google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Posko Mudik PDIP Kota Malang Siaga 24 Jam, Amithya Imbau Pemudik Tak Abaikan Kelelahan

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Arus mudik Lebaran 2026 kembali memadati sejumlah jalur utama, termasuk kawasan akses menuju Terminal Arjosari. Di tengah lonjakan mobilitas tersebut, peringatan soal keselamatan perjalanan kembali digaungkan.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, mengimbau para pemudik untuk tidak memaksakan diri berkendara ketika kondisi fisik mulai menurun. Imbauan ini disampaikan seiring hadirnya Posko Mudik Gotong Royong yang didirikan di Jalan Panji Suroso, Kelurahan Polowijen. Posko tersebut menjadi salah satu titik singgah strategis bagi pemudik yang melintas maupun yang baru tiba di Kota Malang, khususnya dari arah terminal utama.

“Kalau sudah lelah, jangan dipaksakan. Silakan manfaatkan posko-posko yang ada untuk beristirahat sejenak agar perjalanan tetap aman sampai tujuan,” kata Amithya, Jumat (20/3/2026).

Menurutnya, faktor kelelahan masih menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan lalu lintas selama musim mudik. Banyak pengendara yang memaksakan diri demi segera sampai di kampung halaman, tanpa memperhitungkan kondisi tubuh. Padahal, lanjut Amithya, menjaga stamina sama pentingnya dengan memastikan kendaraan dalam kondisi prima. Kombinasi keduanya menjadi kunci utama keselamatan selama perjalanan jarak jauh.

“Kita ingin semua pemudik bisa sampai tujuan dengan selamat. Jangan sampai karena terburu-buru, justru mengabaikan keselamatan,” tegasnya.

Posko Mudik Gotong Royong yang dihadirkan ini tidak sekadar menjadi tempat istirahat biasa. Lebih dari itu, posko dirancang sebagai rumah singgah yang mampu memberikan kenyamanan bagi pemudik yang membutuhkan jeda perjalanan.

“Beragam fasilitas disediakan secara gratis. Mulai dari area istirahat yang dilengkapi tempat tidur, makanan dan minuman ringan seperti kopi, teh, serta camilan, hingga layanan kesehatan dasar. Selain itu, fasilitas penunjang seperti tempat ibadah dan toilet juga disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pemudik selama beristirahat,” urai alumnus UM itu.

“Di sini tersedia kopi, teh, makanan ringan, dan tempat istirahat yang layak. Kami ingin pemudik bisa memulihkan kondisi sebelum kembali melanjutkan perjalanan,” sambung Amithya.

Lokasi posko yang berada di jalur strategis dekat Terminal Arjosari dinilai memudahkan akses bagi para pemudik. Kawasan ini merupakan salah satu simpul transportasi penting yang selalu mengalami peningkatan aktivitas saat musim mudik.

“Dengan posisi tersebut, pemudik yang datang dari luar kota dapat langsung menemukan tempat beristirahat tanpa harus keluar jauh dari jalur utama. Keberadaan posko ini juga menjadi bagian dari instruksi partai untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam momentum penting seperti mudik Lebaran. Pelayanan yang diberikan melibatkan sinergi berbagai elemen kader,” bebernya.

Ia menyebutkan salah satunya adalah keterlibatan Satgas Cakra Buana yang disiagakan selama 24 jam penuh untuk memastikan operasional posko berjalan optimal. Para petugas berjaga secara bergantian dalam beberapa shift, sehingga layanan tetap tersedia baik siang maupun malam hari. Hal ini penting mengingat arus mudik tidak mengenal waktu dan dapat terjadi kapan saja.

Selain memberikan layanan langsung kepada pemudik, keberadaan posko juga berfungsi sebagai titik koordinasi jika terjadi kondisi darurat di sekitar wilayah tersebut. Amithya menekankan keselamatan pemudik harus menjadi prioritas utama semua pihak. Ia berharap, kehadiran posko ini dapat membantu menekan risiko kecelakaan, khususnya yang disebabkan oleh kelelahan.

Ia juga mengingatkan pentingnya manajemen perjalanan yang baik, termasuk mengatur waktu istirahat secara berkala selama perjalanan jauh.

“Perjalanan mudik itu panjang dan melelahkan. Jadi harus pintar mengatur ritme. Jangan dipaksakan kalau kondisi sudah tidak memungkinkan,” seru dia.

Posko Mudik Gotong Royong ini direncanakan beroperasi hingga 23 Maret 2026, dengan kemungkinan penyesuaian sesuai kondisi di lapangan, terutama jika arus mudik masih tinggi. Ke depan, Amithya berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berkendara semakin meningkat. Ia menilai, keberhasilan mudik bukan hanya soal sampai tujuan, tetapi juga bagaimana perjalanan tersebut dilakukan dengan aman.

“Lebih baik terlambat sedikit, tapi selamat sampai tujuan. Itu yang paling penting,” terang dia.

Momentum mudik Lebaran selalu menjadi tradisi tahunan yang sarat makna. Namun di balik euforia pulang kampung, terdapat risiko yang tidak boleh diabaikan. Melalui imbauan ini, Amithya mengajak para pemudik untuk lebih bijak dalam mengambil keputusan selama perjalanan. Memanfaatkan fasilitas yang tersedia, seperti posko mudik, menjadi salah satu langkah sederhana namun penting untuk menjaga keselamatan.

“Dengan kesiapan fasilitas dan dukungan berbagai pihak, diharapkan arus mudik Lebaran 2026 dapat berjalan lebih aman, tertib, dan lancar, sehingga masyarakat dapat merayakan hari raya bersama keluarga tanpa hambatan berarti,” tukas dia.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *