPRD Kota Malang, Trio Agus Purwono, STP, menyatakan keprihatinannya atas peristiwa tersebut yang dalam kurun satu tahun terakhir terjadi berulang kali.

Trio mengungkapkan, setidaknya dalam setahun ini telah terjadi lebih dari dua hingga tiga kasus bunuh diri di lokasi yang sama. Kondisi tersebut dinilai bukan lagi peristiwa insidental, melainkan persoalan sosial yang membutuhkan penanganan menyeluruh dan lintas sektor.

“Ini menjadi perhatian khusus. Artinya pembangunan itu tidak hanya dilihat dari segi fisik saja, tapi harus seimbang. Aspek mental dan sosial juga harus diperhatikan,” kata Trio.

Sorotan pada Peran Kampus

Menurut Trio, sebagian besar kasus bunuh diri di Kota Malang melibatkan mahasiswa. Hal ini membuat peran perguruan tinggi menjadi sangat krusial dalam upaya pencegahan. Ia menegaskan, kampus tidak cukup hanya berfokus pada kegiatan akademik di ruang kelas.

“Kampus ini kan lembaga pendidikan. Artinya pendidikan itu harus holistik, tidak hanya perkuliahan di dalam kampus, tapi juga ada pemantauan di luar,” seburnya.

Trio menilai, tingginya tuntutan akademik, beban perkuliahan, serta waktu studi yang semakin singkat berpotensi memicu stres berat bagi mahasiswa. Tanpa pendampingan yang memadai, tekanan tersebut dapat berdampak serius pada kesehatan mental.

Dorong Sinergi Pemerintah dan Perguruan Tinggi

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pihak kampus dalam menangani persoalan ini. Menurutnya, upaya pencegahan bunuh diri tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja.

“Dibutuhkan sinergi antara pemerintah dan kampus. Bisa berupa aduan atau call center untuk konsultasi, atau membentuk satgas khusus yang memantau kondisi mahasiswa,” jelasnya.

Trio menyebut, beberapa kampus sebenarnya telah memiliki unit-unit layanan konseling. Namun, efektivitas dan intensitasnya perlu terus dievaluasi agar benar-benar mampu menjangkau mahasiswa yang membutuhkan bantuan.

Ancaman bagi Citra Kota Malang

Lebih jauh, Trio mengingatkan bahwa maraknya kasus bunuh diri juga berpotensi merusak citra Kota Malang sebagai kota pendidikan. Jika tidak ditangani secara serius, persoalan ini dapat berdampak luas, baik secara sosial maupun reputasi daerah.

“Kalau ini dibiarkan, tentu akan merusak citra Kota Malang sendiri. Padahal Malang dikenal sebagai kota pendidikan,” tegasnya.

Karena itu, ia mendorong semua pihak untuk melakukan evaluasi bersama, terutama di lingkungan perguruan tinggi, guna memastikan sistem pendidikan berjalan seimbang antara pencapaian akademik dan kesehatan mental mahasiswa.

Tekanan Generasi Muda Kian Kompleks

Trio juga menyoroti karakter generasi mahasiswa saat ini yang dinilainya berbeda dengan generasi sebelumnya. Menurutnya, perubahan pola asuh, lingkungan sosial, serta gaya hidup turut memengaruhi ketahanan mental generasi muda.

“Generasi sekarang berbeda dengan yang dulu. Mungkin secara kehidupan lebih nyaman, tapi ketika menghadapi tekanan sedikit saja dan tidak kuat, akhirnya mengambil jalan pintas,” ungkapnya.

Ia menilai, kondisi tersebut harus menjadi pertimbangan serius dalam merancang kebijakan pendidikan dan sistem pendampingan mahasiswa, agar lebih adaptif terhadap tantangan zaman.

Seruan Evaluasi Menyeluruh

Menutup pernyataannya, Trio kembali menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh dan langkah preventif yang berkelanjutan. Ia berharap kejadian serupa tidak terus berulang dan semua pihak dapat mengambil pelajaran dari kasus-kasus yang terjadi.

“Kita semua prihatin. Ini saatnya evaluasi bersama, terutama kampus, agar ada langkah nyata untuk mencegah kejadian serupa terulang,” pungkasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *