google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Andreas Eddy: Solidaritas Kunci Hadapi Krisis Kemanusiaan

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Anggota Komisi XI DPR RI, Andreas Eddy Susetyo, menegaskan pentingnya solidaritas lintas iman dan kemanusiaan saat membagikan sembako Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Gereja Katolik St. Theresia Lisieux, Ahad (14/12/2025). Kegiatan ini menjadi refleksi bersama atas berbagai krisis sosial dan bencana yang melanda Indonesia.

Andreas menilai musibah yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tidak boleh dilihat sebagai kesalahan seseorang aja, melainkan sebagai panggilan untuk bersatu dan saling menolong.

“Jangan bertanya dosanya apa. Mereka adalah saudara kita. Solidaritas harus muncul saat ini,” sebutnya.

Ia juga membagikan pengalamannya bertemu Paus Leo XIV di Vatikan beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan tersebut, Paus menyoroti lemahnya respons global terhadap krisis lingkungan dan pemanasan bumi yang berpotensi menjadi bencana kemanusiaan.

“Ini masalah bersama umat manusia dan hanya bisa ditangani dengan kebersamaan dan solidaritas,” ucap Andreas mengutip pesan Paus.

Menurut Andreas, solidaritas tidak hanya bersifat global, tetapi harus dimulai dari keluarga sebagai unit terkecil kehidupan sosial. Ia mengaitkan hal tersebut dengan tema Natal 2025 dari KWI dan PGI, “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarganya.” Tema itu dinilai relevan di tengah realitas keluarga modern yang mulai kehilangan kebersamaan akibat dominasi teknologi.

Ia juga menyinggung pentingnya perubahan gaya hidup yang lebih sederhana dan berkelanjutan, sebagaimana gerakan kaum muda dunia yang mendorong konsumsi secukupnya demi menjaga bumi.

“Kalau kita terus mengejar kepemilikan tanpa batas, dampaknya adalah kerusakan alam dan krisis sosial,” ujarnya.

Pimpinan Gereja St. Theresia Lisieux, Romo Henricus Suwadji Okarem, dalam kesempatan itu menegaskan bahwa kekayaan, pendidikan, dan jabatan tanpa rasa persaudaraan justru bisa menghancurkan bangsa.

“Kalau tidak ada solidaritas, yang kecil dan lemah akan terlindas,” katanya.

Melalui kegiatan berbagi sembako ini, Andreas berharap nilai cinta kasih dan solidaritas tidak berhenti pada seremoni Natal, tetapi menjadi gerakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Politik bagi saya adalah melayani, terutama mereka yang paling lemah dan terpinggirkan,” pungkasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *