google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SMP Immanuel Batu Gencar Edukasi Cegah HIV Sejak Dini

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com – Ancaman HIV/AIDS tidak lagi terbatas pada orang dewasa. Remaja dan bahkan pelajar sekolah menengah kini berisiko terpapar, seiring berkembangnya pola pergaulan dan kemajuan teknologi informasi yang membawa dampak ganda. Melihat fenomena ini, SMP Immanuel Batu mengambil langkah tegas dengan menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu untuk menggelar sosialisasi pencegahan HIV sejak dini.

Acara yang berlangsung di serambo sekolah ini diikuti seluruh siswa. Tujuannya jelas: membekali generasi muda dengan pemahaman yang benar tentang HIV/AIDS, cara penularannya, serta langkah-langkah pencegahannya.

Pencegahan Harus Dimulai dari Sekolah

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, Aditya Prasaja, menegaskan bahwa pencegahan HIV/AIDS harus dimulai sejak usia sekolah. Edukasi dini dinilai efektif untuk membangun kesadaran dan mengubah perilaku yang berisiko.

Kita tidak bisa lagi menganggap HIV/AIDS sebagai isu orang dewasa saja. Anak-anak perlu dibekali informasi yang tepat, supaya mereka mampu melindungi diri dan mengambil keputusan yang sehat dalam pergaulan,” kata Aditya.

Ia juga menekankan bahwa edukasi di sekolah bukan berarti menakut-nakuti siswa, melainkan mengajarkan mereka fakta medis yang benar.

“Hal ini diharapkan mampu menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap orang yang hidup dengan HIV (ODHIV),” ucap Aditya.

Peran Sekolah dalam Membentuk Kesadaran

Kepala SMP Immanuel Batu, Dhian Natalia Priyatno, mengungkapkan bahwa pihak sekolah berkomitmen membentuk karakter siswa tidak hanya melalui pembelajaran akademis, tetapi juga melalui pendidikan kesehatan dan kesadaran sosial.

Kami ingin anak-anak memahami bahwa HIV bisa dicegah. Pengetahuan ini akan menjadi bekal berharga bagi mereka, baik saat masih sekolah maupun nanti ketika sudah terjun ke masyarakat,” kata Dhian.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga diharapkan menjadi pintu masuk bagi orang tua untuk lebih terbuka berdiskusi dengan anak mengenai isu kesehatan reproduksi dan bahaya penyakit menular seksual.

Materi Edukasi yang Disampaikan

Aditya membeberkan dalam sosialisasi ini, tim Dinkes Kota Batu menyampaikan materi seputar:

  • Pengertian HIV dan AIDS
  • Cara penularan dan pencegahan
  • Mitos dan fakta seputar HIV
  • Pentingnya tes dini dan pengobatan
  • Menghormati dan mendukung ODHIV

“Materi dikemas dengan bahasa yang sederhana, dilengkapi ilustrasi visual, dan sesi tanya jawab interaktif agar siswa mudah memahami. Beberapa siswa bahkan mengaku baru mengetahui bahwa HIV tidak menular melalui bersalaman, berpelukan, atau makan bersama,” tekan Aditya.

Menghapus Stigma, Membangun Empati

Baik Dinkes maupun pihak sekolah sepakat bahwa melawan HIV bukan hanya soal pencegahan penularan, tetapi juga menghapus stigma yang kerap membuat ODHIV terpinggirkan. Sosialisasi ini diharapkan menumbuhkan empati di kalangan siswa sehingga mereka bisa menjadi agen perubahan di lingkungannya.

Stigma adalah musuh besar dalam penanganan HIV. Kalau anak-anak sudah paham sejak dini, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang tidak diskriminatif dan lebih peduli,” seru Aditya.

Langkah Lanjut

Dhian mengungkapkan SMP Immanuel Batu berencana menjadikan sosialisasi ini sebagai agenda tahunan. Selain itu, sekolah juga akan bekerja sama dengan Dinkes untuk menyediakan layanan konseling bagi siswa yang membutuhkan informasi atau pendampingan lebih lanjut.

“Dengan langkah preventif ini, diharapkan kasus penularan HIV di kalangan remaja Kota Batu dapat ditekan seminimal mungkin. Edukasi sejak dini menjadi benteng utama agar generasi muda tumbuh sehat, berpengetahuan, dan peduli terhadap kesehatan dirinya maupun orang lain,” pungkas Dhian. (05/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *