google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Job Fair Kota Malang 2025 Diserbu Ribuan Pencari Kerja

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Ribuan pencari kerja tumpah ruah di GOR Ken Arok, Kota Malang. Sejak pagi, antrean panjang terlihat mengular di area pintu masuk Job Fair Kota Malang 2025 yang digelar Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP). Wajah-wajah penuh harapan tampak mendominasi suasana. Mereka datang dari berbagai penjuru Malang Raya, dengan satu tujuan: menemukan peluang kerja yang lebih baik di tengah ketatnya persaingan pasar tenaga kerja saat ini.

Job Fair kali ini bukan sekadar acara tahunan. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 29–30 Oktober 2025, ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk menunjukkan keseriusannya dalam menurunkan angka pengangguran. Sebanyak 61 perusahaan dari berbagai sektor industri ikut berpartisipasi, membuka sekitar 2.500 lowongan kerja untuk 150 jabatan yang tersebar dari posisi staf, teknisi, hingga manajer.

Yang menarik, empat di antaranya secara khusus membuka lowongan bagi penyandang disabilitas. Langkah ini dianggap sebagai wujud nyata komitmen Pemkot Malang mewujudkan kesempatan kerja yang inklusif dan berkeadilan, sejalan dengan semangat program “Ngalam Idrek”—sebuah gagasan besar untuk memperluas pemerataan kerja dan pemberdayaan masyarakat di seluruh lapisan sosial.

Turunkan Angka Pengangguran, Fokus pada Lulusan Terdidik

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menegaskan Job Fair 2025 merupakan bagian penting dari program Dasa Bakti Ngalam Idrek, yang berfokus pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan keterampilan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program ini sudah mulai terlihat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Malang turun dari 6,8 persen pada 2023 menjadi 6,1 persen pada 2024. Namun, tantangan masih ada: pengangguran terdidik mereka yang berpendidikan tinggi tetapi belum terserap dunia kerja masih berada di angka 7,5 persen.

“Memang pengangguran terdidik kita masih tinggi, rata-rata kota pendidikan seperti itu. Tapi secara umum pengangguran terbuka sudah turun. PR kita adalah menurunkan angka pengangguran terdidik,” kata Wahyu.

Ia menilai, salah satu penyebab utama masih tingginya pengangguran terdidik adalah ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri. Dunia kerja terus berubah, sementara kurikulum pendidikan sering kali belum mampu beradaptasi secara cepat.

“Banyak pekerjaan baru seperti konten kreator yang sebenarnya produktif, tapi belum tercatat dalam data ketenagakerjaan formal. Konten kreator di Kota Malang banyak, dan rata-rata berpendidikan tinggi,” sebutnya.

Mendorong Adaptasi ke Dunia Kerja Digital

Wahyu menegaskan, Pemkot Malang akan segera memetakan sektor informal dan digital agar tenaga kerja kreatif bisa diakomodasi dengan baik. Langkah ini juga diiringi target ambisius: menurunkan angka pengangguran terdidik hingga 6 persen pada 2026, melalui berbagai program pelatihan dan sertifikasi kompetensi kerja.

“Kami terus berupaya agar pengangguran terdidik ikut turun, bukan hanya pengangguran terbuka. Karena itu, perlu kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan agar keterampilan masyarakat sesuai dengan kebutuhan industri dan kemajuan teknologi,” jelasnya.

Antusiasme Tinggi, 5.500 Pelamar Sudah Mendaftar

Sementara itu, Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, menyebut bahwa hingga hari pertama pelaksanaan, lebih dari 5.500 pencari kerja telah mendaftar secara daring. Mereka berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari lulusan SMA/SMK hingga pascasarjana.

“Kami juga beri kesempatan untuk teman-teman disabilitas agar bisa diterima di perusahaan yang saat ini berpartisipasi,” ujarnya.

Melihat tingginya minat masyarakat, panitia bahkan menambah kuota pada hari kedua untuk peserta yang belum sempat mendaftar daring. Tambahan slot ini dibatasi untuk maksimal 500 orang.

“Kami tetap berikan kesempatan bagi yang belum sempat mendaftar online, tanpa mengganggu jadwal sesi utama. Harapan kami semua lowongan yang ada bisa terisi melalui job fair ini,” lugas Arif.

Peluang Kerja Hingga Luar Negeri

Wahyu menyebutkan selain perusahaan dalam negeri, Job Fair Kota Malang 2025 juga menghadirkan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang memberikan informasi peluang kerja ke luar negeri, mulai dari sektor perhotelan, manufaktur, hingga keperawatan.

Bagi Pemkot Malang, kegiatan ini bukan hanya seremonial. Job Fair diharapkan dapat memberikan dampak nyata terhadap penurunan angka pengangguran dan peningkatan kesejahteraan warga. Dengan antusiasme tinggi dari ribuan pencari kerja dan dukungan perusahaan lintas sektor, Kota Malang terus melangkah menuju ekonomi yang lebih inklusif dan produktif.

“Job Fair ini menjadi bukti semangat untuk bekerja dan berkembang di Kota Pendidikan tak pernah padam meski tantangan dunia kerja semakin kompleks, harapan akan masa depan yang lebih cerah tetap menyala di setiap langkah para pencari kerja yang berbondong-bondong datang ke GOR Ken Arok,” tukasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *