google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Popsi Festival, Mahasiswa Unmer Kampanyekan Psikologi Positif

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Merdeka (Unmer) Malang menggelar “Popsi Festival”, sebuah kampanye psikologi positif berbasis aktivitas interaktif, Selasa (9/12/2025). Kegiatan yang berlangsung di Pelataran Gedung Psikologi Unmer sejak pukul 12.00 WIB itu menjadi bagian dari program kreativitas tugas akhir mahasiswa.

Popsi Festival dirancang sebagai ruang edukasi publik untuk mengubah persepsi masyarakat tentang psikologi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa ingin menegaskan bahwa psikologi tidak semata-mata berkaitan dengan depresi, kecemasan, atau gangguan klinis, tetapi juga tentang pengembangan potensi dan kekuatan individu.

Beragam media ekspresi positif dihadirkan, mulai dari gratitude wall, bilik harapan, hingga stan aktivitas reflektif yang dapat diikuti langsung oleh pengunjung. Pengunjung diajak menuliskan rasa syukur, harapan, serta pesan positif sebagai bentuk penguatan kesehatan mental berbasis psikologi positif.

Dekan Fakultas Psikologi Unmer Malang, Al Thuba Septa Priyanggasari, S.Psi., M.Psi., mengatakan Popsi Festival merupakan upaya kampus membangun pemahaman baru mengenai peran psikologi dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pendekatan psikologi positif menitikberatkan pada kekuatan dan potensi manusia.

“Setiap individu memiliki sisi positif dalam dirinya. Jika potensi itu digali, kualitas diri akan meningkat. Psikologi tidak hanya membahas masalah, tetapi juga bagaimana manusia bertumbuh dan berkembang,” kata Al Thuba di sela kegiatan.

Ia menambahkan, fasilitas seperti gratitude wall dan bilik harapan sengaja dipilih karena nilai-nilai tersebut sejatinya telah dimiliki setiap orang. Melalui kegiatan ini, peserta diajak lebih sadar pada pengalaman positif yang sering terabaikan dalam keseharian.

“Berbeda dari festival pada umumnya, Popsi Festival tidak menggunakan sistem perlombaan. Fakultas memberikan apresiasi setara kepada seluruh karya mahasiswa. Penilaian dilakukan berdasarkan kesesuaian konsep dengan teori yang dipelajari di kelas serta kreativitas dalam menerjemahkan teori psikologi ke dalam aktivitas nyata,” papar Al Thuba.

Salah satu tenant menampilkan konsep Pandora Box, yang menggabungkan pendekatan psikoanalisis dan psikologi positif. Program ini terinspirasi dari gagasan Sigmund Freud tentang konflik batin yang kerap tersimpan di lapisan terdalam diri individu.

Dalam sesi ini, peserta diajak mengikuti relaksasi awal untuk menciptakan rasa tenang sebelum memasuki proses refleksi. Abidin Maulana, mahasiswa Psikologi Unmer yang menjadi narasumber kegiatan, menjelaskan bahwa peserta diminta membayangkan diri mereka sendiri dan mengenali emosi yang selama ini jarang disadari.

“Peserta diajak menghadirkan bayangan diri dengan ekspresi yang sering diabaikan, agar mereka dapat mengenali dan menerima dirinya secara utuh,” kata Abidin.

Tahap akhir diisi dengan refleksi tertulis, di mana peserta menuliskan pesan untuk diri sendiri sebagai bentuk penerimaan dan penguatan diri.

Al Thuba menyebutkan Popsi Festival menjadi program terbuka pertama Fakultas Psikologi Unmer dalam mengkampanyekan psikologi positif kepada publik. Acara ini diikuti mahasiswa lintas semester dan terbuka bagi masyarakat umum, termasuk anak-anak PAUD yang turut merasakan suasana edukatif dan positif.

“Saya berharap Popsi Festival dapat menjadi agenda tahunan. Data dan hasil aktivitas peserta akan diolah sebagai bahan publikasi ilmiah guna memperluas penyebaran nilai psikologi positif di lingkungan kampus dan masyarakat,” tukasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *