google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Wali Kota Malang Ajak Santri Jadi Pelopor Peradaban Dunia

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Dalam suasana pagi yang hangat dan penuh keberkahan, halaman Balai Kota Malang berubah menjadi lautan putih sarung dan peci. Ratusan santri, tokoh agama, serta perwakilan pondok pesantren dari berbagai penjuru Kota Malang tampak khidmat mengikuti apel peringatan Hari Santri Nasional 2025 yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, Selasa (22/10/2025).

Kegiatan tahunan yang sarat makna ini tidak sekadar seremoni, melainkan panggilan moral bagi seluruh santri untuk meneguhkan kembali semangat perjuangan dan nilai keislaman yang menjadi akar berdirinya bangsa Indonesia. Dalam amanatnya, Wali Kota Wahyu menyerukan agar Hari Santri dijadikan momentum kebangkitan intelektual dan spiritual kaum santri.

“Semoga momentum ini menjadi titik tolak bagi para santri di Kota Malang untuk terus mengobarkan semangat perjuangan, meneladani etos para ulama pendahulu, dan memantapkan diri sebagai generasi unggul yang menguasai ilmu agama sekaligus ilmu pengetahuan,” ujarnya lantang.

Santri sebagai Penjaga dan Pelanjut Peradaban

Wahyu menegaskan, santri di era modern tidak boleh terjebak dalam ruang terbatas pesantren semata. Mereka harus tampil sebagai pelopor perubahan dan pembawa nilai-nilai Islam yang rahmatan lil’alamin, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga global.

Mengusung tema Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia”, peringatan Hari Santri Nasional tahun ini menjadi refleksi mendalam atas peran historis kaum santri dalam menjaga kemerdekaan sekaligus mengemban misi membangun peradaban dunia yang damai.

“Santri hari ini tidak boleh hanya menjadi penonton perubahan, melainkan pelaku sejarah baru yang membawa nilai Islam dalam membangun peradaban dunia yang damai dan berkeadaban,” ungkap Wahyu mengutip amanat Menteri Agama Republik Indonesia.

Duka dan Doa untuk Korban Kebakaran Pesantren

Di tengah suasana penuh semangat itu, Wali Kota Wahyu juga menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi kebakaran di Pondok Pesantren Al-Khazini, Sidoarjo, yang menelan korban jiwa sebanyak 67 santri.

“Semoga para korban diterima di sisi Allah SWT sebagai syuhada, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ucapnya lirih, disambut hening peserta apel yang turut menundukkan kepala dalam doa bersama.

Momen tersebut menegaskan bahwa santri bukan hanya bagian dari sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga keluarga besar umat yang saling menguatkan di tengah cobaan.

Komitmen Pemerintah untuk Dunia Pesantren

Dalam kesempatan itu, Wahyu Hidayat menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam dalam memperhatikan nasib pesantren dan para santri. Ia menyebut sejumlah regulasi yang menjadi bentuk nyata komitmen negara, mulai dari Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren hingga Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren.

Tak hanya itu, pada tahun 2025 ini, Pemerintah Kota Malang meluncurkan program makan bergizi gratis dan cek kesehatan rutin untuk santri, yang bertujuan memastikan generasi pesantren tumbuh sehat, kuat, dan cerdas.

“Kami ingin santri tidak hanya cakap dalam ilmu, tetapi juga sehat jasmani dan rohani. Karena dari pesantrenlah lahir calon-calon pemimpin masa depan bangsa,” sebut Wahyu.

Santri Harus Adaptif dan Berakhlak

Menutup sambutannya, Wahyu berpesan agar santri tidak berhenti belajar dan berinovasi. Menurutnya, tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut santri untuk adaptif tanpa kehilangan jati diri.

“Teruslah menyalakan semangat belajar, berinovasi, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Jadilah santri yang adaptif terhadap zaman, namun tetap kokoh menjaga akhlak dan nilai-nilai pesantren,” tegasnya.

Apel peringatan Hari Santri Nasional di Kota Malang tahun ini bukan hanya bentuk penghormatan terhadap jasa para ulama dan pejuang Islam terdahulu, tetapi juga peneguhan arah perjuangan santri masa kini: membangun bangsa, menjaga kemerdekaan, dan menjadi pelopor peradaban dunia yang berkeadaban.

“Semangat yang lahir dari halaman Balai Kota Malang itu menjadi pengingat bahwa peran santri tidak pernah pudar dari masa perjuangan hingga era kemajuan, santri tetaplah penjaga nilai, penuntun moral, dan penulis sejarah baru bangsa Indonesia,” tutupnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *