google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kebakaran Pakter Tuak di Asahan, Bocah 9 Tahun Tewas Terpanggang

  • Bagikan
banner 468x60

Kabupaten Asahan, iKoneksi.com – Suasana subuh di Jalan Ir. Sutami, Kelurahan Sei Renggas, Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, mendadak berubah mencekam. Api berkobar hebat melahap sebuah rumah yang juga difungsikan sebagai pakter tuak (warung minuman tradisional). Peristiwa tragis yang terjadi pada Sabtu (4/10/2025) sekitar pukul 03.45 WIB itu menewaskan seorang anak berusia 9 tahun, sementara empat anggota keluarga lainnya mengalami luka bakar serius.

Api Mengamuk Saat Penghuni Terlelap

Menurut kesaksian warga sekitar, kobaran api tiba-tiba muncul dari bagian belakang rumah saat sebagian besar penghuni dan warga sekitar masih terlelap. Dalam waktu singkat, api menjalar ke seluruh bagian bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu.

“Saya terbangun ketika mobil pemadam kebakaran sudah datang. Saat itu api sudah membesar dan membakar seluruh rumah. Saya tidur di pakter tuak malam itu, tapi entah kenapa cepat sekali saya tertidur, jadi tidak sempat menolong anak pemilik rumah,” tutur Ramson Simbolon, salah satu saksi mata yang juga biasa menginap di lokasi tersebut, kepada iKoneksi.com di tempat kejadian.

Ramson menggambarkan suasana saat kejadian begitu kacau. Jeritan minta tolong terdengar dari dalam rumah, namun api terlalu cepat membesar.

“Dalam kepanikan, warga berusaha membantu dengan alat seadanya sebelum petugas Damkar Asahan tiba di lokasi,” sebutnya.

Bocah Malang Jadi Korban Jiwa

Korban meninggal dunia diketahui bernama Sergio Sihombing (9). Bocah itu sempat dievakuasi dan dibawa menuju RSU di Medan untuk mendapatkan perawatan intensif. Namun takdir berkata lain, Sergio mengembuskan napas terakhir di perjalanan akibat luka bakar mencapai 100 persen di tubuhnya.

Sementara itu, empat anggota keluarga lainnya mengalami luka bakar parah. Mereka adalah sang ayah Andre Sihombing (42), ibu br Sihite (38), kakak Melani Sihombing (11), dan adik Dean Sihombing (7). Keempatnya kini masih dirawat intensif di RSU Bunda Mulia, Jalan Abdi Satya, Kelurahan Sei Renggas, Kisaran Barat.

“Kondisi mereka cukup memprihatinkan. Hampir seluruh tubuhnya mengalami luka bakar. Kami berharap keluarga bisa mendapat bantuan dan dukungan untuk pemulihan,” ujar Ramson dengan nada haru.

Harta Ludes, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

Selain menelan korban jiwa, kebakaran ini juga menyebabkan kerugian materi yang sangat besar. Seluruh isi rumah dan warung tuak hangus terbakar. Dua unit sepeda motor, tiga set sound system, uang tunai sekitar Rp60 juta, serta berbagai perabot rumah tangga tak bisa diselamatkan.

“Kerugian diperkirakan lebih dari Rp100 juta. Tidak ada barang yang tersisa, semua habis dilalap api,” jelas Ramson.

Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Asahan yang menurunkan dua unit mobil damkar akhirnya berhasil menjinakkan api setelah berjuang selama lebih dari satu jam.

“Namun, saat api padam, bangunan rumah sudah rata dengan tanah, menyisakan puing dan kepedihan bagi keluarga korban,” beber Ramson.

Polisi Lakukan Penyelidikan

Kepolisian Sektor Kota Kisaran segera turun tangan untuk menyelidiki penyebab kebakaran. Kanit Polsek Kota Kisaran, Ipda Kameda Sugari SH, membenarkan adanya peristiwa tersebut saat dikonfirmasi awak media.

“Benar, telah terjadi kebakaran di Jalan Ir. Sutami pagi tadi. Korban sudah dibawa ke rumah sakit. Pihak keluarga juga sudah membuat laporan resmi ke Polres Asahan,” ujar Kameda melalui pesan singkat WhatsApp.

“Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik, namun penyidik masih menunggu hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi-saksi,” lanjutnya.

Duka Mendalam Menyelimuti Warga

Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi warga sekitar. Ramai tetangga berdatangan sejak pagi untuk membantu membersihkan puing sisa kebakaran dan memberikan dukungan kepada keluarga korban. Beberapa di antara mereka tak kuasa menahan air mata ketika melihat kondisi rumah yang tinggal arang.

“Kami semua masih syok. Anak-anaknya baik dan ramah. Tidak menyangka musibah sebesar ini bisa terjadi,” kata seorang warga, Pasaribu.

Kebakaran di pakter tuak tersebut menjadi pengingat keras bagi masyarakat akan pentingnya kewaspadaan, terutama terhadap instalasi listrik di rumah-rumah berstruktur kayu dan padat penghuni.

“Musibah dini hari di Kisaran Barat ini menjadi kisah tragis yang mengguncang Asahan. Dalam sekejap, api merenggut nyawa bocah tak berdosa dan meluluhlantakkan kehidupan satu keluarga. Pemerintah daerah diharapkan segera turun tangan memberikan bantuan, tidak hanya materiil tetapi juga dukungan moral dan medis,” jelas Pasaribu.

Kini, Pasaribu bisa berharap agar kebakaran ini menjadi yang terakhir.

“Sebab di balik abu yang tersisa, tersimpan pesan pahit tentang pentingnya kewaspadaan, solidaritas, dan kepedulian sosial agar tragedi serupa tak kembali terjadi,” tukas Pasaribu. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *