google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Dua Flyover Kota Malang Perlu Perbaikan Total, Anggaran Terbatas

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Pemerintah Kota Malang menghadapi tantangan serius dalam memperbaiki infrastruktur jalan layang. Dua flyover utama di kota ini membutuhkan anggaran sekitar Rp4 miliar untuk perbaikan menyeluruh.

Dua titik yang dimaksud adalah flyover di kawasan Jalan Arjosari, Kecamatan Blimbing, serta Jalan Kolonel Sugiyono, Kecamatan Sukun. Keduanya merupakan jalur vital yang setiap hari dilintasi ribuan kendaraan.

Namun, keterbatasan kemampuan fiskal daerah membuat rencana perbaikan total belum bisa segera direalisasikan.

Pemerintah kota pun kini mencari berbagai skema pembiayaan agar perbaikan tidak terus tertunda.

Kondisi Jalan Aus, Tak Cukup Tambal Sulam

Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, mengungkapkan kondisi permukaan jalan pada kedua flyover sudah masuk tahap perbaikan total. Menurutnya, perbaikan tidak bisa lagi dilakukan dengan metode tambal sulam seperti yang selama ini diterapkan.

“Penanganan harus dikelupas karena aspal sudah aus, lalu diganti baru. Sambungan antar jembatan atau expansion joint juga perlu diganti,” kata dia

Ia menyebutkan, total kebutuhan anggaran untuk perbaikan menyeluruh dua flyover tersebut diperkirakan mencapai Rp4 miliar.

Perbaikan Sementara, Jalan Masih Bergelombang

Saat ini, penanganan yang dilakukan masih bersifat sementara, yakni menutup lubang dan melapisi ulang bagian sambungan jembatan. Kondisi tersebut membuat permukaan jalan terasa tidak rata dan menimbulkan getaran saat dilalui kendaraan.

Dandung menegaskan, getaran yang dirasakan pengendara bukan disebabkan oleh kerusakan struktur jembatan.

“Yang terasa itu dari expansion joint yang belum diganti. Untuk perbaikan permanen harus dilakukan cold milling, lalu overlay,” jelasnya.

Usulan ke Pusat dan Provinsi, Flyover Tetap Aman

Pemerintah Kota Malang telah mengajukan bantuan pembiayaan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Namun, realisasi anggaran masih terkendala pembagian kewenangan jalan. Flyover di Jalan Kolonel Sugiyono, misalnya, berada di jalur nasional, sementara sebagian lainnya menjadi kewenangan provinsi.

“Kami sudah ajukan ke pusat dan provinsi karena anggaran kota terbatas,” sebut Dandung.

“Meski demikian, DPUPRPKP memastikan kedua flyover masih aman dilalui. Gelombang jalan lebih dipengaruhi beban kendaraan berat, terutama truk logistik yang rutin melintas,” tandas Dandung.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *