google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kecelakaan Maut di Batu Picu Peringatan untuk Sekolah di Malang

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Kecelakaan maut yang melibatkan bus wisata sekolah asal Bali di Kota Batu, Jawa Timur, pada Rabu malam (8/1/2025) menjadi perhatian serius bagi sekolah-sekolah di Kota Malang. Kecelakaan yang diduga disebabkan oleh rem blong ini mengingatkan kembali pentingnya keselamatan dalam perjalanan study tour bagi pelajar.

Bus yang terlibat dalam kecelakaan itu membawa rombongan pelajar dan guru dari SMK TI Bali Global Bali. Bus tersebut mengalami rem blong saat melaju di Jalan Imam Bonjol, Kota Batu. Akibatnya, bus meluncur bebas dan menabrak enam kendaraan roda empat dan 10 kendaraan roda dua yang ada di depannya. Dalam insiden ini, empat orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 11 orang lainnya mengalami luka-luka.

Menanggapi kejadian tragis ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang segera mengeluarkan peringatan kepada sekolah-sekolah di Kota Malang. Peringatan tersebut mengingatkan para kepala sekolah di tingkat SD dan SMP, baik negeri maupun swasta, untuk lebih berhati-hati dalam memilih bus untuk kegiatan study tour.

Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, menyatakan bahwa pihaknya telah mengingatkan seluruh kepala sekolah agar selalu berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Disdikbud Kota Malang sebelum melaksanakan kegiatan study tour.

“Kami mengingatkan lagi kepada semua kepala sekolah melalui pengawas untuk selalu berkoordinasi dengan Dishub dan Disdikbud jika hendak melaksanakan study tour,” ujar Suwarjana pada Kamis (9/1/2025).

Suwarjana menekankan koordinasi dengan Dishub dan izin dari Disdikbud sangat penting untuk memastikan keselamatan peserta study tour. Salah satu aspek yang harus diperhatikan adalah memilih bus yang sudah melewati uji KIR dan dalam kondisi layak jalan.

“Di tahun 2024 lalu, kami sudah mengundang Kepala Dishub dan semua kepala sekolah untuk berbicara mengenai bagaimana cara memilih bus yang baik saat melakukan kontrak dengan penyedia layanan bus,” jelasnya.

Pentingnya memilih bus yang tepat juga ditekankan oleh Suwarjana dengan menyoroti masalah kontrak kerja antara pihak sekolah dan penyedia bus. Kepala sekolah diingatkan untuk memastikan bahwa bus yang digunakan sesuai dengan yang tercantum dalam kontrak, termasuk nomor plat bus yang telah disepakati.

“Jika ada perbedaan antara bus yang disepakati dalam kontrak dengan yang dikirim, itu tidak boleh diterima. Semua harus sesuai dengan klausul yang telah disetujui,” lugasnya.

Suwarjana juga menegaskan selama ini, semua sekolah yang ingin melaksanakan kegiatan study tour harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari Disdikbud. Jika izin tersebut tidak diberikan, maka kegiatan study tour tidak akan dilaksanakan.

“Kalau kami tidak mengeluarkan izin, maka kegiatan study tour tidak akan dilakukan,” tegasnya.

Peristiwa kecelakaan yang melibatkan bus wisata sekolah asal Bali ini menjadi pengingat bagi semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan study tour. Kejadian tersebut juga membuka mata bahwa keselamatan para siswa dan guru yang ikut serta dalam perjalanan jauh harus menjadi prioritas utama.

Dari hasil penyelidikan polisi, bus yang terlibat kecelakaan tersebut diketahui memiliki izin angkutan dan uji berkala (KIR) yang sudah kedaluwarsa. Ini menambah kesadaran akan pentingnya memastikan bahwa kendaraan yang digunakan untuk kegiatan study tour benar-benar dalam kondisi layak dan memenuhi standar keselamatan yang berlaku.

“Kejadian ini tentu menjadi pelajaran berharga bagi sekolah-sekolah di Kota Malang dan di seluruh Indonesia. Ke depannya, lebih banyak perhatian dan langkah preventif perlu diambil untuk mencegah terulangnya kejadian serupa yang dapat merenggut nyawa dan membahayakan keselamatan peserta study tour,” tukas Suwarjana. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *