google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Airlangga Pribadi: Gen Z Bukan Generasi yang Gagal, tetapi Pewaris Berbagai Krisis Zaman

  • Bagikan
Penulis buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z, Airlangga Pribadi, dalam bedah buku yang digelar di Universitas Negeri Malang (UM), Jumat (24/7/2026)(Aisyah Dyah Novayanti Suep)
banner 468x60
Penulis buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z, Airlangga Pribadi, dalam bedah buku yang digelar di Universitas Negeri Malang (UM), Jumat (24/7/2026)(Aisyah Dyah Novayanti Suep)

kota Malang, iKoneksi.com – Generasi Z selama ini kerap dianggap sebagai kelompok yang apatis dan gagal menghadirkan perubahan. Padahal, mereka justru menjadi generasi yang mewarisi berbagai krisis sekaligus, mulai dari kesulitan mengakses pendidikan, ketidakpastian ekonomi, hingga ancaman kerusakan lingkungan hidup. Untuk itu, generasi muda perlu diajak membaca kembali marhaenisme bukan sebagai doktrin masa lalu, tetapi sebagai cara berpikir dalam memahami dan menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi hari ini. Hal tersebut disampaikan penulis buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z, Airlangga Pribadi, dalam bedah buku yang digelar di Universitas Negeri Malang (UM), Jumat (24/7/2026).

Airlangga mengatakan, marhaenisme yang dirumuskan Bung Karno tidak boleh berhenti sebagai kumpulan slogan maupun romantisme sejarah. Menurutnya, hal yang paling penting untuk dipelajari dari Bung Karno adalah cara berpikirnya dalam membaca persoalan sosial dan menemukan jalan pembebasan secara kolektif. Karena itu, pemikiran tersebut perlu direkonstruksi sesuai tantangan zaman yang dihadapi generasi saat ini.

“Yang absen selama ini adalah bagaimana kita membahas logika berpikir Bung Karno. Kita kembali berusaha memahami dan merekonstruksikannya dengan konteks yang berbeda dan artikulasi yang baru,” ujarnya.

Ia mencontohkan fenomena masyarakat yang bekerja tanpa mengenal waktu demi memenuhi kebutuhan hidup. Salah satunya adalah pengemudi ojek daring yang tertidur di atas motornya karena kelelahan bekerja. Selain itu, Airlangga juga menyoroti banyaknya calon mahasiswa yang gagal melanjutkan pendidikan akibat keterbatasan ekonomi. Baginya, persoalan tersebut menunjukkan bahwa problem ketidakadilan sosial yang dahulu dibaca Bung Karno masih berlangsung dalam bentuk yang berbeda.

Menurut Airlangga, persoalan yang diwarisi Generasi Z saat ini bahkan lebih kompleks karena tidak hanya berkaitan dengan ekonomi, tetapi juga menyangkut krisis ekologis. Ia menjelaskan, hubungan manusia dengan bumi semakin terasing akibat cara pandang yang menjadikan alam semata-mata sebagai komoditas ekonomi dan sumber keuntungan.

“Manusia tidak akan bisa hidup dengan baik apabila dipisahkan dari lingkungan dan bumi. Persoalan ekologis yang kita hadapi hari ini menjadi bagian dari persoalan yang harus dijawab,” katanya.

Airlangga menilai, marhaenisme harus dipahami sebagai metode berpikir yang selalu berangkat dari realitas sosial masyarakat. Oleh karena itu, gagasan yang ditawarkan Bung Karno juga harus mampu berkembang untuk menjawab persoalan kontemporer seperti kapitalisme digital, ketimpangan sosial, hingga krisis lingkungan yang dihadapi generasi muda saat ini.

Lebih lanjut, ia mengkritisi pandangan yang kerap menyalahkan Generasi Z atas berbagai persoalan bangsa. Menurutnya, generasi muda justru menjadi korban dari sistem sosial yang belum mampu menjamin masa depan mereka. Karena itu, marhaenisme dalam buku yang ditulisnya hadir sebagai ajakan untuk berdialog dengan generasi muda, bukan untuk mendomestikasi maupun mengisolasi persoalan yang mereka hadapi.

“Gen Z sering kali dianggap sebagai kambing hitam atas berbagai persoalan. Padahal, yang harus kita lihat adalah bagaimana bumi, masyarakat, dan masa depan sedang dipertaruhkan,” ungkapnya.

Melalui buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z, Airlangga berharap generasi muda tidak hanya mengenang para pendiri bangsa sebagai tokoh besar dalam sejarah, tetapi juga belajar memahami cara mereka berpikir untuk merumuskan solusi atas berbagai krisis yang dihadapi Indonesia saat ini.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *