google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kisah NTT Jadi Alarm, Syamsuddin: Sergai Tak Boleh Kecolongan

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Serdang Bedagai, iKoneksi.com — Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Serdang Bedagai, Syamsuddin, menegaskan komitmennya untuk memastikan tidak ada anak di wilayahnya yang kesulitan mengakses kebutuhan dasar pendidikan, seperti buku dan alat tulis.

Pernyataan itu disampaikan sebagai respons atas kasus memilukan yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana seorang anak diduga nekat mengakhiri hidup akibat tidak mampu membeli perlengkapan sekolah. Syamsuddin menilai, kejadian tersebut harus menjadi peringatan serius bagi seluruh daerah, termasuk Serdang Bedagai.

“Harapan kami, di Serdang Bedagai tidak terjadi hal seperti itu. Tidak boleh ada lagi warga yang tidak mampu membeli buku, pensil, atau pulpen untuk belajar,” tegasnya.

Menurut politisi PDI Perjuangan itu, akses terhadap alat tulis merupakan bagian mendasar dari hak pendidikan yang tidak boleh terabaikan. Ia menekankan pengawasan dan sosialisasi harus terus diperkuat agar seluruh siswa, terutama dari keluarga kurang mampu, tetap mendapatkan dukungan yang layak.

Syamsuddin menyebut, pihaknya di Komisi D DPRD Sergai secara intens melakukan pengawasan terhadap kondisi pendidikan di lapangan. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada celah yang membuat anak-anak kehilangan kesempatan belajar hanya karena keterbatasan ekonomi.

“Kami terus melakukan pengawasan dan sosialisasi agar tidak ada lagi warga yang tidak memiliki perlengkapan belajar,” sebut dia.

Selain melalui jalur kelembagaan, Syamsuddin juga mengaku bergerak secara personal. Ia turun langsung ke masyarakat untuk meninjau kondisi warga, khususnya mereka yang membutuhkan perhatian lebih dalam hal pendidikan.

“Kalau secara pribadi, kami dari fraksi tetap turun ke lapangan, melihat langsung warga-warga yang membutuhkan,” ungkapnya.

Langkah ini, menurutnya, menjadi bentuk tanggung jawab moral sekaligus komitmen politik untuk memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama di sektor pendidikan dasar. Ia juga mengingatkan persoalan pendidikan tidak bisa dipandang sepele. Keterbatasan akses terhadap hal-hal sederhana seperti alat tulis bisa berdampak besar terhadap masa depan anak-anak.

“Ini bukan sekadar soal buku atau pensil, tapi tentang masa depan anak-anak kita,” serunya.

Syamsuddin berharap, kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Dengan demikian, tidak ada lagi anak yang terhambat dalam belajar hanya karena faktor ekonomi.

Pernyataan ini sekaligus menjadi dorongan bagi seluruh pemangku kepentingan di Serdang Bedagai untuk lebih peka terhadap kondisi sosial di sekitar. Ia menegaskan bahwa pendidikan harus menjadi prioritas bersama, tanpa terkecuali.

“Dengan pengawasan yang lebih ketat dan kepedulian yang terus ditingkatkan, DPRD Sergai optimis kasus serupa tidak akan terjadi di wilayahnya,” tutupnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *