google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Bapenda Kota Malang Jadi Rujukan Nasional Pengelolaan Pajak

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Keberhasilan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kian mendapat pengakuan luas. Capaian tersebut tak hanya mengangkat nama Kota Malang di tingkat regional Malang Raya, tetapi juga menembus level nasional.

Pengakuan itu tercermin dari diundangnya Kepala Bapenda Kota Malang, Handi Priyanto, sebagai pemateri oleh sejumlah pemerintah daerah. Terbaru, Handi diminta berbagi pengalaman dan praktik baik pengelolaan pajak daerah di Kabupaten Karawang dan Kota Cirebon.

Dalam forum tersebut, Handi memaparkan strategi digitalisasi pajak daerah melalui pemanfaatan aplikasi e-tax Persada, sistem yang dikembangkan langsung oleh Bapenda Kota Malang. Aplikasi ini menjadi salah satu instrumen kunci dalam mendorong optimalisasi PAD secara transparan dan akuntabel.

“Kami memberikan aplikasi e-tax Persada untuk direplikasi dan diterapkan di Kota Cirebon serta Kabupaten Karawang,” kata Handi dalam pemaparannya, Jumat (30/1/2026).

Menurut Handi, digitalisasi pajak melalui e-tax Persada memungkinkan pemerintah daerah memantau transaksi wajib pajak secara real time. Sistem ini dinilai mampu meminimalkan kebocoran pajak sekaligus meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

Tak hanya berhenti di Karawang dan Cirebon, Handi mengungkapkan aplikasi e-tax Persada telah lebih dulu direplikasi oleh sejumlah daerah lain di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Lombok Barat, Kota Pekanbaru, dan Kota Jambi.

“Sistem e-tax Persada buatan Bapenda Kota Malang sudah kami berikan untuk direplikasi di beberapa daerah tersebut,” tutur Handi.

Ia menegaskan, replikasi sistem tidak sekadar menyerahkan aplikasi. Bapenda Kota Malang juga memberikan pendampingan teknis secara menyeluruh agar sistem dapat berjalan optimal di daerah pengguna.

“Kami melakukan bimbingan teknis, memberikan pelatihan cara penggunaan aplikasi, cara instalasi, hingga penerapan langsung di wajib pajak,” ujarnya.

Handi menyebutkan, pendekatan tersebut penting agar setiap daerah mampu menyesuaikan sistem dengan karakteristik wilayah dan basis wajib pajak masing-masing. Dengan demikian, implementasi e-tax tidak berhenti pada tataran teknologi, tetapi benar-benar berdampak pada peningkatan PAD.

“Keberhasilan Bapenda Kota Malang dalam mengembangkan dan mendiseminasikan sistem e-tax Persada menunjukkan inovasi daerah mampu menjadi solusi nasional. Model pengelolaan pajak berbasis digital yang diterapkan Kota Malang kini menjadi referensi bagi daerah lain yang ingin memperkuat kemandirian fiskal,” ungkap Handi.

“Capaian ini sekaligus menegaskan posisi Kota Malang sebagai salah satu daerah yang konsisten mendorong reformasi birokrasi melalui inovasi digital, khususnya dalam pengelolaan pendapatan daerah,” pungkas Handi.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *