google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Waspada Cuaca Ekstrem, Jawa Timur Siapkan Mitigasi Rawan Longsor

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Peringatan dini cuaca untuk wilayah rawan longsor di Jawa Timur menjadi sorotan utama dalam rapat daring yang digelar pada Senin (27/01/2025). Acara yang berlangsung melalui Zoom Meeting ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Ketua Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, Kalaksa BPBD seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur, kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT), dan anggota forum kebencanaan di provinsi tersebut.

Peringatan dini ini merupakan langkah strategis mitigasi bencana yang bertujuan memberikan informasi kepada masyarakat dan pihak terkait tentang potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana tanah longsor. Kepala Stasiun Kelas I Juanda Sidoarjo sekaligus Koordinator BMKG Jawa Timur, Taufik Hermawan, menyampaikan prakiraan cuaca ekstrem diprediksi masih berlanjut hingga Februari 2025.

Cuaca Ekstrem, Langkah Mitigasi Harus Maksimal

“Periode ini masih masuk musim hujan, dan satu bulan ke depan merupakan waktu krusial untuk memitigasi potensi bencana. Ini adalah tindak lanjut dari arahan Kepala BMKG kepada Pj Gubernur Jawa Timur,” ujar Taufik.

Ia menekankan pentingnya survei di wilayah yang berpotensi mengalami tanah longsor, terutama daerah dataran tinggi yang rentan.

“Survei wilayah rawan sangat penting, terutama jika terdapat tanda-tanda seperti rembesan air dari dataran tinggi. Ini harus menjadi perhatian utama,” jelasnya.

Taufik juga mengimbau agar masyarakat dan relawan lebih aktif melaporkan kondisi mencurigakan, seperti sulitnya membuka pintu rumah atau munculnya rembesan air di sekitar permukiman.

“Partisipasi aktif dari semua pihak akan sangat membantu mengantisipasi potensi bahaya tanah longsor,” katanya.

Layanan Informasi Cuaca untuk Mitigasi Rawan Longsor

Sebagai langkah proaktif, BMKG Juanda telah meluncurkan portal informasi cuaca yang menyediakan data terkini terkait perkembangan cuaca ekstrem dan potensi bencana.

“Selama delapan hari ke depan, kami akan terus memperbarui informasi cuaca untuk membantu masyarakat dan pihak terkait mengambil langkah antisipasi,” terang Taufik.

Taufik juga mengusulkan pelaksanaan survei Multihelix, yakni survei terpadu yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Ia menegaskan bahwa BMKG siap menyediakan tim survei untuk mendukung upaya mitigasi bencana.

“Koordinasi yang solid antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait sangat penting untuk mencegah bencana serupa seperti yang terjadi di Purwokerto,” ungkap Taufik.

Kerja Sama Semua Pihak, Kunci Antisipasi Bencana

Peringatan dini cuaca ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan. Dengan koordinasi yang baik dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan potensi bencana tanah longsor dapat diminimalkan.

“Masyarakat dapat terus memantau informasi terbaru melalui portal resmi BMKG Juanda dan segera melaporkan kondisi mencurigakan kepada pihak berwenang. Upaya bersama ini menjadi langkah penting untuk melindungi keselamatan warga Jawa Timur dari ancaman bencana alam,” pungkas Taufik. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *