google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Warga dan Pemkot Batu Bersatu Normalisasi Sungai Giripurno

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com — Upaya mitigasi bencana di Kota Batu kembali menunjukkan wajah kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat. Pada Minggu (2/11/2025), warga Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, bahu membahu bersama Pemerintah Desa Giripurno dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Batu melaksanakan normalisasi Sungai Giripurno. Kegiatan ini menjadi langkah antisipatif terhadap ancaman banjir akibat luapan air sungai saat intensitas hujan meningkat di musim penghujan.

Puluhan warga turun langsung ke lapangan, lengkap dengan cangkul, sekop, dan alat berat bantuan dari Dinas PUPR. Mereka bekerja sama membersihkan sedimentasi, mengeruk tumpukan material, dan menata kembali struktur sungai yang mulai menyempit. Di sepanjang aliran sungai, suara alat berat berpadu dengan semangat gotong royong masyarakat.

Langkah Antisipatif Sebelum Musim Hujan

Kegiatan ini lahir dari kekhawatiran warga terhadap meningkatnya luapan air sungai setiap kali hujan deras mengguyur. Beberapa titik aliran air sempat meluap ke jalan dan lahan warga, menimbulkan genangan yang mengganggu aktivitas masyarakat.

Salah satu warga, Joko, menuturkan masyarakat tidak ingin menunggu banjir datang baru bertindak.

“Kami tidak ingin menunggu kejadian banjir terjadi. Melalui kolaborasi ini, kami berupaya memastikan sungai kembali pada kondisi optimal sehingga air dapat mengalir tanpa hambatan,” ujarnya dengan nada tegas.

Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga kebersihan sungai dari sampah rumah tangga dan endapan lumpur. Ia berharap, normalisasi ini dapat dilakukan secara rutin, terutama menjelang musim hujan yang kerap membawa risiko tinggi di kawasan perbukitan seperti Giripurno.

Dukungan Penuh dari Dinas PUPR

Dinas PUPR Kota Batu melalui Kepala Dinas Alfi Nurhidayat mengapresiasi upaya yang dilakukan warga.

“Normalisasi sungai menjadi bagian dari program rutin pengendalian banjir Kota Batu. Kami ingin memastikan aliran air tetap lancar, terutama di daerah rawan banjir seperti Bumiaji,” ujar Alfi.

Ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga fungsi sungai. Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah.

“Kegiatan hari ini contoh nyata mitigasi bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat. Sinergi seperti ini akan memperkuat ketahanan wilayah terhadap ancaman banjir,” jelasnya.

Gotong Royong Jadi Spirit Bersama

Selain nilai teknis dalam penanganan sungai, kegiatan ini juga membawa semangat kebersamaan yang kuat di tengah masyarakat. Gotong royong menjadi simbol utama bagaimana persoalan lingkungan bisa diatasi bersama-sama.

Warga saling membantu tanpa memandang usia atau jabatan. Beberapa ibu rumah tangga menyiapkan konsumsi untuk para relawan, sementara pemuda dan perangkat desa ikut mengatur jalannya kegiatan. Suasana penuh kebersamaan ini memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat mempererat solidaritas sosial antarwarga.

Kepala Desa Giripurno, Suntoto menyebut, kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian warga terhadap desa mereka sendiri.

“Kami bangga masyarakat Giripurno punya kesadaran tinggi terhadap lingkungan. Normalisasi ini bukan hanya soal sungai, tapi tentang melindungi rumah kita bersama dari bencana,” ucapnya.

Komitmen Pemantauan dan Penanganan Lanjutan

Suntoro membeberkan usai kegiatan, tim gabungan melakukan pengecekan aliran sungai untuk memastikan tidak ada titik yang tersumbat. Beberapa lokasi yang masih membutuhkan pengerukan lanjutan telah didata untuk ditangani pada tahap berikutnya.

Pemerintah Desa Giripurno bersama Dinas PUPR berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan berkala, terutama menjelang puncak musim hujan. Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Kota Batu dalam membangun sistem mitigasi bencana berbasis partisipasi warga.

“Kegiatan normalisasi Sungai Giripurno bukan hanya tentang membersihkan aliran air. Ia adalah bentuk kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari menjaga masa depan. Di tengah meningkatnya ancaman bencana akibat perubahan iklim, aksi nyata seperti ini menjadi pengingat bahwa solusi terbaik selalu berawal dari kerja sama. Kota Batu kembali menunjukkan, ketika pemerintah dan rakyat berjalan beriringan, bencana bukan lagi ancaman melainkan kesempatan untuk membangun ketahanan bersama,” tutup Suntoro.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *