google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Marak Bundir di Jembatan Soehat, Eko Herdiyanto: Penguatan Mental Mahasiswa Harus Diperkuat

  • Bagikan
filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (0.48283496, 0.48283496); modeInfo: ; sceneMode: Auto; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 0.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Maraknya kasus bunuh diri di Jembatan Soekarno-Hatta, Kota Malang, kembali menjadi sorotan DPRD. Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Eko Herdiyanto, menilai fenomena tersebut bukan peristiwa insidental, melainkan persoalan serius yang membutuhkan penanganan preventif dan sistematis, terutama di kalangan mahasiswa.

Eko menyebut, kasus bunuh diri di kawasan tersebut sudah berulang kali terjadi dan mayoritas melibatkan mahasiswa atau mahasiswi. Ia menilai kondisi psikologis anak muda yang belum sepenuhnya tangguh kerap menjadi faktor utama.

“Fenomena ini sudah seperti langganan. Rata-rata korbannya mahasiswa. Secara psikologis, usia muda ini belum tentu siap menghadapi tekanan, baik dari masalah pribadi, keluarga, lingkungan kampus, maupun lingkungan kos,” kata Eko.

Menurutnya, tekanan psikologis yang tidak tertangani dengan baik dapat berkembang menjadi depresi, stres berat, hingga membuat seseorang merasa tidak memiliki harapan. Dalam kondisi tersebut, bunuh diri kerap dianggap sebagai jalan keluar terakhir.

“Kalau sudah depresi dan tidak kuat, stresnya makin berat. Akhirnya memilih jalan pintas,” ujarnya.

Eko menegaskan, situasi ini harus dijawab dengan pendekatan pencegahan yang lebih kuat. Ia mendorong keterlibatan intensif tenaga psikolog dan konselor untuk melakukan edukasi dan pendampingan mental secara berkelanjutan.

“Perlu penanganan yang lebih preventif. Psikolog, tim konseling, harus sering melakukan edukasi, sosialisasi, terutama terkait penguatan mental anak muda dan mahasiswa,” tekan Eko.

Ia juga menekankan pentingnya peran lingkungan sekitar, mulai dari pemilik kos, RT, RW, hingga komunitas, dalam mendukung kesehatan mental mahasiswa. Menurut Eko, penguatan mental tidak bisa hanya dibebankan pada individu.

“Lingkungan juga harus ikut mensupport. Edukasi penguatan mental ini tidak bisa jalan sendiri,” ucap Eko.

Eko mengungkapkan, berdasarkan catatan sementara, dalam beberapa kejadian bunuh diri terakhir, mayoritas korban berasal dari latar belakang kampus yang sama. Hal ini, menurutnya, perlu dikaji secara serius oleh pihak perguruan tinggi.

“Ini perlu pengkajian, kenapa kasusnya bisa berulang dan bahkan kampusnya sama. Evaluasi internal kampus itu penting,” sebut Eko.

Ia menyoroti keluhan sejumlah korban sebelum kejadian, yang disebut mengalami kesulitan mengakses dosen pembimbing. Kondisi tersebut dinilai dapat memperparah tekanan psikologis mahasiswa.

“Beberapa korban sempat mengeluh dosen pembimbing sulit ditemui. Ini harus jadi evaluasi serius,” jelas Eko.

Meski mengakui kampus sebagai lembaga independen, Eko menegaskan pihak kampus memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kesehatan mental mahasiswa. Ia mendorong kampus untuk meningkatkan intensitas pendampingan psikologis melalui berbagai forum.

“Bentuknya bisa FGD, workshop, sosialisasi, atau edukasi. Mungkin sudah ada, tapi intensitasnya perlu ditingkatkan,” saran Eko.

Selain peran kampus, Eko menyebut Pemerintah Kota Malang sebenarnya telah memiliki tim konseling dan psikolog, termasuk unit penanganan perempuan dan anak (PPA), serta dukungan dari kepolisian. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada sinergi dan keseriusan semua pihak.

“Tim dari Pemkot ada, dari Polres juga ada. Tinggal bagaimana intensitas dan sinerginya,” bebernya.

Eko berharap, perhatian terhadap kesehatan mental mahasiswa tidak hanya muncul setelah kejadian tragis terjadi. Menurutnya, pencegahan harus dilakukan lebih awal dan berkelanjutan.

“Kalau sebagian besar korbannya mahasiswa, maka kampus harus paling intens melakukan penguatan psikologis. Jangan menunggu kejadian berikutnya,” pungkasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *