google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

GKJW Rayakan 94 Tahun, Teguhkan Komitmen Pelayanan

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) memperingati hari jadinya yang ke-94 pada Kamis (12/12/2025). Perayaan digelar di Kantor Majelis Agung GKJW, Jalan Slamet Supriadi No. 18, Kecamatan Sukun, Kota Malang, dengan mengusung tema “Menyala GKJW Ku”.

Tema tersebut menjadi refleksi sekaligus ajakan bagi seluruh jemaat GKJW untuk terus menghadirkan terang, manfaat, dan kontribusi nyata bagi kehidupan bermasyarakat di tengah dinamika zaman.

Perayaan dipimpin Ketua Majelis Agung GKJW, Pendeta Natalie Hermawan. Dalam sambutannya, ia mengajak jemaat menengok perjalanan panjang GKJW sejak didirikan pada 11 Desember 1931 di Mojowarno, Jawa Timur. Menurutnya, usia 94 tahun menjadi bukti bahwa GKJW telah melalui proses sejarah yang tidak mudah.

“Perjalanan GKJW tidak lepas dari berbagai tantangan, termasuk masa-masa sulit dalam sejarah bangsa. Namun, dari setiap proses itu, GKJW terus belajar untuk tetap setia melayani,” kata Pendeta Natalie.

Ia mengingatkan GKJW pernah menghadapi periode kelam pada masa pendudukan Jepang. Sejumlah tokoh gereja mengalami penahanan, bahkan sebagian di antaranya wafat dalam masa penindasan tersebut. Peristiwa itu, kata dia, menjadi bagian penting dari sejarah gereja yang membentuk keteguhan iman dan semangat pelayanan GKJW hingga hari ini.

Menurutnya, pemahaman terhadap sejarah bukan untuk meratapi masa lalu, melainkan menjadi sumber kekuatan agar GKJW terus hadir memberikan penguatan iman, pelayanan sosial, serta kontribusi bagi masyarakat, khususnya di Jawa Timur dan Kota Malang.

Perayaan HUT ke-94 GKJW turut dihadiri Wali Kota Malang Wahyu Hidayat. Dalam sambutannya, Wahyu menekankan pentingnya menjaga persatuan dan harmoni di tengah keberagaman masyarakat Kota Malang.

Ia menilai pembangunan kota akan berjalan baik apabila seluruh elemen masyarakat memiliki komitmen kuat dalam merawat toleransi dan kebersamaan. Pemerintah, menurutnya, membutuhkan dukungan berbagai unsur, termasuk lembaga keagamaan, dalam menjaga kohesi sosial.

“Kota Malang adalah rumah bersama. Harmoni dan toleransi menjadi fondasi penting agar pembangunan berjalan berkelanjutan dan masyarakat hidup berdampingan secara damai,” tutur Wahyu.

Ia mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, gereja, dan masyarakat untuk terus memperkuat hubungan antarkelompok. Sinergi tersebut dinilai Wahyu penting dalam menghadapi tantangan sosial serta menjaga karakter Kota Malang sebagai kota yang inklusif dan berkeadaban.

Menutup pesannya, Wahyu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat persatuan. Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun dapat menjadi modal sosial bagi masa depan Kota Malang.

“Peringatan HUT ke-94 GKJW menjadi momentum refleksi sejarah sekaligus peneguhan komitmen gereja untuk terus “menyala” melalui pelayanan iman, sosial, dan kemasyarakatan di tengah kehidupan yang majemuk,” tandas Wahyu.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *