google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Antusiasme Warga Joyogrand Pecah, Reses Made Jadi Magnet Publik

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Hujan deras yang mengguyur kawasan Joyogrand pada Jumat malam (14/11/2025) rupanya tidak menyurutkan antusiasme warga untuk menghadiri reses Anggota DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika SE MM. Bertempat di RT 04 RW 08 Joyogrand, reses tersebut berubah menjadi forum hangat yang padat, komunikatif, dan jauh dari kesan seremonial.

Sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang sekaligus anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Made menegaskan reses bukan sekadar kewajiban formal bagi wakil rakyat, tetapi momentum penting untuk mendengarkan denyut aspirasi warga secara langsung.

“Reses ini harus jadi sarana untuk menampung aspirasi warga berkaitan dengan kepentingan publik. Jangan hanya sarana formalitas saja. Monggo bapak-bapak atau ibu-ibu yang ingin menyampaikan keluhan,” kata Made membuka dialog.

Meski langit masih meneteskan sisa hujan, warga berdatangan dan memenuhi seluruh kursi yang disediakan panitia. Bahkan sebagian peserta harus duduk lesehan karena keterbatasan kursi. Kehadiran warga juga tidak hanya dari kalangan bapak-bapak, tetapi juga ibu-ibu PKK yang turut meramaikan forum.

Made tersenyum melihat tingginya kehadiran tersebut. Ia menilai antusiasme warga menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap persoalan lingkungan dan kebutuhan publik semakin kuat.

Ketua RT 04 RW 08, Eko Arif Mudji Antono, mengapresiasi respon warga yang dinilainya luar biasa.

“Terima kasih kepada seluruh warga yang telah menunjukkan kepedulian pada lingkungan,” kata Eko.

Seorang warga lainnya, Ian Arnanto, menyampaikan bahwa kehadiran seorang anggota dewan dalam reses di wilayah Joyogrand adalah sesuatu yang sangat jarang.

“Selama saya tinggal di sini 10 tahun, baru sekali ada anggota dewan yang mau reses ke Joyogrand,” ujarnya.

Forum kemudian mengalir ke sesi diskusi mengenai berbagai persoalan publik di lingkungan mereka. Mulai dari lampu penerangan jalan, pembangunan dan renovasi balai RT 04, serta beberapa sarana pendukung lainnya yang dianggap perlu segera mendapat perhatian.

Menanggapi hal tersebut, Made memastikan bahwa seluruh aspirasi akan diinventarisasi dan diteruskan kepada stakeholder terkait.

“Monggo, jadikan saya sebagai alat atau sarana untuk menyambungkan dengan stakeholder. Misal masalah lampu penerangan atau renovasi balai RT 04, insyaAllah bisa kita tampung melalui pokir dari kami,” jelasnya.

Sebagai bentuk komitmen keterbukaan, Made bahkan membagikan nomor ponselnya langsung kepada warga agar pengaduan dapat dilakukan kapan saja.

“Jangan berhenti di forum ini. Forum cangkrukan kita siap, tapi mohon konfirmasi dulu biar tidak tabrakan dengan kegiatan lain,” terangnya.

Made juga mengingatkan pokir atau pokok pikiran DPRD merupakan instrumen penting yang dapat dimanfaatkan warga untuk memperjuangkan kebutuhan publik melalui wakil mereka di dewan. Pokir menjadi wadah resmi penyaluran usulan masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti dalam pembahasan anggaran dan program pembangunan.

Dengan komunikasi yang terbuka dan suasana reses yang berlangsung hangat, kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa partisipasi warga masih menjadi pilar penting dalam pembangunan Kota Malang.

Antusiasme warga Joyogrand tidak hanya menunjukkan kepercayaan kepada wakil rakyat, tetapi juga harapan besar bahwa aspirasi mereka benar-benar diperjuangkan hingga terlaksana.

Reses itu ditutup dengan pesan Made agar komunikasi antara warga dan DPRD tidak pernah putus, demi terciptanya lingkungan yang lebih baik, nyaman, dan aman bagi seluruh warga Kota Malang.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *