google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Bencana Sumut Picu Penjarahan, 16 Orang Diamankan Polisi

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Sibolga, iKoneksi.com — Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara memicu situasi darurat sosial. Di Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, hingga Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, warga yang terdampak banjir dilaporkan menjarah sejumlah retail modern dan fasilitas penyimpanan bahan pangan akibat keterlambatan distribusi bantuan logistik.

Aksi penjarahan terjadi pada Sabtu (29/11/2025) sore di Jalan Merdeka, Simpang Iblis, Kecamatan Tanjung Pura, Langkat. Sejumlah warga masuk ke minimarket dan mengambil berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, minuman, susu, roti, hingga tabung gas. Warga mengaku terpaksa melakukan aksi tersebut karena bantuan sembako dari pemerintah daerah belum tiba, sementara kebutuhan pangan semakin mendesak.

“Air sudah tinggi, barang di rumah habis, bantuan belum ada,” ujar seorang warga terdampak banjir. Warga lainnya meluapkan kekesalan karena kesulitan mendapatkan bahan makanan dan gas elpiji di tengah genangan air yang masih tinggi dan arus deras.

Banjir di wilayah tersebut merendam kawasan permukiman dan melumpuhkan Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum) Medan–Aceh. Ketinggian air di sejumlah titik, seperti Jalan Pemuda dan Jalan Sudirman, mencapai dada orang dewasa, membuat akses distribusi bantuan terhambat.

Situasi serupa terjadi di Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, serta Kota Sibolga. Warga yang kehabisan persediaan bahan pokok menjarah sejumlah swalayan dan minimarket, termasuk Indomaret, Alfamart, dan Alfamidi. Harga bahan pangan melonjak tajam, dengan telur dijual hingga Rp5.000 per butir dan cabai mencapai Rp200.000 per kilogram.

Seorang warga Pandan menyebutkan penjarahan baru terjadi setelah seluruh stok makanan di rumah habis. Selain minimarket, Gudang Bulog di Sarudik juga menjadi sasaran massa yang memaksa masuk dan mengambil beras serta minyak goreng. Aparat keamanan kesulitan mengendalikan situasi karena fokus pada evakuasi korban dan penanganan darurat bencana.

Kepolisian Resor Sibolga mencatat sedikitnya 16 orang diamankan terkait aksi penjarahan di sejumlah lokasi. Barang bukti berupa makanan, minuman, dan kebutuhan rumah tangga turut disita. Aparat gabungan TNI–Polri memperketat pengamanan di pusat perbelanjaan dan melakukan patroli untuk mencegah aksi lanjutan.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyatakan bantuan logistik telah tiba di wilayah terdampak, termasuk dua truk bantuan tahap awal dan tambahan 5,5 ton logistik tahap kedua. Namun, distribusi di lapangan diakui masih menghadapi kendala akibat akses jalan terputus dan gangguan jaringan komunikasi.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menegaskan bahwa aksi warga dipicu kebutuhan mendesak, bukan semata tindakan kriminal. Pemerintah pusat dan daerah berupaya mempercepat distribusi bantuan, membuka akses jalan, serta memulihkan kondisi keamanan agar situasi kembali kondusif.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *