google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Puncak Hari Anak Nasional 2026, Walikota Malang Perkuat Komitmen Wujudkan Kota Layak Anak

  • Bagikan
Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM, hadiri Puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 Kota Malang di Malang Creative Center (MCC), Sabtu (25/7/2026)(Aisyah Dyah Novayanti Suep/iKoneksi.com)
banner 468x60
Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM, hadiri Puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 Kota Malang di Malang Creative Center (MCC), Sabtu (25/7/2026)(Aisyah Dyah Novayanti Suep/iKoneksi.com)

Kota Malang, iKoneksi.com – Puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 Kota Malang di Malang Creative Center (MCC), Sabtu (25/7/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Sayangi Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan” itu dihadiri Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan UNICEF Jawa-Bali, Forum Anak Kota Malang, organisasi perlindungan anak, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat. Momentum tersebut dimanfaatkan Pemerintah Kota Malang untuk mempertegas komitmen memenuhi hak anak dan memperkuat perlindungan anak sebagai upaya mewujudkan Kota Layak Anak (KLA) kategori Utama.

Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM, mengatakan Hari Anak Nasional menjadi momentum refleksi agar seluruh pihak semakin peduli terhadap pemenuhan hak anak. Menurutnya, perlindungan anak tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, komunitas, dan masyarakat.

“Hari Anak Nasional ini jadi refleksi kita untuk lebih perhatian kepada anak dan pemerintah harus hadir,” kata Wahyu Hidayat usai kegiatan.

Ia mengungkapkan Kota Malang baru saja memperoleh penghargaan di bidang perlindungan anak. Capaian tersebut, menurutnya, merupakan hasil sinergi pemerintah dengan berbagai komunitas yang selama ini aktif mendukung pemenuhan hak dan perlindungan anak.

“Prestasi ini bukan karena Pemerintah Kota Malang saja, tetapi sinergitas itu yang utama. Kesadaran dari komunitas terkait perlindungan anak itu yang dihargai utama,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Wahyu Hidayat menegaskan bahwa anak merupakan amanah sekaligus generasi penerus bangsa yang menentukan masa depan Kota Malang maupun Indonesia. Karena itu, ia menilai pembangunan sumber daya manusia harus berjalan beriringan dengan upaya mewujudkan Kota Layak Anak, terlebih Kota Malang selama ini dikenal sebagai kota pendidikan.

Ia menyebut Pemerintah Kota Malang terus berupaya meningkatkan kualitas perlindungan anak agar mampu meraih predikat Kota Layak Anak kategori Utama. Berbagai program dan inovasi telah dijalankan sehingga saat ini tinggal menunggu hasil penilaian dari pemerintah pusat.

“Penilaian utama memang jadi target, tapi kami berharap upaya-upaya untuk menjadikan penilaian utama sudah kita lakukan semua dan ini tinggal bagaimana nanti pusat melihat,” katanya.

Menurut Wahyu, rekomendasi dari UNICEF juga menjadi dorongan bahwa Kota Malang dinilai layak memperoleh predikat Kota Layak Anak kategori Utama. Pemerintah daerah, kata dia, kini hanya perlu memperkuat berbagai program yang telah berjalan agar seluruh indikator penilaian semakin optimal.

Dalam kesempatan itu, Wahyu juga menyoroti peran Malang Creative Center sebagai ruang yang disiapkan untuk mengembangkan kreativitas anak muda, termasuk memberikan ruang partisipasi bagi anak dalam proses pembangunan daerah. Aspirasi anak, katanya, difasilitasi melalui Forum Anak dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Anak.

“Musrenbang anak itu hampir kita setujui 100 persen karena memang berdampak terhadap anak,” ujarnya.

Selain membuka ruang partisipasi, Pemerintah Kota Malang juga terus memperkuat perlindungan anak di era digital. Salah satunya melalui kebijakan pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah yang telah diterapkan sebelum pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan serupa.

Meski demikian, Wahyu mengakui pengawasan penggunaan gawai tidak dapat hanya dilakukan di sekolah. Menurutnya, keluarga dan lingkungan memiliki peran yang sangat menentukan dalam mencegah anak mengakses konten negatif di ruang digital.

“Kalau di luar sekolah tidak ada pengawasan dari keluarga dan lingkungan, mereka tetap akan memanfaatkan gadget. Yang kita khawatirkan adalah ketika digunakan untuk hal-hal yang tidak baik,” tuturnya.

Dalam pidatonya, Wahyu juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi menghadirkan tantangan baru bagi anak-anak, mulai dari perundungan siber, kecanduan gawai, paparan konten negatif, hingga persoalan kesehatan mental. Oleh karena itu, ia menilai literasi digital, pendampingan orang tua, serta lingkungan sosial yang sehat menjadi kunci agar anak mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.

Menutup rangkaian kegiatan, Wahyu mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi dalam menciptakan Kota Malang yang aman, inklusif, dan ramah anak. Ia berharap setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh sehat, belajar dengan nyaman, berkreasi, serta meraih cita-citanya sebagai generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *