google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Pemuda Katolik Asahan Desak Dukungan Bupati untuk Gereja

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Asahan, iKoneksi.com – Suasana ruang kerja Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., pada Selasa (30/9/2025), menjadi saksi pertemuan penting antara pemerintah daerah dan jajaran Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Asahan. Audiensi ini tidak sekadar agenda silaturahmi, melainkan juga ajang penyampaian aspirasi besar umat Katolik di Kabupaten Asahan.

Tiga Poin Utama dari Pemuda Katolik

Ketua Pemuda Katolik Komcab Asahan, Johanes Afif Manata Sirait, S.Sos., M.M., menjelaskan kedatangan mereka bersama perwakilan Pastor Paroki Gereja Katolik Sakramen Mahakudus Kisaran, Romo Lukas Joko Prasetyo, O.Carm, serta Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Kisaran, memiliki misi utama.

“Terdapat tiga poin penting yang kami sampaikan,” kata Johanes.

Pertama, Pemuda Katolik Asahan berencana menggelar seminar sekaligus pelantikan pengurus baru dalam beberapa bulan ke depan. Mereka berharap bupati berkenan hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan moral.

Kedua, bersama Pastor Lukas, mereka meminta tanggapan atas permohonan tanah atau lahan untuk pembangunan Gereja Katolik Paroki Sakramen Mahakudus Kisaran. Menurut mereka, kebutuhan itu sangat mendesak karena kapasitas gereja yang ada di Jalan Hamka sudah tidak lagi memadai.

“Ketiga, Pemuda Katolik memperkenalkan kembali organisasi Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Kisaran. Organisasi yang telah berusia lebih dari satu abad di tingkat nasional itu sempat vakum di Asahan, namun kini bangkit lagi dengan misi memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah,” jelasnya

Gereja Tak Lagi Menampung Umat

Pastor Lukas menguraikan secara gamblang kondisi Gereja Katolik Paroki Sakramen Mahakudus.

“Proposal permintaan tanah sudah kami serahkan sejak Maret 2025. Gereja di Jalan Hamka dengan luas hanya tiga rantai sudah tidak layak menampung umat yang kini berjumlah lebih dari 4.000 jiwa,” jelasnya.

Menurutnya, jumlah umat terus bertambah setiap tahun, sementara gereja hanya bisa menampung sebagian. Kondisi ini memaksa banyak umat beribadah dalam keterbatasan ruang. Padahal, paroki tersebut menaungi 23 stasi di berbagai daerah sekitar Kisaran.

“Kami berharap pemerintah daerah serius menindaklanjuti, sebab ini menyangkut kebutuhan dasar umat untuk beribadah,” tegas Pastor Lukas.

Jawaban Tegas dari Bupati

Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, menanggapi setiap poin yang disampaikan. Ia menyatakan siap hadir dalam agenda pelantikan pengurus baru Pemuda Katolik Asahan jika tidak ada halangan.

Namun, terkait permintaan tanah untuk gereja, Taufik memberi penjelasan tegas. Menurutnya, tanah eks HGU yang diminta telah memiliki peruntukan masing-masing. Jika pun ada mekanisme pelepasan, prosesnya akan panjang dan membutuhkan persetujuan pihak terkait.

“Saran saya, langsung saja berkoordinasi dengan perusahaan pemegang HGU. Pemerintah tentu mendukung, tapi mekanisme harus sesuai aturan yang berlaku,” ungkapnya.

Untuk poin ketiga, ia menyambut baik kehadiran kembali WKRI di Asahan. Taufik bahkan mendorong organisasi tersebut segera mendaftarkan diri agar dapat terlibat dalam program-program pemberdayaan perempuan di kabupaten itu.

Sinergi dengan Pemerintah Daerah

Pertemuan ini ditutup dengan pernyataan komitmen dari Pemuda Katolik Asahan untuk terus mendukung program-program Pemkab Asahan. Johanes menyampaikan terima kasih atas waktu dan kesempatan audiensi yang diberikan.

“Pemuda Katolik siap bersinergi dengan pemerintah demi mewujudkan visi-misi Kabupaten Asahan. Kami berharap aspirasi yang kami sampaikan bisa menjadi perhatian serius,” kata Johanes.

Taufik, dalam kesempatan itu, juga menyampaikan permohonan maaf karena baru bisa menerima audiensi setelah beberapa waktu. Ia menegaskan komunikasi lintas organisasi keagamaan penting untuk menjaga keharmonisan dan memperkuat pembangunan di Asahan.

Menurut Johanes kini, bola panas ada di tangan pemerintah daerah dan pihak perusahaan pemilik HGU.

“Publik akan menunggu, apakah permintaan lahan untuk rumah ibadah umat Katolik di Asahan benar-benar akan mendapat jawaban nyata, atau hanya berhenti pada ruang kerja bupati semata,” tukas Johanes. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *