google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Krisis Harapan Picu Burnout Society, Generasi Muda Makin Skeptis Politik

  • Bagikan
RedTalks 2026 di Auditorium MCC, Sabtu (25/07/2026) (Sukma, iKoneksi.com)
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Fenomena burnout society menjadi sorotan dalam RedTalks 2026 yang digelar di Malang Creative Center (MCC), Sabtu (25/07/2026). Forum ini mengangkat tema Indonesia Punya Kita: Nasionalisme Tanpa Batas Generasi dan mempertemukan akademisi, aktivis mahasiswa, hingga tokoh publik untuk membahas tantangan yang dihadapi anak muda.

Pengamat politik, Rocky Gerung menilai, hilangnya harapan menjadi akar persoalan yang memunculkan kelelahan mental di tengah masyarakat. Menurutnya, kondisi tersebut melahirkan fenomena burnout society yang kini semakin terasa, terutama di kalangan generasi muda.

“Masyarakat yang gagal untuk punya harapan, dia lelah secara mental. Burnout society,” ujarnya.

Rocky menyebutkan, situasi itu diperparah oleh ketidakpastian arah yang dihadapi masyarakat saat ini.

“Akibatnya, berbagai kegelisahan kerap muncul tanpa diikuti arah penyelesaian yang jelas,” tekan Rocky.

Kegelisahan tersebut dinilai sejalan dengan hasil riset yang dipaparkan Wakil Ketua BEM Universitas Brawijaya, Kafitan Aidil Fitra Sukirman. Ia menyebut generasi muda sejatinya masih memiliki kepedulian terhadap politik. Namun, kepercayaan mereka terhadap instrumen politik justru terus menurun.

“Ketika diriset, anak muda itu peduli politik, tapi anak muda tidak percaya instrumen politik,” ungkapnya.

Senada, Wakabid Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital PDI Perjuangan Jawa Timur, Qintharra Ulya Yassifa menilai masih banyak suara anak muda yang belum memperoleh ruang dalam proses politik. Padahal, keterlibatan generasi muda menjadi salah satu kunci untuk membangun kembali kepercayaan publik terhadap institusi politik.

“Anak muda bukan tidak peduli politik. Mereka hanya ingin didengar. Kalau ruang itu ditutup, wajar jika kepercayaan terhadap instrumen politik ikut menurun. Karena itu, keterlibatan anak muda harus benar-benar dibuka, termasuk di struktur partai,” katanya.

Melalui forum tersebut, para pembicara sepakat bahwa membangun kembali harapan generasi muda menjadi pekerjaan bersama.

“Anak muda tidak hanya membutuhkan ruang untuk menyampaikan kritik, tetapi juga kepastian bahwa suara mereka didengar dan dapat berkontribusi dalam menentukan arah masa depan bangsa,” tandas ketua HIPMI Kabupaten Malang itu.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *