google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Wali Kota Batu Nurochman Kawal Langsung Proyek Infrastruktur ke Kementerian PUPR

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, iKoneksi.com – Pemerintah Kota Batu menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat infrastruktur kota dan pengelolaan sumber daya air. Wali Kota Batu, Nurochman, turun langsung ke Jakarta untuk melakukan audiensi strategis dengan jajaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada Selasa (28/10/2025). Didampingi Kepala Dinas PUPR Kota Batu, Alfi Nurhidayat, audiensi ini menjadi langkah konkret Pemkot Batu dalam memperjuangkan proyek-proyek vital yang diharapkan mampu mendongkrak kualitas pelayanan publik dan pertumbuhan ekonomi daerah wisata tersebut.

Kunjungan Nurochman ke ibu kota bukan sekadar seremonial. Dalam pertemuan itu, ia membawa dua agenda utama: bertemu Direktorat Jenderal Bina Marga dan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA). Kedua direktorat ini berperan penting dalam menentukan arah pembangunan infrastruktur nasional, termasuk daerah wisata strategis seperti Kota Batu.

“Kami berupaya memperkuat komunikasi dengan Kementerian PUPR agar pengajuan infrastruktur di Kota Batu dapat diproses secara tepat dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” kata Nurochman kepada iKoneksi.com seusai pertemuan tersebut, Selasa (28/10/2025).

Dorongan Flyover dan Pelebaran Jalan Wisata

Dalam audiensi pertama dengan Direktur Jenderal Bina Marga, Dr. Ir. Roy Rizali Anwar, Wali Kota Batu memaparkan beberapa usulan strategis, di antaranya pembangunan flyover dan pelebaran ruas jalan utama Kota Batu. Usulan ini dinilai krusial untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mengurai kemacetan yang kerap terjadi saat musim wisata.

“Selama ini, arus kendaraan menuju Kota Batu meningkat tajam setiap akhir pekan dan libur panjang. Jalan-jalan utama seperti Jalan Ir. Soekarno, Jalan Raya Selecta, dan Jalan Brantas kerap mengalami penumpukan kendaraan. Pembangunan flyover di titik-titik rawan macet diharapkan menjadi solusi jangka panjang,” jelas Roy.

“Pelebaran jalan dan pembangunan flyover bukan sekadar proyek fisik, tapi bagian dari strategi jangka panjang untuk memastikan wisatawan datang dengan nyaman dan warga Batu tetap bisa beraktivitas tanpa terganggu kemacetan,” tegas Roy.

Roy Rizali Anwar, selaku Dirjen Bina Marga, menyambut baik langkah proaktif Pemkot Batu. Ia menilai usulan tersebut selaras dengan program nasional peningkatan konektivitas wilayah penyangga pariwisata prioritas. Namun, ia juga menekankan pentingnya kesiapan dokumen perencanaan, studi kelayakan, dan sinkronisasi dengan program pembangunan nasional agar proyek dapat segera diakselerasi.

Fokus pada Pengelolaan Air dan Daerah Hulu Brantas

Selain soal jalan dan transportasi, Nurochman juga melakukan audiensi dengan Direktur Sungai dan Pantai, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, T. Maksal Saputra beserta jajaran. Dalam pertemuan itu, ia menyoroti kondisi geografis Kota Batu yang 60 persen wilayahnya merupakan kawasan hutan dan termasuk daerah hulu Sungai Brantas.

“Batu memiliki peran penting sebagai daerah tangkapan air. Karena itu, pengelolaan air di wilayah kami harus mendapat perhatian serius, baik untuk kebutuhan pertanian, irigasi, maupun pencegahan banjir,” ujar Maksal.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung pentingnya pembangunan dan perawatan DAM (bendungan) sebagai infrastruktur vital yang menopang sistem irigasi pertanian. Beberapa bendungan di wilayah Batu selama ini juga berfungsi mengairi lahan pertanian di sebagian wilayah Kabupaten Malang. Karena itu, penguatan infrastruktur air menjadi prioritas yang tak bisa ditunda.

“DAM bukan hanya fasilitas teknis, tapi nyawa bagi ribuan petani di Batu dan sekitarnya. Kami ingin memastikan sistem pengairan tetap stabil di tengah perubahan iklim dan cuaca ekstrem yang kini semakin sulit diprediksi,” sebut Maksal.

Dukungan Pemerintah Pusat dan Sinergi Berkelanjutan

Pihak Kementerian PUPR menyambut positif semua usulan strategis yang disampaikan oleh Wali Kota Batu. Nurochman menegaskan pentingnya kolaborasi lintas daerah, khususnya antara pemerintah pusat, provinsi, dan pemerintah kota. Maksal menilai kesiapan administratif dan perencanaan teknis akan menjadi kunci agar setiap program dapat berjalan efektif dan sesuai regulasi.

“Kementerian juga membuka peluang untuk pendampingan teknis terhadap proyek-proyek prioritas yang diajukan Pemkot Batu. Dukungan ini diharapkan mempercepat proses realisasi pembangunan dan memperkuat daya tahan infrastruktur menghadapi tantangan lingkungan ke depan,” ungkap Maksal.

Langkah Nyata untuk Batu yang Lebih Kuat

Menurut Nurochman audiensi ini menjadi bukti Pemkot Batu tidak tinggal diam dalam menghadapi tantangan pembangunan. Dengan pertumbuhan wisata yang pesat dan tekanan infrastruktur yang meningkat, langkah Nurochman melakukan lobi langsung ke kementerian dinilai strategis dan berani.

Pertemuan ini juga menjadi simbol sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang berpihak pada masyarakat. Ke depan, hasil audiensi tersebut diharapkan bisa segera ditindaklanjuti dalam bentuk program konkret di lapangan mulai dari pelebaran jalan, penguatan infrastruktur air, hingga peningkatan konektivitas antarwilayah.

“Dengan langkah berani ini, Kota Batu tidak hanya memperjuangkan pembangunan, tetapi juga menegaskan komitmennya untuk tumbuh sebagai kota wisata berdaya tahan dan berkelanjutan, di mana pembangunan fisik berjalan seiring dengan kesejahteraan rakyatnya,” tutup Nurochman.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *