google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Mahasiswa UM Ciptakan Brongsong Buah Ramah Lingkungan

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Ancaman pencemaran plastik di sektor pertanian mendapat jawaban segar dari mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM). Melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K), mereka berhasil melahirkan inovasi FruitGuard+, brongsong buah ramah lingkungan yang digadang mampu menjaga kualitas panen sekaligus mengurangi ketergantungan petani pada plastik sekali pakai.

Latar Belakang Masalah

Ulil Albab, ketua tim inovasi, menuturkan selama ini, petani di Indonesia umumnya menggunakan brongsong buah berbahan plastik untuk melindungi hasil panen dari hujan, panas, maupun hama. Namun, penggunaan plastik sekali pakai meninggalkan persoalan serius.

“Plastik sulit terurai, menumpuk di lahan pertanian, mencemari tanah, bahkan berdampak pada rantai ekosistem yang lebih luas. Inovasi baru ini diharapkan mampu memangkas masalah klasik tersebut,” kata Ulil kepada iKoneksi.com saat ditemui di Universitas Negeri Malang, Kamis (18/9/2025).

Konsep Ramah Lingkungan

Ulil menuturkan FruitGuard+ dikembangkan dengan memadukan polipropilen (PP), kitosan dari limbah kulit udang, serta pati singkong. Kombinasi bahan ini menghasilkan material komposit yang kuat, elastis, dan lebih cepat terurai dibanding plastik konvensional. Tak hanya melindungi buah dari benturan atau cuaca ekstrem, keberadaan kitosan dalam produk ini juga menghadirkan sifat antimikroba alami yang efektif menekan pertumbuhan jamur dan bakteri.

“Produk ini bukan sekadar pelindung buah, tapi juga solusi keberlanjutan. Kami ingin petani tetap mendapatkan hasil panen berkualitas tanpa merusak alam,” ujar Ulil.

Kolaborasi Lintas Ilmu

Ulil mengungkapkan tim pengembang FruitGuard+ tidak hanya berasal dari satu jurusan. Mereka beranggotakan mahasiswa dari Fisika, Biologi, Akuntansi, hingga Desain Komunikasi Visual.

“Kolaborasi lintas disiplin ilmu inilah yang membuat produk ini tidak hanya unggul dalam aspek teknis, tetapi juga memiliki nilai bisnis dan estetika yang dapat diterima pasar,” jelasnya.

Uji Coba dan Hasil Awal

Dalam tahap awal, FruitGuard+ dirancang dengan dua ukuran, yakni 20×25 cm dan 30×40 cm, dilengkapi tali serut agar praktis digunakan. Uji coba terbatas menunjukkan hasil positif: buah tetap terjaga kualitasnya, penggunaan pestisida berkurang, dan petani merasa lebih mudah dalam perawatan tanaman.

Produk ini ditegaskan Ulil membuktikan inovasi sederhana namun tepat guna dapat memberikan dampak besar, tidak hanya bagi petani tetapi juga bagi lingkungan.

Dampak Lebih Luas

Ulil berharap FruitGuard+ bisa menjadi alternatif nyata bagi petani untuk beralih dari plastik sekali pakai. Lebih dari itu, produk ini juga membuka peluang pemanfaatan limbah, terutama kulit udang yang selama ini kurang bernilai ekonomis. Dengan begitu, inovasi ini tak hanya bermanfaat di sektor pertanian, tetapi juga mendukung ekonomi sirkular.

“Kalau limbah bisa kita manfaatkan, plastik bisa dikurangi, petani pun terbantu. Inilah cara kami berkontribusi untuk masa depan,” tutur Ulil.

Menyentuh Agenda SDGs

Ulil menegaskan kehadiran FruitGuard+ sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ketahanan pangan, inovasi berkelanjutan, serta pengelolaan lingkungan.

“Kami percaya inovasi ini dapat diperluas ke skala industri dan menjadi salah satu solusi nyata mengurangi pencemaran plastik di sektor pertanian nasional,” ungkapnya.

Harapan ke Depan

Program PKM-K yang berlangsung dari 7 Juli hingga 3 November 2025 menjadi pijakan awal bagi tim mahasiswa UM dalam mengembangkan produk ini.

“Kami optimis, dengan dukungan penelitian lanjutan dan kemitraan dengan petani maupun industri, FruitGuard+ bisa diproduksi secara massal dan menjadi standar baru dalam perlindungan buah di Indonesia,” pungkas Ulil. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *