google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Desa Bumiaji Kembali Banjir, Kades Nilai Penanganan Wali Kota Batu Tak Menyentuh Akar

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com — Desa Bumiaji kembali diterjang banjir pada Ahad (4/1/2026) lalu. Peristiwa yang berulang selama lebih dari satu dekade ini memantik kritik tajam dari Kepala Desa Bumiaji, Edi Susanto, yang menilai penanganan Pemerintah Kota Batu belum menyentuh akar persoalan. Ia menyebut langkah-langkah yang ditempuh sejauh ini cenderung tambal sulam dan belum memberikan solusi jangka panjang.

Edi mengungkapkan, banjir di wilayahnya bukan fenomena baru. Sejak 2013, luapan air kerap terjadi dan berdampak langsung pada permukiman warga. Upaya sudetan pada 2025 sempat mengurangi debit banjir, namun kondisi belakangan justru memburuk.

“Sekarang malah semakin meluap. Ini menandakan ada yang keliru di hulu,” tuturnya kepada iKoneksi.com, Selasa (20/1/2026)

Menurut Edi, kondisi banjir terakhir berbeda dari sebelumnya. Air yang meluap membawa lumpur tebal, sampah, hingga batang bambu dan pohon besar. Ia menduga perubahan aktivitas di kawasan atas yang belum diketahui detailnya memperparah aliran air.

“Di akhir Desember kemarin, air semakin besar. Isinya bukan hanya sampah, tapi juga lumpur dan pohon-pohon. Ini jelas ada masalah di atas,” katanya.

Ia menekankan, fokus penanganan tidak bisa hanya di wilayah hilir. Tanpa pembenahan di hulu, upaya di bawah akan sia-sia.

“Kalau yang atas tidak dibenahi, percuma. Air akan tetap deras turun,” tegasnya.

Terkait rencana Pemkot Batu yang disebut-sebut akan menggunakan drone untuk mendeteksi potensi banjir, Edi meragukan efektivitasnya. Menurutnya, teknologi itu hanya membantu pemetaan sesaat dan sulit diandalkan saat hujan deras.

“Kalau drone dipasang setiap hari kan tidak mungkin. Apalagi saat hujan lebat, apakah bisa terpantau? Menurut saya kurang efektif,” seru Edi.

Edi menilai, langkah konkret yang dibutuhkan adalah penataan menyeluruh alur sungai, pengendalian limpasan dari hulu, serta evaluasi aktivitas pembangunan yang berpengaruh pada daya tampung air. Ia juga menyinggung Sungai Paron sebagai muara yang perlu dikurangi bebannya agar banjir tidak kembali meluas ke permukiman.

“Kalau hanya mendata aliran sungai tanpa tindakan nyata, itu tidak cukup. Yang dibutuhkan adalah keputusan tegas untuk membenahi dari atas sampai ke bawah,” ujar Edi.

Ia menambahkan, pengalaman panjang menghadapi banjir semestinya menjadi pelajaran untuk merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Warga Bumiaji, lanjut Edi, sudah terlalu sering menjadi korban. Selain kerusakan rumah dan fasilitas, banjir membawa ancaman keselamatan dan kesehatan. Ia meminta Pemkot Batu segera mengambil langkah konkret, terukur, dan berkelanjutan, bukan sekadar wacana.

“Sudah hampir 14 tahun banjir berulang. Ini bukan persoalan baru. Kami berharap pemerintah hadir dengan solusi yang benar-benar menyelesaikan, bukan sekadar meredam sesaat,” pungkasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *