google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Perputaran Ekonomi Kota Batu Capai Rp632 Miliar Selama Nataru 2025

  • Bagikan
filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (0.47685185, 0.47685185); modeInfo: ; sceneMode: Auto; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 0.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com – Momen liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 menjadi periode yang sangat dinanti oleh sektor pariwisata Kota Batu, Jawa Timur. Dinas Pariwisata Kota Batu (Disparta) mencatatkan perputaran ekonomi yang mencengangkan, mencapai Rp 632,8 miliar selama sepuluh hari pada masa libur tersebut. Angka ini menandakan betapa vitalnya sektor pariwisata bagi perekonomian Kota Batu, terutama di saat-saat puncak seperti liburan Nataru.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Siddiq, mengungkapkan tim Disparta telah melakukan perhitungan kasar mengenai kunjungan wisatawan dan perputaran ekonomi yang terjadi.

“Hasil analisa penghitungan kami, estimasi perputaran ekonomi selama libur Nataru 2024 berkisar Rp 632,84 miliar, mulai tanggal 22 Desember 2024 sampai pergantian tahun,” ujar Arief dengan optimisme tinggi, Jumat (3/1/2025).

Menurut Arief, angka kunjungan wisatawan selama dua pekan tersebut sangat signifikan, mencapai 1.036.735 orang. Rata-rata, setiap harinya terdapat sekitar 60.000 wisatawan yang mengunjungi Kota Batu, yang membuat angka perputaran ekonomi semakin melonjak.

“Dalam periode tersebut, wisatawan menghabiskan sekitar Rp 1,037 juta per orang. Paling banyak dihabiskan untuk akomodasi, tiket masuk wisata, dan kuliner,” terang Arief.

Tidak hanya itu, perputaran ekonomi yang dihitung juga mencakup berbagai sektor lainnya, seperti oleh-oleh, UMKM kerajinan tangan, makanan khas, hingga fasilitas pendukung seperti toilet umum dan parkir.

“Namun, yang tidak dihitung adalah biaya transportasi dari asal wisatawan menuju Kota Batu, seperti tiket perjalanan atau sewa kendaraan,” lugasnya.

Keberhasilan besar dalam meraup keuntungan ekonomi tersebut tidak terlepas dari kolaborasi antara berbagai pihak yang terlibat. Arief menjelaskan, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha pariwisata, UMKM, masyarakat Kota Batu, serta media yang aktif mempromosikan destinasi wisata Kota Batu sangat mempengaruhi tingginya kunjungan dan pengeluaran wisatawan.

“Selama wisatawan berada di Kota Batu, baik menginap, masuk wisata, kuliner, atau berbelanja oleh-oleh, mereka mengeluarkan dana yang sangat besar,” kata Arief.

Dengan sekitar satu juta wisatawan datang dalam waktu singkat, Kota Batu telah menjadi destinasi wisata favorit yang mampu menarik perhatian ribuan orang dari berbagai penjuru.

“Setiap wisatawan yang datang diestimasi mengunjungi setidaknya tiga tempat wisata, yang berarti tidak hanya mengunjungi destinasi utama, tetapi juga menyebarkan efek ekonomi ke berbagai sektor di Kota Batu. Perputaran uang yang berkelanjutan ini memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, dari pedagang kaki lima hingga pengelola tempat wisata,” ungkap Arief.

Angka-angka yang tercatat ini tentu menjadi bukti bahwa Kota Batu terus berkembang sebagai tujuan wisata utama di Jawa Timur. Keberhasilan ini juga memperlihatkan bahwa sektor pariwisata Kota Batu tidak hanya mengandalkan pesona alam dan wisata, tetapi juga keterlibatan aktif masyarakat serta sektor UMKM yang mendukung kelancaran kegiatan pariwisata.

“Ke depannya, Disparta Kota Batu berharap agar angka kunjungan dan perputaran ekonomi terus meningkat, tidak hanya di momen-momen tertentu seperti Nataru, tetapi juga di hari-hari biasa sepanjang tahun,” seru Arief.

Arief pun menyampaikan akan terus berupaya memperbaiki dan meningkatkan fasilitas, serta bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menarik lebih banyak wisatawan lagi.

“Dengan kerja keras semua pihak, kami berharap Kota Batu dapat terus menjadi destinasi wisata utama yang tidak hanya meningkatkan perekonomian tetapi juga kualitas hidup warganya,” tegasnya.

“Kesuksesan yang dicapai pada Nataru 2025 ini tentu membuka peluang besar bagi Kota Batu untuk lebih berkembang lagi di sektor pariwisata, dan menjadi pilihan utama bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam dan budaya khas kota ini,” tandas Arief. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *