google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Pemkot Batu Kebut Rehabilitasi 11 Sekolah, Rp8,24 Miliar Digelontorkan

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu sarana dan prasarana pendidikan. Tahun 2025 menjadi momentum penting, dengan dimulainya rehabilitasi fisik terhadap 11 sekolah negeri yang tersebar di berbagai wilayah.

Total anggaran yang digelontorkan tidak main-main mencapai Rp 8,24 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025.

Program ini menjadi bagian dari upaya strategis Pemkot Batu dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, layak, dan inspiratif bagi peserta didik. Pemerintah sadar, bangunan sekolah yang rusak bukan hanya menghambat proses belajar mengajar, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan siswa dan guru.

11 Sekolah Masuk Daftar Prioritas Rehabilitasi

Dari total 11 sekolah yang direhabilitasi, sembilan di antaranya adalah sekolah dasar (SD) dan dua lainnya sekolah menengah pertama (SMP). Daftar sekolah tersebut mencakup SDN Beji 1, SDN Sisir 1, SDN Dadaprejo 1, SDN Temas 1, SDN Torongrejo 1, SDN Bulukerto 1, SDN Oro-Oro Ombo 3, SDN Sumberejo 2, SDN Gunungsari 2, serta dua SMP yakni SMPN 4 Batu dan SMPN 6 Batu.

Salah satu proyek yang tengah berjalan cukup cepat adalah di SDN Sisir 1, di mana kegiatan pembongkaran atap dan pengecatan ulang ruang kelas telah berlangsung sejak pertengahan September. Dari pantauan lapangan, beberapa ruang kelas yang sebelumnya tampak kusam kini mulai berubah dengan cat baru yang lebih segar.

“Pekerjaan rehab sudah dimulai di semua titik. Saat ini rata-rata progresnya berada di angka 30 persen,” kata Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kota Batu, Daud Andoko, Ahad (5/10/2025).

Fokus pada Keamanan dan Kenyamanan Belajar

Menurut Daud, jenis pekerjaan di tiap sekolah disesuaikan dengan tingkat kerusakan bangunan. Sebagian besar proyek rehabilitasi berfokus pada perbaikan ruang kelas yang rusak parah, terutama di bagian atap.

“Kebanyakan atapnya sudah bocor, bahkan ada yang jebol. Jadi fokus utama kami adalah mengganti atap dan memperkuat struktur ruang kelas agar lebih aman untuk proses belajar,” jelasnya.

Selain itu, beberapa sekolah juga mendapatkan tambahan fasilitas baru.
Di SDN Oro-Oro Ombo 3 dan SDN Sumberejo 2, misalnya, sedang dibangun jamban, tempat ibadah, dan laboratorium baru. Sementara itu, SDN Gunungsari 2 difokuskan pada pembangunan pagar sekolah untuk meningkatkan keamanan lingkungan belajar.

“Langkah-langkah ini menunjukkan proyek rehabilitasi tidak hanya menambal kerusakan lama, tetapi juga meningkatkan kualitas sarana pendidikan secara menyeluruh. Pemerintah berharap fasilitas yang lebih baik akan memberi kenyamanan dan semangat baru bagi para siswa,” terang Daud.

Target Selesai Sebelum Tahun Ajaran Baru

Daud memastikan seluruh pengerjaan rehabilitasi di 11 sekolah tersebut ditargetkan rampung pada 15 Desember 2025. Dengan demikian, bangunan hasil perbaikan sudah dapat digunakan saat semester genap tahun ajaran 2025/2026 dimulai.

“Harapannya, begitu tahun ajaran baru dimulai, anak-anak sudah bisa menikmati ruang belajar yang lebih nyaman dan aman,” lugasnya.

Sebelumnya, pada awal tahun, Pemkot Batu juga telah menyelesaikan proyek rehabilitasi di tiga sekolah lain, yakni SDN Ngaglik 2, SDN Sisir 4, dan SDN Tulungrejo 4, yang lebih dulu mendapatkan kucuran dana perbaikan fisik.

Langkah Nyata Menuju Pendidikan Berkualitas

Rehabilitasi 11 sekolah negeri ini menjadi bukti nyata bahwa Pemkot Batu serius membangun kualitas pendidikan dari akar infrastruktur. Dengan anggaran miliaran rupiah yang digelontorkan, pemerintah berupaya memastikan setiap siswa memperoleh hak belajar di ruang yang layak dan aman.

Selain itu, proyek ini juga menjadi bentuk investasi jangka panjang bagi masa depan Kota Batu. Infrastruktur pendidikan yang memadai diharapkan dapat memunculkan generasi muda yang berdaya saing tinggi, kreatif, dan siap menghadapi tantangan global.

Dengan waktu yang terus berjalan, proyek rehabilitasi ini akan menjadi tolak ukur efektivitas APBD 2025 di sektor pendidikan. Bila target rampung sesuai jadwal, langkah ini bisa menjadi model pelaksanaan proyek pendidikan yang tepat waktu, tepat sasaran, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Di tengah tantangan pemerataan mutu pendidikan, Pemkot Batu melangkah cepat memperbaiki fondasi utama dunia pendidikan: gedung sekolah. Rp8,24 miliar bukan sekadar angka belanja publik, tetapi investasi untuk masa depan anak-anak Batu, yang kini menanti ruang belajar baru tempat cita-cita mereka tumbuh lebih tinggi.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *