google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Warits Dorong Pendidikan Politik Berkelanjutan, Persiapan Pemilu 2029 Dimulai Sekarang

  • Bagikan
banner 468x60

Pamekasan, iKoneksi.com – Kualitas Pemilu 2029 tak bisa dibangun secara mendadak. Pendidikan politik dan demokrasi perlu digencarkan sejak sekarang agar masyarakat memiliki kesadaran untuk ikut mengawal setiap tahapan pemilu.

Hal itu disampaikan Ketua Bawaslu Jawa Timur A. Warits saat mengisi kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang digelar Bawaslu Kabupaten Pamekasan secara daring, Kamis (30/7/2026).

Menurut Warits, demokrasi yang bermartabat membutuhkan proses panjang. Karena itu, pendidikan politik tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Penguatan kesadaran masyarakat harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

“Demokrasi yang bermartabat tidak mungkin lahir dalam sehari atau dua hari. Ia harus dibangun bersama-sama melalui proses pendidikan yang panjang dan berkelanjutan,” tegas Warits.

Dalam kegiatan bertema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat” tersebut, peserta berasal dari sejumlah elemen mahasiswa dan organisasi kepemudaan. Di antaranya Universitas Madura (UNIRA), UIN Madura, Universitas Islam Madura (UIM), Pondok Pesantren Al-Khairat, Pondok Pesantren Banyuanyar, PMII, HMI, dan GMNI.

Warits menilai P2P menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam membangun demokrasi yang sehat. Sebab, pengawasan pemilu tak semestinya hanya dibebankan kepada Bawaslu.

Partisipasi masyarakat, lanjut dia, menjadi salah satu kunci untuk menjaga integritas penyelenggaraan pemilu. Masyarakat perlu memiliki kesadaran sekaligus keberanian untuk ikut mengawasi proses demokrasi di lingkungannya.

“Keberhasilan pengawasan sangat ditentukan oleh partisipasi publik yang sadar dan aktif menjaga integritas proses demokrasi,” ujarnya.

Dia mengingatkan, lemahnya konsolidasi publik dapat berdampak pada pengawasan pemilu. Karena itu, pendidikan demokrasi harus dikembangkan menjadi gerakan sosial yang terus berjalan.

“Pemilu 2029 kualitasnya harus dibangun sejak hari ini. Tidak mungkin kita menunggu tahun 2029. Ia harus dibentuk melalui pendidikan politik yang dilakukan secara terus-menerus,” katanya.

Warits juga menjelaskan makna tema yang diusung dalam kegiatan tersebut. Kata “berfungsi”, menurut dia, menggambarkan kewajiban setiap orang untuk menjalankan tanggung jawab sesuai perannya dalam kehidupan demokrasi. Sementara “bergerak” berarti menghadirkan aksi nyata yang memberikan dampak bagi lingkungan sekitar.

Alumni Pondok Pesantren Tebuireng itu berharap kegiatan P2P tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan peserta. Lebih dari itu, program tersebut diharapkan mampu melahirkan agen-agen demokrasi yang dapat mendorong partisipasi masyarakat.

“Pendidikan politik yang konsisten hari ini menjadi fondasi penting untuk mewujudkan Pemilu 2029 yang bermartabat,” pungkasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *