Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Dari Salesman Genteng hingga Jadi Petinggi Asosiasi, Kisah Makhrus Sholeh Bangun Bisnis dari Nol

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Kesuksesan tidak selalu dimulai dari ruang kantor mewah atau modal besar. Bagi Makhrus Sholeh, perjalanan menuju dunia bisnis justru berawal dari pekerjaan sebagai salesman yang menawarkan produk dari rumah ke rumah.

Kini, namanya dikenal sebagai pengusaha di Malang Raya sekaligus tokoh yang dipercaya memegang sejumlah jabatan organisasi. Terbaru, Makhrus resmi dilantik sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (DPP Apersi).

Ia juga dipercaya menjadi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) Jawa Timur. Namun, posisi tersebut tidak diraih dalam waktu singkat. Ada perjalanan panjang, kegagalan, momentum membaca pasar, hingga keberanian mengambil risiko yang membentuk kariernya.

Dari Menjual Rokok hingga Menawarkan Genteng

Makhrus mengawali dunia kerja sebagai salesman rokok. Setelah itu, ia beralih menjadi salesman genteng dengan pola penjualan door to door. Pekerjaan tersebut justru menjadi titik penting dalam perjalanan bisnisnya. Berhadapan langsung dengan konsumen membuat Makhrus memahami kebutuhan pasar. Ia mengamati jenis bahan bangunan yang diminati masyarakat dan membaca peluang dari kebutuhan tersebut.

Dari pengalaman itu, Makhrus bersama rekannya kemudian memutuskan mendirikan pabrik beton bangunan. Keputusan tersebut menjadi awal lahirnya PT Turen Indah Beton.

Dengan pengetahuan mengenai kebutuhan konsumen yang diperolehnya saat menjadi salesman, bisnis tersebut berkembang. Usahanya kemudian merambah sektor toko bahan bangunan.

Toko Bangunan Tumbuh hingga 17 Cabang

Makhrus tidak berhenti di satu usaha. Toko bangunan yang dikembangkannya terus meluas dari Turen menuju Kota Malang dan Kota Batu. Kini, jaringan usahanya disebut telah berkembang hingga memiliki 17 cabang di Indonesia, termasuk wilayah Madura dan Bali. Setelah bisnis bahan bangunan berkembang, Makhrus mulai melihat peluang lain yang masih memiliki keterkaitan dengan sektor konstruksi. Ia kemudian masuk ke bisnis properti.

Lahan pertama yang dibelinya untuk dikembangkan berada di kawasan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Dari pengembangan kawasan tersebut, bisnis properti Makhrus semakin berkembang dan berada di bawah Turen Indah Property. Hingga kini, ia telah mengembangkan perumahan di sekitar 40 lokasi.

Dari Properti Merambah Bisnis Kuliner

Pada 2009, Makhrus kembali mengambil langkah ke sektor berbeda. Kali ini, ia masuk ke industri makanan dan minuman atau F&B. Ia mendirikan Rumah Makan Ocean Garden. Di luar dugaan, usaha kuliner tersebut berkembang menjadi salah satu nama yang dikenal di Kota Malang. Ocean Garden kemudian memperluas jaringan dengan membuka sejumlah cabang.

Selain konstruksi, properti dan kuliner, Makhrus kini juga mengembangkan sektor perkebunan, termasuk komoditas durian. Berbagai lini usaha tersebut berada di bawah payung Turen Indah Group. Di tengah kesibukan berbisnis, Makhrus juga menyelesaikan pendidikan sarjana hukum di Universitas Widyagama Malang pada 2014-2018.

Pernah Terpukul dan Mengalami Jatuh Bangun

Perjalanan bisnis Makhrus bukan tanpa hambatan. Ia pernah mengalami masa sulit dan harus menghadapi risiko besar dalam perjalanan usahanya. Pandemi COVID-19 menjadi salah satu periode yang paling berat bagi bisnisnya. Ia juga pernah mengalami persoalan terkait aset bernilai miliaran rupiah.

Namun, berbagai tekanan tersebut tidak menghentikan langkahnya untuk mengembangkan usaha. Pengalaman jatuh bangun tersebut justru menjadi bagian dari proses yang membentuk cara Makhrus membaca peluang dan mengambil keputusan bisnis.

Bisnis Berjalan, Organisasi Terus Berkembang

Di luar dunia usaha, Makhrus aktif dalam berbagai organisasi. Kiprahnya antara lain bersentuhan dengan GP Ansor dan Nahdlatul Ulama (NU), Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), Lembaga Takmir Masjid (LTM), hingga Masyarakat Ekonomi Syariah. Pengalaman tersebut kemudian membawanya dipercaya memimpin sejumlah organisasi profesi dan kemasyarakatan.

Selain Ketua DPW GAPEMBI Jawa Timur dan Sekjen DPP Apersi, Makhrus juga menjabat Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Malang serta Ketua Yayasan Kartika Nawa. Perjalanan dari salesman hingga menjadi pengusaha dan pengurus organisasi tingkat nasional menjadi bagian paling menarik dari kisah Makhrus Sholeh.

Ia menunjukkan pekerjaan yang terlihat sederhana dapat menjadi pintu untuk memahami pasar, membangun jaringan, dan menemukan peluang bisnis. Dari menawarkan genteng dari rumah ke rumah, Makhrus kini berada di posisi yang jauh berbeda: mengembangkan berbagai lini usaha sekaligus dipercaya memegang sejumlah jabatan strategis.

Kisah tersebut menjadi gambaran bahwa kesuksesan bisnis tidak selalu lahir dari titik awal yang istimewa, tetapi dari kemampuan membaca peluang, keberanian mengambil keputusan, dan konsistensi melewati berbagai fase jatuh bangun.

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *