google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Hari Anak Nasional 2026, Kadinsos Kota Malang Perkuat Komitmen Perlindungan Anak dan Cegah Perkawinan Usia Anak

  • Bagikan
Puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di Malang Creative Center (MCC), Sabtu (25/7/2026)
banner 468x60
Puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di Malang Creative Center (MCC), Sabtu (25/7/2026)(Aisyah Dyah Novayanti Suep/iKoneksi.com)

Kota Malang, iKoneksi.com – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) menggelar puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di Malang Creative Center (MCC), Sabtu (25/7/2026). Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat komitmen perlindungan anak melalui pemenuhan hak anak, pencegahan perkawinan usia anak, hingga penguatan literasi digital dan pengasuhan positif di Kota Malang.

Kegiatan dihadiri Wali Kota Malang, Wakil Wali Kota Malang, Ketua DPRD Kota Malang, Sekretaris Daerah Kota Malang, perwakilan UNICEF Jawa, Ketua Pengadilan Agama Kota Malang, perwakilan Kantor Kementerian Agama Kota Malang, jajaran kepala perangkat daerah, camat dan lurah, serta sejumlah organisasi masyarakat dan mitra perlindungan anak.

Peringatan Hari Anak Nasional diawali dengan penyerahan bantuan kepada anak yatim dan penampilan atraksi wushu oleh anak-anak Kota Malang. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penyampaian suara anak oleh Forum Anak Kota Malang, flashmob kampanye stop perkawinan anak, penyerahan penghargaan PPA Award kepada mitra kolaborasi, serta penyerahan hadiah bagi pemenang berbagai lomba.

Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito W., S.STP., M.Si., mengatakan bahwa peringatan Hari Anak Nasional tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak.

“Peringatan Hari Anak Nasional ini bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, tetapi merupakan momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Kota Malang sebagai kota yang aman, nyaman, ramah, dan layak bagi anak. Anak-anak adalah amanah sekaligus investasi masa depan bangsa yang harus kita jaga, kita lindungi, dan kita penuhi hak-haknya. Oleh karena itu, seluruh pihak memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan tumbuh kembang anak berlangsung secara optimal,” ujar Donny.

Donny menyampaikan, komitmen tersebut telah membuahkan hasil dengan diraihnya penghargaan juara I PPA Award Provinsi Jawa Timur Tahun 2025 untuk kategori pencegahan dan penanganan perkawinan anak. Penghargaan tersebut menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan berbagai mitra dalam memberikan perlindungan bagi anak.

Ia juga mengajak seluruh orang tua dan pemangku kepentingan untuk lebih memperhatikan pola pengasuhan anak di tengah perkembangan era digital. Menurutnya, anak-anak perlu mendapatkan pendampingan yang tepat agar terhindar dari berbagai ancaman, baik di lingkungan sosial maupun ruang digital.

“Sayangi anak dengan memberikan waktu, perhatian, dan pengasuhan yang positif. Lindungi mereka dari segala bentuk kekerasan, diskriminasi, eksploitasi, perundungan, perkawinan usia anak, hingga ancaman di ruang digital. Anak-anak membutuhkan ruang tumbuh yang sehat agar mampu menjadi generasi yang unggul dan berdaya saing di masa depan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Forum Anak Kota Malang turut menyampaikan aspirasi mereka kepada Pemerintah Kota Malang. Beberapa poin yang disampaikan di antaranya peningkatan literasi dan keamanan digital, penguatan layanan perlindungan anak, edukasi kesehatan reproduksi, pencegahan perkawinan usia anak, pengawasan penjualan rokok kepada anak, perluasan bantuan pendidikan, penyediaan program olahraga, hingga perlindungan bagi anak berkebutuhan khusus.

“Sebagai bentuk kampanye pencegahan perkawinan anak, seluruh peserta juga mengikuti flashmob bertema Genre dengan pesan “Stop Perkawinan Anak”. Kampanye ini menjadi salah satu upaya mengedukasi masyarakat bahwa perkawinan usia anak masih menjadi persoalan yang harus dicegah secara bersama-sama,” terang Donny.

Pemerintah Kota Malang turut memberikan penghargaan kepada sejumlah mitra kolaborasi yang berkontribusi dalam pencegahan dan penanganan perkawinan anak. Penghargaan diberikan kepada berbagai lembaga yang selama ini aktif mendukung perlindungan anak di Kota Malang.

“Puncak peringatan Hari Anak Nasional 2026 ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba mewarnai, menyanyi, puisi, dakon, dan bola bekel. Berbagai lomba tersebut dihadirkan sebagai ruang bagi anak untuk mengembangkan kreativitas, rasa percaya diri, serta menumbuhkan sportivitas sejak dini,” lugasnya seraya menutup sambutan.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *