google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Pembangunan Jembatan Talunbrak Dimulai, Warga Antusias

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Mojokerto, iKoneksi.com – Pemerintah Kabupaten Mojokerto menunjukkan keseriusannya dalam membangun wilayah dengan memulai proyek besar yang telah lama dinanti masyarakat. Pada Rabu, (16/4/2025), Bupati Mojokerto, Muhammad Albarra atau yang akrab disapa Gus Barra, secara simbolis melakukan peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Talunbrak yang berada di Desa Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. Proyek ini merupakan salah satu program unggulan dalam 100 hari kerja Bupati Albarra dan Wakil Bupati Muhammad Rizal Oktavian.

“Langkah pembangunan jembatan ini tidak sekadar menjawab kebutuhan akses masyarakat, tetapi juga menjadi representasi komitmen pemerataan pembangunan, terutama di wilayah perbatasan,” tutur Gus Barra.

Gus Barra menegaskan bahwa proyek ini sejalan dengan misi keempat pemerintahan daerah, yaitu meningkatkan pembangunan infrastruktur yang mendorong pertumbuhan ekonomi, pelayanan publik, dan pelestarian lingkungan.

Dapat Hibah dari Pemerintah Pusat

Jembatan Talunbrak dibangun dengan dana hibah dari pemerintah pusat dalam skema rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Anggaran yang dikucurkan sebesar Rp14,9 miliar, dan dalam kontraknya telah diteken nilai proyek sebesar Rp13 miliar. Dana ini menjadi tumpuan besar untuk memperbaiki konektivitas antarwilayah yang selama ini terganggu akibat rusaknya jembatan Talunbrak.

“Alhamdulillah, salah satu program besar kami hari ini tercapai. Rekonstruksi Jembatan Talunbrak ini menjadi tonggak penting bagi akses pendidikan, kesehatan, dan perekonomian masyarakat, bukan hanya di Mojokerto, tapi juga bagi warga Gresik yang berbatasan langsung,” terang Gus Barra.

Jembatan yang Sudah Lama Dinanti

Sejak rusaknya jembatan ini akibat banjir besar pada 2021, warga sekitar harus bergantung pada penanganan darurat yang tidak bertahan lama. Setiap musim hujan datang, jembatan sementara kerap rusak kembali dan menyebabkan kesulitan mobilitas, terutama bagi para petani dan anak-anak sekolah. Kondisi itu telah berlangsung selama hampir empat tahun.

“Setiap kali banjir datang, jembatan rusak dan harus dibenahi lagi. Ini bukan hanya menyulitkan aktivitas ekonomi, tapi juga berbahaya bagi keselamatan warga,” kata salah satu warga yang hadir dalam acara tersebut.

Dengan dimulainya pembangunan jembatan baru ini, warga menyambut penuh antusiasme. Mereka berharap jembatan tersebut segera rampung dan bisa digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari dengan lebih aman dan nyaman.

Akses Penting Bagi Lintas Kabupaten

Jembatan Talunbrak tidak hanya vital bagi warga Mojokerto, tetapi juga menjadi jalur penghubung ke Kabupaten Gresik. Fungsinya sebagai penghubung wilayah lintas kabupaten membuat pembangunan ini sangat strategis dan berdampak luas. Dalam jangka panjang, jembatan ini diperkirakan akan memicu pertumbuhan ekonomi lokal serta memperlancar distribusi barang dan jasa antarwilayah.

“Kami berharap proyek ini dapat menjadi contoh pembangunan berbasis kebutuhan nyata masyarakat. Selain itu, Pemkab Mojokerto menegaskan komitmennya dalam mengawal pembangunan infrastruktur secara akuntabel,” ungkap Gus Barra.

Komitmen Transparansi dan Sinergi dengan Penegak Hukum

Dalam pelaksanaannya, Gus Barra menyampaikan pentingnya kolaborasi dengan pihak Kepolisian dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto. Ia berharap tim pendamping dari dua institusi tersebut bisa mengawal pembangunan agar berjalan sesuai aturan dan terhindar dari penyimpangan.

“Kami akan selalu mengedepankan prinsip 5T dalam pelaksanaan pembangunan, yakni tepat waktu, tepat mutu, tepat volume, tepat sasaran, dan tertib administrasi. Kami tidak ingin pembangunan yang mahal ini sia-sia atau merugikan masyarakat,” tegasnya.

Harapan untuk Proyek Lain di Mojokerto

Gus Barra juga menambahkan pembangunan Jembatan Talunbrak hanyalah satu dari sekian proyek infrastruktur yang akan dikebut selama masa kepemimpinannya. Ia berharap semua proyek di bawah koordinasi Dinas PUPR bisa berjalan lancar dan menghasilkan infrastruktur berkualitas.

“Dengan dimulainya proyek ini, masyarakat Mojokerto, terutama di wilayah perbatasan, kini memiliki harapan baru akan aksesibilitas yang lebih baik, aman, dan layak. Momentum ini menjadi simbol bahwa pemerataan pembangunan bukan hanya slogan, tetapi benar-benar dirasakan nyata oleh masyarakat,” pungkas Gus Barra. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *