google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Refleksi 30 Tahun Kudatuli, Amirah Ghaida Ingatkan Kader Jaga Supremasi Hukum dan Kedaulatan Rakyat

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com – Momentum peringatan 30 tahun Peristiwa Kudatuli dimanfaatkan DPC PDI Perjuangan Kota Batu untuk memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat akar rumput. Melalui Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah Anak Ranting (Musanran) se-Kecamatan Bumiaji yang digelar di rumah Ketua PAC Bumiaji, Ahad (26/7/2026) malam, kader partai diajak merefleksikan perjalanan demokrasi sekaligus menyiapkan langkah menghadapi agenda politik mendatang.

Kegiatan yang dirangkaikan dengan Refleksi 30 Tahun Kudatuli tersebut dihadiri calon pengurus ranting dan anak ranting dari seluruh wilayah Kecamatan Bumiaji. Selain menjadi forum penyusunan kepengurusan baru, kegiatan ini juga menjadi ruang penguatan ideologi dan semangat perjuangan kader.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPC PDI Perjuangan Kota Batu, Amirah Ghaida Dayanara, menegaskan bahwa demokrasi Indonesia lahir melalui proses panjang yang penuh pengorbanan.

“Karena itu, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan merawat nilai-nilai demokrasi yang telah diperjuangkan para pendahulu bangsa,” ucap Amirah.

Empat Pesan Penting dari Refleksi 30 Tahun Kudatuli

Dalam arahannya, Amirah menyampaikan empat poin utama yang harus terus diperjuangkan seluruh kader dan masyarakat sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

“Pertama, menghadirkan pemimpin yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, keadilan, dan kebenaran. Kedua, menolak praktik politik uang, politik identitas, serta berbagai bentuk manipulasi informasi yang dapat merusak kualitas demokrasi, termasuk penggunaan buzzer untuk menyebarkan informasi yang menyesatkan,” sebut dia.

Ketiga, membangun budaya politik yang sehat sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam dunia politik dan proses demokrasi. Keempat, menjaga supremasi hukum dan mengawal kedaulatan rakyat sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurut Amirah, perjuangan menjaga demokrasi bukan pekerjaan ringan. Dibutuhkan semangat gotong royong, kerja sama, dan komitmen bersama agar nilai-nilai demokrasi tetap hidup di tengah berbagai tantangan zaman.

Ingatkan Kader tentang Besarnya Pengorbanan Pendahulu

Amirah mengakui dirinya tidak mengalami langsung berbagai peristiwa politik besar yang pernah dilalui partai, termasuk dinamika yang melatarbelakangi lahirnya semangat perjuangan pasca-Kudatuli. Namun, ia memahami perjalanan panjang PDI Perjuangan tidak dibangun dalam waktu singkat. Ia mengingatkan banyak kader senior telah memberikan pengorbanan besar demi menjaga eksistensi partai hingga mampu menjadi salah satu kekuatan politik terbesar di Indonesia saat ini.

“Saya bergabung dengan PDI Perjuangan pada 2018. Namun saya memahami bahwa partai ini dibangun dengan perjuangan, kerja keras, kebersamaan, dan pengorbanan yang tidak sedikit dari para kader terdahulu,” ungkap alumnus UMM itu.

Karena itu, ia mengajak seluruh kader untuk terus menjaga semangat gotong royong, memperkuat solidaritas, serta melanjutkan perjuangan yang telah diwariskan generasi sebelumnya.

Siapkan Struktur Kuat Hadapi Pemilu 2029

Selain refleksi sejarah, Musran dan Musanran di Kecamatan Bumiaji juga difokuskan pada penyusunan struktur kepengurusan baru di tingkat ranting dan anak ranting. Amirah menilai restrukturisasi organisasi merupakan proses yang wajar dan penting untuk menjaga dinamika partai tetap sehat. Penyegaran kepengurusan dinilai menjadi bagian dari upaya memperkuat mesin partai menghadapi Pemilu 2029.

“Tugas kita hari ini adalah membentuk struktur yang sehat, bersih, dan kuat untuk PDI Perjuangan menatap Pemilu 2029. Setiap orang memiliki waktunya masing-masing, tetapi roda perjuangan partai harus terus berjalan,” tekan dia.

Ia juga mengingatkan instruksi DPP PDI Perjuangan terkait pentingnya keterwakilan perempuan dan kader muda dalam struktur kepengurusan partai. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya membangun organisasi yang semakin inklusif, progresif, dan mampu menjawab tantangan zaman.

“Saat ini, proses pengumpulan dan verifikasi berkas kepengurusan dari seluruh desa di Kecamatan Bumiaji terus dilakukan. Selanjutnya, hasilnya akan dibahas dalam rapat pleno DPC PDI Perjuangan Kota Batu sebelum dilakukan pelantikan secara serentak,” terang dia.

“Melalui Musran dan Musanran yang bertepatan dengan refleksi 30 tahun Kudatuli ini, DPC PDI Perjuangan Kota Batu berharap konsolidasi organisasi semakin kuat, soliditas kader terjaga, serta semangat perjuangan partai terus tumbuh hingga ke tingkat akar rumput menjelang Pemilu 2029,” pungkas anggota DPRD Kota Batu itu.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *