google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Polri Reformasi Pendidikan, Kurikulum HAM dan AI Siap Berlaku 2027

  • Bagikan
Polri Reformasi Pendidikan
banner 468x60
Polri Reformasi Pendidikan

Semarang, iKoneksi.com – Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, menegaskan komitmen Polri untuk mempercepat transformasi pendidikan sebagai pondasi pembangunan sumber daya manusia unggul. Menurutnya, Polri harus melahirkan personel yang profesional, adaptif, dan berintegritas.

Pernyataan tersebut disampaikan usai menghadiri tiga agenda strategis di Akademi Kepolisian (Akpol). Agenda itu meliputi Analisis dan Evaluasi (Anev) Pendidikan Semester I Tahun 2026, peresmian Kelas Tematik Akpol, serta peresmian Laboratorium Sosial Sains Kepolisian.

Anev Semester I disebut menjadi momentum penting untuk menyusun desain baru sistem pendidikan Polri yang akan diterapkan mulai tahun 2027. Kurikulum baru ini diarahkan agar sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2026 dan rekomendasi reformasi kepolisian.

“Seluruh kurikulum pendidikan Polri sedang didesain ulang agar semakin berbasis hak asasi manusia, memperkuat kompetensi, profesionalisme, serta menjawab tantangan perkembangan zaman,” ujar Wakapolri.

Reformasi pendidikan mencakup seluruh jenjang, mulai dari pendidikan pembentukan hingga pengembangan di tingkat pertama, menengah, dan tinggi. Termasuk di dalamnya pendidikan Bintara Polri, Brimob, Polair, hingga Intelijen.

Selain itu, Wakapolri meresmikan Kelas Tematik Akpol sebagai inovasi pembelajaran. Konsep ini menghadirkan representasi fungsi utama kepolisian dan akan diperluas ke seluruh Polda dengan menyesuaikan karakteristik wilayah serta kearifan lokal.

Ia menekankan bahwa mayoritas taruna berasal dari generasi Z dan Alpha. Karena itu, pembelajaran harus dekat dengan digitalisasi, pengambilan keputusan berbasis data, analisis artificial intelligence (AI), serta kemampuan berpikir komprehensif.

Pada kesempatan yang sama, Wakapolri juga meresmikan Laboratorium Sosial Sains Kepolisian. Laboratorium ini dikembangkan dengan teknologi digital, big data, dan AI untuk mendukung pembelajaran berbasis riset serta pengambilan keputusan berbasis bukti.

Transformasi pendidikan juga diperluas ke jenjang kepemimpinan. Di Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim), Polri tengah menyiapkan Laboratorium Kepemimpinan Digital sebagai sarana pembelajaran bagi middle manager dan top manager.

Wakapolri menutup dengan menegaskan bahwa reformasi pendidikan, kultur organisasi, dan penguatan kompetensi personel adalah komitmen Polri untuk menjawab harapan masyarakat sekaligus menghadapi dinamika tantangan global, regional, dan nasional.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *