Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Kasus TBC Kota Malang Capai 1.284, Husnul Ungkap Kedungkandang Tertinggi

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat 1.284 kasus tuberkulosis (TBC) sepanjang Januari hingga akhir Juli 2026. Kecamatan Kedungkandang menjadi wilayah dengan temuan kasus terbanyak, yakni mencapai 215 kasus. Angka tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota Malang meski secara kumulatif masih berada di bawah jumlah kasus yang ditemukan sepanjang 2025. Tahun lalu, Dinkes Kota Malang mencatat 2.754 kasus TBC dalam periode satu tahun.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, penurunan angka temuan kasus tahun ini tidak boleh dimaknai bahwa ancaman TBC telah berkurang secara signifikan. Sebaliknya, upaya skrining, penemuan, dan pelaporan harus terus diperkuat agar penderita dapat segera mendapatkan penanganan.

“Jumlah kasus yang cenderung berkurang bukan karena akses maupun layanan penanganan tuberkulosis berkurang,” kata Wahyu.

Skrining dan Penemuan Kasus Terus Dikejar

Menurut politisi Gerindra itu, pemerintah daerah tidak ingin terlena dengan angka temuan yang lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Deteksi dini menjadi salah satu kunci untuk memutus rantai penularan TBC di masyarakat. Karena itu, Pemkot Malang terus mengoptimalkan standar pelayanan minimal dengan melibatkan jejaring fasilitas kesehatan.

“Saat ini terdapat 16 puskesmas, 141 klinik, dan 28 rumah sakit yang masuk dalam jejaring layanan TBC di Kota Malang. Penguatan jejaring tersebut diharapkan membuat masyarakat yang mengalami gejala maupun memiliki faktor risiko dapat lebih mudah menjalani pemeriksaan. Upaya tersebut juga penting untuk mencegah kasus terlambat ditemukan. Sebab, semakin cepat penderita teridentifikasi dan menjalani pengobatan, semakin besar peluang penularan dapat ditekan,” urai mantan Sekda Kabupaten Malang itu

Target Keberhasilan Pengobatan TBC Didorong Capai 90 Persen

Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan, selain mengejar penemuan kasus, pemerintah juga memperkuat keberhasilan pengobatan. Pada 2025, tingkat keberhasilan pengobatan TBC di Kota Malang mencapai 85 persen. Tahun ini, angka tersebut ditargetkan meningkat menjadi 90 persen.

“Untuk tahun 2026, kami targetkan bisa 90 persen sesuai angka standar daripada angka keberhasilan pengobatan di Kota Malang,” ujar Husnul.

“Target tersebut menunjukkan penanganan TBC tidak berhenti setelah pasien terdiagnosis. Kepatuhan menjalani pengobatan hingga tuntas menjadi bagian penting dalam upaya eliminasi penyakit menular tersebut,” sambung dia.

Husnul menegaskan bagi Kota Malang, temuan 1.284 kasus hingga Juli 2026 menjadi pengingat bahwa perang melawan TBC belum selesai.

“Penemuan kasus, pengobatan tuntas, penguatan layanan kesehatan, serta kesadaran masyarakat menjadi mata rantai yang harus dijaga secara bersamaan,” tutup dia.

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *